
"Dan aku tahu siapa Papa kandung Tasya." celetuk Arick tiba-tiba menanggapi pemaparan Kama.
Kama, Kenjo dan khususnya Tasya, terkesiap kaget begitu mendengar ucapan spontan dan sontak menatap Arick dengan tatapan minta penjelasan.
"Apa, Pak Arick sedang bercanda?" tanya Tasya tidak sabar.
"Iya, Rick. Kamu tidak sedang bercanda kan?" Kama menimpali ucapan Tasya, sedangkan Kenjo hanya diam, menunggu jawaban Arick.
"Tentu saja! apa wajahku terlihat sedang bercanda?" jawab Arick dengan santai
"Kamu lagi serius dan bercanda raut wajahmu seperti tidak ada bedanya, Rick. Datar kaya jalan tol," ucap Kama yang diselipi dengan ledekan.
"Sialan kamu!" Arick meninju lengan Sang sahabat sekaligus sepupunya itu.
"Tapi kali ini aku benar-benar serius!" sambung Arick kembali.
"Apa aku boleh tahu siapa orangnya, Pak Arick? apa aku mengenalnya?" desak Tasya yang terlihat sangat antusias dan tidak sabar.
Arick tersenyum tipis sembari menghela napasnya dengan cukup panjang.
"Aku rasa kamu tidak mengenalnya. Beliau bernama Arul Dicky Permana. Pak Arul juga tidak tahu kalau ternyata putri yang dia besarkan selama ini bukanlah putri kandungnya. Beliau ditipu sama wanita yang dinikahinya setelah ibu kamu meninggal," terang Arick, ambigu.
"Tunggu Rick! Permana? bukannya nama lengkap Alena itu Alena Ernesya Permana? apa mereka ada kaitannya atau hanya kebetulan saja?" ucap Kama.
"Bukan ada kebetulan, tapi memang benar-benar ada hubungannya,"
__ADS_1
"Ma-maksudnya? aku benar-benar tidak mengerti, Pak." Tasya mengrenyitkan keningnya, dan alis yang bertaut tajam.
"Iya, Rick. Kalau ngomong jangan setengah-setengah." Kama terlihat sangat tertarik untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang hal yang baru saja dilontarkan oleh Arick
"Kamu dan Alena adalah saudara sepupu. Papa kandungmu adalah adik laki-laki papanya Alena. Sebenarnya mamamu meninggal bukan karena melahirkan, tapi memang disengaja dibuat meninggal oleh seorang wanita licik yang pura-pura baik. Saat itu dia juga baru melahirkan anak perempuan juga, dan anak itu lahir di luar nikah. Jadi dia ingin sekali anak yang dilahirkannya punya seorang ayah, dan yang menjadi incarannya adalah papa kandungmu," jelas Arick yang semakin membuat Tasya, Kama dan Kenjo semakin bingung.
"Om benar-benar tidak mengerti, Arick. Bisa, tolong kamu jelaskan dengan jelas?" kali ini Kenjo yang buka suara yang disetujui oleh Kama dan Tasya.
Arick akhirnya menceritakan dengan detail tentang semua yang terjadi tanpa menambah dan mengurangi. Mulai dari wanita bernama Ratih yang sengaja menghilangkan nyawa ibunya Tasya, menipu Arul dengan mengganti putri kandung pria itu dengan putri yang baru saja dilahirkannya demi supaya anaknya mendapat seorang ayah. Lalu berpura-pura baik untuk mendapat simpati dari Arul, sehingga pria itu menikahinya supaya putri yang dia anggap putri kandungnya itu, mendapat kasih sayang seorang ibu. Bahkan Arick juga tidak lupa menceritakan kalau Tasya sebenarnya memiliki kembaran yang tidak identik.
Air mata Tasya terlihat sudah mulai menetes mendengar kenyataan yang baru saja terlontar dari mulut Arick.
"Apa ini semua sungguhan, Pak Arick?"
"Dari mana kamu tahu kalau Tasya adalah salah satu dari putri, Pak Arul?" Kenjo tidak langsung percaya begitu saja.
"Papa sudah menyelidikinya, Om. Awalnya hanya karena ingin mengetahui latar belakang Alena saja, ketika hendak menikah dengan Arend. Papa hanya ingin tahu, wanita seperti apa yang akan menjadi menantunya. Namun di tengah penyelidikan, papa merasa ada banyak kejanggalan di keluarga paman Alena, dan papa curiga pada Ratih bibi Alena. Ternyata dugaan papa benar. Kecelakaan yang mengakibatkan orang tua Alena meninggal sudah direncanakan oleh dua wanita itu,"
Kenjo mengangguk-anggukan kepalanya, mengerti. "Hmm, karena ini semua papamu yang menyelidiki, Om langsung percaya. Karena apa yang selalu diselidiki oleh papamu tidak pernah meleset."
"Iya, Om! aku dan Arend juga baru tahu tadi sore. Awalnya kami tidak tahu kalau Pak Arul memiliki putri yang kembar. Aku dan Arend tahunya kalau gadis yang kami suruh untuk merawat Pak Arul adalah putri kandungnya. Papa akhirnya membongkar semuanya setelah Ratih dan putrinya ditangkap polisi karena berniat mencelakakan Alena." Arick sangat setuju dengan ucapan omnya tentang keahlian papanya yang sama sekali tidak pernah gagal.
"Hah! apa Alena baik-baik saja sekarang?" Kama terkesiap kaget karena dirinya sama sekali tidak tahu apa yang terjadi karena sibuk meratapi nasib pasca ditolak oleh Tasya.
"Alena baik-baik saja, karena semuanya sudah diatasi sebelumnya oleh Arend. Cuma sekarang Alena sedikit butuh perawatan aja karena kondisi Alena yang sedang hamil muda,"
__ADS_1
"Alena hamil?" Kama terlihat surprise dengan kabar yang baru saja dia dengar dan pria itu tersenyum lebar ketika Arick menganggukkan kepalanya, membenarkan.
"Wah, ternyata ular Arend berbisa juga ya?" cetus Kama yang langsung mendapat jitakan di kepalanya dari Arick da Kenjo papanya. Sementara itu Tasya terlihat diam saja dengan rasa senang, sedih bercampur menjadi satu.
"Pak Arick, di mana aku bisa bertemu dengan papa dan kakakku? aku benar-benar ingin bertemu dengan mereka," tanya Tasya dengan lirih dan wajah yang memelas.
"Besok, aku akan membawamu pada mereka, karena mereka juga sangat ingin bertemu denganmu,"
"Apa tidak bisa malam ini aja, Pak?" raut wajah Tasya terlihat penuh harap dan tidak sabar.
"Ini sudah sangat larut, Tasya. Aku harus segera pulang, karena Calista sedang hamil dan sendirian di rumah. Jadi, sebaiknya besok saja," tolak Arick dengan halus.
Kenjo melihat kekecewaan tergurat di wajah Tasya, wanita yang dicintai oleh putranya itu dan dia sangat mengerti kenapa wanita itu kecewa. Namun, apa yang dikatakan Arick sangat benar. Kemudian pria setengah baya itu menghela napasnya dengan sekali hentakan.
"Tasya, Om tahu kalau kamu sangat ingin bertemu dengan papa kandungmu dan saudara kembarmu itu, tapi apa yang dikatakan Arend itu benar. Ini sudah sangat larut. Kan masih ada hari esok? lagian sebelum ke sini Om dan Arick melihat papa angkat kamu yang terlihat sedang gelisah mondar mandir di teras rumah, menunggu putrinya pulang. Apa kamu tidak ingin menemuinya? walaupun dia bukan papa kandungmu, dia juga merupakan korban kebohongan mama angkatmu dan dia sangat berjasa dalam membesarkanmu," ucap Kenjo mengingatkan.
Tasya seketika terhenyak dan menyadari kalau dia masih memiliki papa angkat yang sangat menyayanginya. Satu hal yang dia takutkan, apakah papa angkatnya itu nanti masih akan. tetap menyayanginya kalau sudah tahu kalau anak yang selama ini disayanginya ternyata bukan darah dagingnya sendiri.
"Om benar! aku harus pulang menemui papa Nino." Tasya hendak berlari untuk menemui Nino papa angkatnya. Namun Kama langsung menahan tubuh wanita yang dicintainya itu.
"Kamu jangan buru-buru! kita ikut mobil papa aja. Aku juga ingin ke sana, karena mobilku terparkir tidak jauh dari rumahmu."
Tbc
Mohon dukungannya selalu guys. Like, vote dan komen. Terima kasih 🙏🏻😍
__ADS_1