
POV Author
Waktu berlalu dengan begitu cepat. Tidak terasa sudah 5 tahun berlalu. Itu berarti anak kembar Arick dan Calista, Cassandra dan Cashel kini sudah berusia 5 tahun. Karena melihat beratnya perjuangan Calista dan betapa kacaunya keadaannya, ketika melahirkan si kembar, Arick memutuskan untuk tidak menambah anak lagi. Sedangkan Arend dan Alena sudah memberikan adik buat Aleysia dan Aldric, seorang bayi perempuan dua tahun yang lalu dan mereka menamainya Alecia Badrina Bagaskara yang berarti anak perempuan yang berprinsip dan jujur.
Bagaimana dengan Cakra dan Safira? mereka berdua juga memberikan seorang adik perempuan buat Ivan dan Ian, 3 tahun yang lalu. Cakra memberi nama pada putri satu-satunya itu Indira Gwenny. Kalau kelahiran Ivan dan Ian, Cakra tidak ada di samping , Safira, untuk putrinya, Cakra menjadi suami sekaligus ayah siaga yang selalu siap jika dibutuhkan.
Jangan lupakan Kama dan Tasya. Pasangan paling absurd itu juga sudah memiliki anak-anak yang tampan dan cantik tentunya. Kama dengan 3 anak, Satu putra dan dua putri kembar. Untuk putranya yang diberi nama Kenzie Taraka berusia hampir 5 tahun dan kedua putri kembarnya diberi nama Kaira Tanisha dan Kairani Tahira yang sekarang sudah berusia dua tahun.
apakah Kama ada niat untuk menambah lagi?' jawabannya absolutely 'no'. Kenapa? karena ketika Tasya melahirkan dua putrinya itu, Tasya mengalami pendarahan hebat, jadi Kama memutuskan tiga saja cukup.
Bagaimana dengan Carlos dan Kalila? Carlos lah satu-satunya penerus Calvin yang langsung memiliki anak kembar tiga sekaligus yang berjenis kelamin perempuan yang diberi nama Cheryl Kamala, Chessy Kamara dan ChiKa Kamaliya dan semuanya tentu saja punya makna yang sangat indah dan sempurna. usia mereka hampir sama dengan usia Kenzie putranya Kama. Bahkan Carlos dan Kalila dapat bonus satu anak laki-laki lagi yang baru lahir 4 bulan yang lalu dan diberi nama Kendrick Cleandro yang berarti pemimpin berjiwa pemberani dan berbahagia.
Apa kabar dengan Daniel dan Rara? Pasangan itu kini lebih memilih untuk menetap di Bali dan membawa serta Arul ke sana. Daniel dan Rara hanya dikaruniai dua putra yang berusia 5 dan 2 tahun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Halaman belakang mansion keluarga Bagaskara sore ini sangat ramai, dimana ada 5 papah muda dengan istri masing-masing beserta dengan anak-anak mereka tengah berkumpul mengadakan acara temu ramah yang rutin mereka lakukan sekali sebulan.
Suara riuh anak-anak yang berlari ke sana kemari terdengar memenuhi taman belakang itu.
Ivan dan Ian bocah yang lebih besar dibandingkan dengan semua anak-anak yang ada di tempat itu, dari tadi hanya bisa garuk-garuk kepala, karena bingung mau memperhatikan siapa.
Huaaa ....
Terdengar suara tangisan dari seorang anak perempuan. Ivan menghela napas kesal, karena dari suaranya, Ivan tahu benar siapa pemilik suara itu. Siapa lagi dia kalau bukan Aleysia, bocah perempuan yang paling cengeng di antara semuanya.
__ADS_1
"Ivan, kamu apakan Aleysia?" tanya Arend sambil memeluk putrinya itu.
"Om, aku dari tadi di sini aja. Kenapa, Om jadi nyalahin Ivan? kali ini bukan aku yang buat dia menangis. Aku benar-benar tidak tahu, Om kenapa dia bisa menangis," Ivan dengan tegas membantah Arend yang secara tidak langsung menuduhnya, yang membuat Aleysia menangis.
" Aleysia, kamu Kenapa, Sayang?" tanya Arend dengan lembut pada putrinya itu.
"Permen Leysa, jatuh, Pa. Leysa gak punya permen lagi," jawab Leysa sambil menunjuk ke arah Permen lollipop yang ada di tanah.
"Astaga! jadi hanya gara-gara ini kamu menangis?" Arend menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.
"Tuh, dengar, Om! sekali lagi jangan asal main nuduh-nuduh aja! Aleysia kan emang cengeng," timpal Ivan tiba-tiba sembari melipat tangannya di depan dada, seperti menunggu sesuatu dari Arend.
Melihat gesture tubuh Ivan yang seperti itu, Arend mengembuskan napasnya dengan sekali hentakan, karena dia tahu makna dari sikap Ivan yang seperti itu. Apalagi coba kalau bukan menunggu kata maaf darinya.
"Iya, Om minta maaf! Tapi bukan salah om kalau langsung menuduh kamu, karena dari dulu kamu selalu suka membuat Aleysia menangis," ujar Arend yang merasa sedikit keberatan. Karena menurutnya dia tidak sepenuhnya salah. Entah kenapa, wibawanya selalu hilang, bila berhadapan dengan bocah 7 tahun yang satu ini. Pria itu tidak bisa membayangkan seandainya anak itu, benar-benar menjadi putranya dulu, mungkin perdebatan akan Setiap hari terjadi dan suara tangis Aleysia karena keisengan Ivan akan setiap menit terdengar di rumah mereka.
"Pa, Leysa mau makan permen lagi," Aleysia kembali menangis, sembari menarik-narik kemeja yang dikenakan oleh Arend.
"Nih, kamu makan permen aku aja!" tiba-tiba Ian datang sebagai penyelamat dengan memberikan permennya ke tangan Aleysia.
Aleysia sontak tersenyum dan langsung meraih permen itu dari tangan Ian.
"Terima kasih, kak Ian!" ucap Aleysia sembari membuka bungkus permen itu dan menjulurkan lidahnya ke arah Ivan.
Ivan terlihat tidak peduli, dia mengalihkan tatapannya ke arah lain dan dia tiba-tiba berlari meninggalkan Aleysia begitu melihat Kaira salah satu putri Kama dan Tasya, yang sudah berada di tepi kolam renang.
__ADS_1
"Aduh, Kaira jangan main ke kolam ya! bahaya," ucap Ivan dengan lembut sembari menggendong bocah dua tahun itu, menjauh dari kolam.
"Aduh, terima kasih ya, Van! kamu memang. calon suami yang baik buat Kaira," ucap Tasya yang tentu saja langsung mendapat pelototan dari Kama sang suami, yang memang tidak setuju dengan yang namanya perjodohan.
Tapi bukan Tasya namanya kalau takut dengan tatapan tajam sang suami. Wanita cantik itu malah kembali menatap tajam Kama. Melihat tatapan tajam wanita itu, Kama hanya bisa menghela napas dan menurunkan tatapannya, karena akibat dari tatapan itu, bisa-bisa dia tidak mendapatkan jatah selama sebulan.
Ya, waktu kelahiran putri kembarnya, Tasya begitu girang dan langsung melamar Ivan atau Ian sebagai calon menantunya kelak, karena menurutnya Arend tidak mau menjodohkan Aleysia dengan Ivan. Di samping itu juga merupakan impiannya waktu dulu yang ingin mempererat persahabatannya dengan Safira dengan menjodohkan anak mereka. Namun Tasya memang tidak terlalu memaksakan hal itu. Wanita itu tetap menyerahkan semuanya pada pilihan anak-anaknya nanti.
Sementara para papa muda dan mama muda saling melempar candaan di taman belakang, para pasangan yang sudah menjadi kakek dan nenek, juga melakukan hal yang sama di dalam ruang tamu. Pasangan-pasangan itu sepertinya menolak tua, karena di usia mereka yang sudah memiliki cucu, mereka masih terlihat tampan dan cantik dan tampak bugar.
Aby sang tuan rumah, berdiri dari tempat dia duduk dan mengintip dari balik tirai. Melihat hal itu, Calvin dan Kenjo juga melakukan hal yang sama. Setelah puas melihat para anak, menantu dan cucu-cucu mereka, mereka bertiga saling silang pandang dengan tatapan penuh makna.
"Aku tidak menyangka kalau persahabatan kita bisa terjalin sampai sejauh ini. Mudah-mudahan anak-anak kita juga akan seperti kita suatu saat, demikian juga dengan cucu-cucu kita," ucap Aby yang diangguki kepala oleh Calvin dan Kenjo. Mereka berdua juga setuju dengan apa yang diucapkan oleh Aby.
Mereka bertiga kembali menatap ke arah luar, menatap anak masing-masing. Satu hal yang membuat mereka tenang sekarang, melihat cara anak-anaknya menyelesaikan masalah, mereka tahu kalau anak-anaknya sudah tumbuh menjadi anak yang sudah bisa menyelesaikan masalah sendiri tanpa ketergantungan pada orang tua mereka lagi.
Tamat
Akhirnya Cerita cinta Lima CEO tamat juga. Terima kasih buat yang sudah berkenan mendukungku selama ini. Baik yang sudah memberikan vote,like, hadiah serta komentar.Tanpa kalian semua, novel ini tidak ada apa-apanya. Kalianlah yang memberikan semangat buatku selama ini. Send hug virtual dan love-love di udara buat kalian semua.
Kenapa sudah tamat Thor?
Ya, karena mereka semua sudah menemukan kebahagiaan mereka masing-masing. Kalau dilanjutpun paling cuma akan menceritakan kehidupan mereka sehari-hari dan pastinya akan membosankan.
Aku Sadar kalau novel ini masih jauh dari kata bagus, tapi aku berharap karya yang tidak seberapa bagus ini bisa memberikan hiburan buat kalian semua. Sekali lagi, aku mau mengucapkan beribu terima kasih buat kalian semua. Maaf, kalau aku tidak membalas komentar kalian satu persatu bukan tidak menghargai, tapi jujur aku tetap baca dan sangat bersyukur melihat antusiasme kalian semua. Semoga kalian semua sehat selalu, dan ditambahkan rejeki.
__ADS_1
See you in the next story 🥰💞💞