CEO Dingin Yang Bucin

CEO Dingin Yang Bucin
Aku akan menunggu


__ADS_3

Jingga mulai tersadar dengan apa yang baru saja ia lakukan, dengan keras dia mendorong Lucas menjauh darinya.


" Maaf." Ucap Jingga salah tingkah.


Lucas yang kaget dengan dorongan Jingga, hanya bisa diam mengerinyitkan alisnya, bingung kenapa Jingga mendorongnya.


" Aku akan pulang, oh tidak aku harus kembali ke kampus ." Ucap Jingga panik, dia tidak tahu harus bagaimana, gadis itu mengutuk dirinya sendiri, kenapa bisa sebodoh ini, dengan lancang mencium Lucas.


Jingga mulai menyadari kemana perginya gadis yang tadi bermesraan dengan Lucas, suaminya.


Kemana dia ?


" Apa kamu akan pergi ?" Tanya Lucas.


" Iya aku harus pergi." Jingga sama sekali tidak bisa menyembunyikan perasaannya, gadsi itu masih bersikap salah tingkah, berusaha menghindarai tatapan Lucas.


" Jingga, lihat aku." Suruh Lucas dengan lembut.


Mendengar suara lembut Lucas, sontak membuat gadis itu menurut, suara lembut Lucas seakan menghipnotisnya.


Seperti pinta Lucas gadis itu menatap dalam-dalam mata suaminya itu.


" Kenapa kamu kemari, apa ada yang mau katakan padaku ?" Tanya Lucas, lagi-lagi suara lembutnya seakan menghanyutkannya. Lucas sangat bahagia saat ini, Jingga datang padanya. Sejujurnya pria itu sangat merindukan istrinya itu.


" Aku ingin meminta maaf." Jawab Jingga dengan polosnya.


" Minta maaf, apa yang kamu lakukan sampai harus meminta maaf padaku ?" Tanya Lucas, kali ini pria itu berjalan mendekat kearah Jingga, dan Jingga malah berjalan mundur mencoba menghindar. Hingga dia terperojok pada dinding hingga membuat langkahnya terhenti. Lucas tersenyum melihat itu.


" Bisakah kamu berhenti, bagaimana kalau kita bicara sambil duduk." Ajak Jingga, tapi sayangnya Lucas malah menggelengkan kepalanya seraya tersenyum seakan dia menikmati menggoda Jingga saat ini.


" Lucas berhenti." Ucap Jingga keras, tangannya mencoba menahan tubuh Lucas yang semakin mendekat padanya.


" Jawablah dulu pertanyaanku, apa salahmu ?"


" Iya aku salah karena menolakmu." Ucap Jingga keras, mukanya memerah karena malu.


" Menolakku ? menolak apa ?" Tanya Lucas pura-pura bodoh.


" Lucas, jangan pura-pura bodoh, kamu tahu apa yang aku maksud." Ucap Jingga kesal.


" Katakan dengan jelas, aku sudah lupa." Goda Lucas.


" Lucas, berhentilah menggodaku."


Melihat tingkah Jingga, Lucas tertawa keras, di usapnya ujung kepala istrinya itu dengan lembut.

__ADS_1


" Sekarang duduk lah, aku tidak akan memakanmu." Ucap Lucas, ditariknya tangan Jingga, dan menuntunnya untuk duduk.


" Tunggu dulu, dimana wanita tadi ?" Tanya Jingga.


" Siapa ?"


" Wanita yang tadi bermesraan denganmu."


" Aku sudah menyuruhnya pergi."


" Oh begitu ya, ternyata kamu seperti itu, saat aku tidak ada kamu bermesra-mesraan sama wanita lain." Ucap Jingga dengan sinisnya.


" Buanglah pikiran kotormu itu, dia itu sepupuku, namanya Kayla."


" Aku tidak percaya."


" Apa perlu aku memanggilnya lagi."


" Tidak-tidak, tidak perlu." Ucap Jingga mengalah, entah kenapa gadis itu percaya dengan ucapan Lucas tanpa sedikitpun curiga.


"Apakah kamu tadi cemburu ?" Tanya Lucas, sontak membuat wajah Jingga memerah karena malu.


" Tidak, ngapain juga cemburu." Ucap Jingga mengelak.


" Benarkah, terus kenapa tadi kamu mendorong Kayla dan tiba-tiba menciumku ?" Tanya Lucas seakan menggoda Jingga yang sudah salah tingkah.


" Ingin menciumku, sungguh tidak terduga." Ucap Lucas, senyum di bibirnya tercipta karena rasa bahagianya.


" Tunggu dulu, tadi malam kamu kemana, dan kenapa tidak berpamitan padaku ?" Tanya Jingga tiba-tiba.


" Aku, tidak kemana-mana, di kantor. Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan." Jawab Lucas seakan biacara tanpa dosa.


" Kenapa tidak berpamitan padaku ?" Tanya Jingga sedikit menekan.


" Em....aku....Sudahlah kamu pasti tahu apa alasanku tidak berpamitan padamu." Jawab Lucas.


Mendengar itu Jingga hanya bisa diam, alasan Lucas ada benarnya juga, tadi malam Lucas berhak marah padanya.


" Kemarihlah." Suruh Lucas pada Jingga untuk mendekat padanya, Jingga seakan patuh, gadis itu mendekatkan diri pada suaminya itu.


Lucas menarik Jingga hingga duduk dipangkuannya, dan tanpa menunggu lama memeluk tubuh istrinya itu, membenamkan kepalanya di dada Jingga.


" Aku sangat merindukanmu." Ucap Lucas dengan manjanya. Jingga tersenyum bahagia mendwngar itu, dibelai lembut rambut suaminya itu.


" Apa kamu tidak merindukanku ?" Tanya Lucas. Dan Jingga hanya menganggukkan kepalanya, gadis itu terlalu malu untuk menjawab pertanyaan Lucas.

__ADS_1


Lucas mengangkat kepalanya, ditatap dalam-dalam mata Jingga, dan gadis itu juga membalas tatapan Lucas, seakan mereka berdua ternggelam dalam tatapan cinta itu.


Lucas sudah tidak bisa menahannya lagi, di ciumnya bibir mungik milik istrinya itu, cukup lembut hingga membuat Jingga terhanyut. Lucas tidak melepas ciuman itu seraya menggiring Jingga untuk masuk kedalam sebuah ruangan yang cukup gelap, Jingga seakan tidak peduli kemana dia akan dibawa, saat ini gadis itu seakan mengahyutkan dirinya pada aliaran cinta Lucas.


Dalam waktu singkat, Jingga sudah merasakan tubuhnya terbaring di atas empuknya ranjang. Mata Jingga seakan terbuka saat dia sadar dimana dia sekarang berada. Lucas melepas ciuman itu, lalu berjalan menyalakan lampu.


Mata Jingga melotot saat Lucas sedang membuka kancing kemejanya yang dikenakannya tepat di hadapannya. Tunggu dulu, kenapa jadi begini ? Mereka memang mau melakukan apa ?!


" Lucas, kamu mau ngapain ?!" Tanya Jingga takut.


Tapi sayangnya, pertanyaan tidaj digubris, Lucas terus melanjutkan aktivitas membuka kancing kemejanya. Merasa sinyal tanda bahaya sudah berbunyi, Jingga langusng bangkit dari posisi baringnya dab berusaha segera turun dari ranjang.


" Mau ke mana ?" Tanya Lucas dingin.


Tubuh Jingga gemetar, Kenapa Lucas tiba-tiba menjadi menakutkan seperti ini ?


" Aku....mau balik ke kampus."


Lucas tersenyum miring, ia tidak membalas apapun lagi ucapan Jingga. Namun, senyumnya makin terlihat saat mendengar suara kenop pintu yang berkali-kali digerakkan Jingga.


" Lucas.... Pintunya dikunci ?"


Lucas melempar kemejanya yang baru dilepasnya ke lantai begitu saja. Saat ini hanya celana panjang hitamnya yang menggantung di pinggangnya.


Jingga semakin gelagapan saat Lucas berjalan mendekatinya. Jingga menelan ludah susah payah saat matanya bertemu dengan tubuh bagian atas pria itu. Padahal sudah berkali-kali melihatnya, tetapi tetap saja kalau situasinya seperti ini mana mungkin Jingga bisa tenang.


" Kenapa, apa kamu akan menolakku lagi ?" Tanya Lucas.


Jingga menunduk, tangannya menunjuk pintu dibelakangnya .


" Buka pintunya." Ucap Jingg lirih.


" Nanti."


" Nanti ?" Jingga mendongak, namun Lucas sudah berdiri tegak dan terlalu dekat dengannya, lagi-lagi Jingga menunduk.


" Kenapa nanti, sekarang saja buka pintunya." Ucap Jingga lirih, gadis itu tidak bisa menyembunyikan perasaan gugupnya, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang, menolak atau pasrah.


" Sekarang bukan waktunya buat membuka pintu, sekarang itu waktunya aku dan kamu."


Jingga bergeser sedikit menjauh, namun lengan kekar Lucas sudah terlebih dahulu memblokirnya. Jingga memejamkan matanya, wanita itu juga semakin susahh menelan ludahnya. Saat ini gadis itu hanya bisa pasrah.


Melihat tingkah Jingga yang ketakutan, Lucas hanya bisa tersenyum.


Di belainya ujung kepala istrinya itu dan diciumnya kening Jingga dengan mesranya.

__ADS_1


Aku akan menunggu, tanpa harus memaksamu.


__ADS_2