
Hari demi hari sudah berganti. Ini sudah lewat dua Minggu setelah usia Arick dan Arend genap 26 tahun.
Langit kota Jakarta sudah mulai berubah warna dari yang tadi masih terang,kini sudah berubah jingga, pertanda malam akan segera datang untuk menyapa.
Wajah Alena terlihat ditekuk dari tadi sore, karena Arend menghubunginya, kalau pria itu tidak bisa pergi bersama ke sebuah acara pesta yang katanya peserta pernikahan salah satu klien pentingnya. Pria itu mengatakan kalau dirinya akan dijemput oleh Arick dan Calista.
"Kenapa sih dia tidak bisa jemput? kan aku jadi bingung mau pakai gaun seperti apa. Aku takut kalau penampilanku nantinya malu-maluin. Kalau ini pesta pernikahan klien pentingnya,. pasti deh acara itu akan mewah," Alena tidak berhenti menggerutu, sambil mengacak-acak gaun-gaun yang tergantung di dalam walk in closet.
"Kenapa dia harus ngajak aku sih? dia kan bisa pergi sendiri," Alena tidak berhenti menggerutu dengan raut wajah yang terlihat frustasi karena belum menemukan gaun yang cocok.
"Aku pakai yang seadanya aja. Semua gaun ini juga terlihat bagus, dan pasti juga mahal. Salah sendiri, kasih informasinya tidak jauh-jauh hari. Kalau jauh-jauh hari kan aku bisa nyiapin gaun yang cocok. Ah, pakai ini aja deh?" Alena menarik gaun yang menurutnya tidaklah terlalu buruk.
Tanpa berpikir panjang, akhirnya Alena memutuskan untuk langsung mengenakan gaun itu, dan merias wajahnya dengan sangat tipis.
"Alena!" tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggilnya dan dari suaranya Alena yakin kalau itu adalah Calista.
Alena memutuskan untuk keluar sejenak dari dalam kamarnya, karena kalau dia menyahut dari dalam kamarnya pun, Calista bakal tidak akan bisa dengar.
"Lista! aku di sini," teriak Alena dari atas.
Calista tersenyum dan langsung naik ke atas setelah terlebih dulu pamit pada Arick suaminya. Di tangan wanita itu, terlihat sedang membawa dua kantongan yang entah berisi apa Alena tidak tahu.
"Hei, kenapa kamu pakai gaun seperti itu?"ucap Callista sembari menelisik tubuh Alena dari atas sampai ke bawah
"Hah? Kenapa? tidak bagus ya?" Alena mengrenyitkan keningnya.
"Sebenarnya bagus dan kamu cantik memakainya, tapi untuk acara seperti ini, itu sama sekali tidak cocok,"
"Kenapa tidak cocok? aku lihat gaun yang kamu pakai tidak jauh beda dengan yang ku pakai," ujar Alena dengan alis yang bertaut
"Masa sih? kayanya beda deh."
"Jadi, menurutmu bagaimana? apa aku harus ganti gaun ini?" Calista dengan cepat dan tanpa ragu menganggukkan kepalanya.
"Aku pakai gaun apa? apa kamu mau membantuku untuk memilih?"
"Tidak usah! ini aku bawakan gaun untukmu. Kamu ganti dengan yang ini saja." Calista menyerahkan satu kantongan yang ada di tangannya.
"Wah, kamu serius bawain aku gaun?. terima kasih ya, Calista!" Wajah Alena berbinar sambil menerima kantong plastik itu dari tangan Calista.
"Iya, sama-sama. Udah sana buruan cepat ganti!" Calista sedikit mendorong tubuh Alena masuk ke dalam ruangan walk in closet.
__ADS_1
"Itu karena perintah suamimu yang bossy itu. Awas aja nanti kalau dia tidak suka dengan pilihanku. Aku bakal sleding suamimu itu," Calista menggerutu setelah Alene sudah berada di dalam ruangan walk in closet.
"Lis, apa menurutmu ini tidak aneh? aku merasa tidak nyaman memakainya," Alena sudah keluar dan terlihat tidak nyaman dengan gaun yang dia pakai.
"Wah, ini sama sekali tidak aneh, Al. Kamu benar-benar cantik. Kak Arend pasti suka dan makin cinta sama kamu!" seru Calista dengan tatapan yang sangat mengagumi penampilan Alena. Seketika dia merasa bangga pada dirinya sendiri yang pintar dalam memilih gaun.
"Tapi Lis, aku benar-benar merasa tidak nyaman. Aku pakai gaun yang tadi aja ya?" mohon Alena Deny wajah yang memelas.
Calista sontak memasang wajah cemberut dan seperti ingin menangis. "Sebenarnya aku sangat ingin melihat kamu memakai gaun itu, Al. Kamu tahu sendiri kalau aku sedang hamil. Jadi, aku mohon tolong pakai gaun itu ya?" Wajah Calista tidak kalah memelasnya dengan wajah Alena.
Alena menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya kembali ke udara dengan cukup panjang. Melihat wajah Calista yang memelas dan ditambah dengan kondisi Calista yang sedang hamil, membuat Alena akhirnya pasrah dan bersedia memakai gaun itu.
"Hmm, sepertinya riasan kamu terlalu simple. Mari aku benarin make up kamu sedikit lagi," belum sempat membantah, Calista sudah menarik tangan Alena dan mendudukkan wanita itu di depan cermin. Kemudian, dengan keahliannya, tangan Calista sudah sibuk melukis di wajah Alena.
"Nah, ini kan sudah lebih cantik," ucap Callista yang terlihat puas dengan hasil karyanya.
"Hmm, iya sih cantik. Tapi gaun ini, aku benar-benar tidak nyaman memakainya," ucap Alena yang tentu saja hanya berani dia ucapkan dalam hati saja.
"Ayo kita turun! ucap Calista kembali sambil meraih kantong yang satu lagi.
"Sayang, coba lihat Alena cantik kan?" Calista bertanya dengan wajah yang berbinar pada Arick suaminya.
"Maksud kamu apa? kamu mau bilang kalau pilihanku tidak bagus, gitu?" pekik Calista dengan nada yang cukup tinggi, kesal dengan ucapan Arick.
"Berarti, gaun ini sama sekali tidak cocok ya aku pakai," rasa percaya diri Alena tiba-tiba kembali hilang begitu mendengar teriakan Calista.
"Tuh, kamu lihat! Alena jadi tidak percaya diri lagi kan?" Suara Calista semakin meninggi.
"Sayang, bisa tidak kalau bicara nggak usah teriak-teriak? aku sama sekali tidak bilang kalau Alena tidak cocok memakai gaunnya," Cuma aku yakin kalau Arend pasti tidak akan suka kalau istrinya memakai gaun seperti itu. Arend itu sama sepertiku yang tidak suka melihat wanitanya tampil seksi," Arick kembali berbisik.
"Oh, begitu ya? jadi bagaimana dong? nanti kalau Alena pakai itu, Kak Arend bisa marah ya?" Arick menganggukkan kepalanya, mengiyakan.
"Apa aku harus meminta Alena buat ganti lagi?" lagi-lagi Arick menganggukkan kepalanya.
"Ya udah deh!" pungkas Callista pasrah Denai wajah yang tidak rela.
"Al, kamu memang terlihat cantik memakai gaun itu, tapi kamu sepertinya tidak nyaman memakainya. Nih, kamu ganti dengan gaun yang ini aja lagi," Calista kembali menyodorkan kantongan yang satu lagi.
"Emm, bukannya kamu ingin sekali melihat aku pakai ini?"
__ADS_1
"Emm, yang penting kamu sudah memakainya. Sekarang kamu bisa ganti dengan yang ada di dalam kantong itu," Calista menunjuk ke arah kantongan yang dipegang oleh Alena.
"Baiklah! kamu memang menyebalkan!" ucap Alena sambil melangkah menuju kamar yang ada di bawah, karena wanita malas untuk kembali ke atas.
10 menit kemudian, Alena keluar kembali dari dalam kamar dengan penampilan yang sudah berbeda.
"Wah, kamu bahkan lebih cantik memakai ini, Alena!" Calista berdecak kagum.
"Apa ini tidak berlebihan? Kalau memakai pakaian seperti ini, kesannya aku ingin menyaingi yang sedang mengadakan pesta, Lis," ucap Alena risih.
"Kamu apa-apaan sih? emang salah penampilan kamu lebih cantik dari yang punya pesta? Udah ah, sekarang kamu ganti sepatu kamu biar semakin bagus dan matching dengan gaun yang kamu pakai." Calista memberikan sepatu yang senada dengan gaun yang dipakai oleh Alena.
mendaratkan tubuhnya duduk di atas sambil memasak sepatunya.
"Sudah, ayo kita berangkat!" ucap Alena sambil berdiri kembali.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mobil yang dikemudikan oleh Arick kini sudah terparkir di depan sebuah hotel yang merupakan hotel keluarganya.
"Ayo kita turun!" titah Arick yang turun lebih dulu, disusul oleh Calista dan Alena.
Kedua mata Alena langsung terpukau dengan dekorasi ballroom yang ada di depan matanya. Manurutnya dekorasi itu sangat indah.
Hal yang paling membuatnya membeku di tempatnya, ketika dia melihat layar besar yang ada di atas panggung yang menampilkan foto-foto dirinya yang dijadikan dengan menjadi sebuah video dengan sound lagu yang sangat romantis. Video itu, berakhir dengan kalimat ' I love you, Alena!"
Kedua mata Alena seketika berkilat-kilat karena sudah penuh dengan cairan bening yang sudah siap ditumpahkan dari peraduannya. Terlebih, ketika dia melihat Arend suaminya, berdiri di depan layar sembari menatapnya penuh dengan cinta.
Tbc
Sudah hari Senin saja. Boleh dong, minta vote rekomendasinya 🙏🏻
Ngelunjak boleh juga nggak? kalau boleh aku juga mau meminta agar menabur jempol dan komentar serta hadiah juga boleh.
Readers: Ngelunjak kamu Thor!
__ADS_1
Author: Kan aku sudah izin dulu buat ngelunjak, guys 😭😭