Cinta Berjarak Lima Tahun

Cinta Berjarak Lima Tahun
Aku Merindu


__ADS_3

Setelah mengirim pesan, Gerry lalu terlelap sambil memeluk Bunga.


"Bang, bangun sudah pagi!" Bunga membangunkan Gerry. Bukannya Bangun, Gerry malah menarik Bunga ke dalam pelukannya.


"Sebentar lagi, aku masih ngantuk." Gerry kembali tidur sambil memeluk Bunga di dadanya.


"Bang, bangun. Abang nggak mau sholat?!"


Gerry langsung melepaskan pelukannya. Ia berusaha untuk duduk dengan bertumpu pada tangannya. "Jam berapa ini? Bantu aku Bunga!"


Bunga membantu Gerry duduk di kursi roda lalu mendorongnya ke kamar mandi.


"Kau tidak mau memandikanku?" tanya Gerry sambil tersenyum. "Sekarang kan aku sudah jadi suamimu!"


"Iya, Bang. Mulai sekarang aku akan membantu Bang Gerry mandi."


Bunga lalu membantu suaminya mandi.


Selesai mandi mereka sholat bersama.


"Bang, kapan kita pulang?"


"Aku masih ingin berduaan denganmu. Anggap saja kita sedang bulan madu, atau sekalian saja kita bulan madu?"


"Terus terapi Bang Gerry bagaimana?"


"Kau bisa membantuku kan? Kau sudah diajari cara memijit kakiku kan oleh dokter. Lakukanlah! Setelahnya kau bisa memapahku berjalan. Aku yakin aku akan bisa."


"Baik, kita mulai sekarang ya!" Bunga lalu mempraktekkan cara memijit kaki Gerry yang ia pelajari dari dokter. Selama 30 menit ja memijit. Setelah itu ia membantu Gerry berdiri dan perlahan berjalan. Gerry terus berusaha berjalan dengan semangat. Ia ingin cepat sembuh. Ia ingin saat pulang bulan madu ia sudah bisa lepas dari kursi rodanya.

__ADS_1


"Untuk hari ini cukup dulu ya Bang. Lanjut besok."


"Iya. Kita berhenti. Aku harus menghemat tenaga. Karena masih ada hal lain ayang harus aku kerjakan. " balas Gerry. Ia duduk di tepi ranjang.


"Hal apa?" tanya Bunga polos.


"Mencumbumu!"


"Aah.. " Bunga terkesiap saat tubuh Gerry mendorong dan menindihnya. "Abang, katanya capek." Bunga berbicara dengan nafas yang tidak beraturan karena ulah Gerry.


"Untuk yang satu ini abang nggak akan pernah capek, sayang." Gerry lalu memulai apa yang ingin ia lakukan.


"Bang, aku lapar." Bunga menggoyang tubuh Gerry yang tengah tidur setelah aktivitas yang melelahkan barusan.


"Kau mau makan apa? Biar abang pesankan? "


"Bang, kita makan di luar yuk! Masak kita akan tinggal di kamar terus seharian. Ada tempat yang enak buat makan di sini. Dulu aku ingin mengajakmu ke situ, tapi belum sempat pergi, kau menghilang."


Gerry bangun dan duduk di kursi rodanya. Ia lalu mandi dengan dibantu Bunga. Mereka mandi bersama.


Ketika Bunga dan Gerry sedang menikmati bulan madunya, jauh dari tempat mereka, di sebuah kamar hotel, nampak seorang pemuda tampan sedang berbaring di ranjangnya. Ia terlentang dengan kedua tangan dijadikan bantal. Kakinya terjulur saling menyilang diujung. Matanya terpejam namun bibirnya tersenyum. Sesekali kakinya bergoyang menandakan kalau ia tidak sedang tidur.


Pemuda itu sedang menikmati lagu yang seolah olah menggambarkan apa yang ia rasakan. Ia begitu larut dalam suasana yang di ciptakan oleh lagu itu.


...Aku masih ada di sini...


...Masih dengan perasaanku yang dahulu...


...Tak berubah dan tak pernah berbeda...

__ADS_1


...aku masih yakin nanti milikmu...


...Aku masih di tempat ini...


...Masih dengan setia menunggu kabarmu...


...Masih ingin mendengar suaramu...


...Cinta membuatku kuat begini...


...Aku merindum ku yakin kau tahu...


...Tanpa batas waktu kuterpaku...


...Aku meminta, walau tanpa kata...


...Cinta berupaya...


...Engkau jauh di mata tapi dekat di doa...


...aku merindukanmu...


Saat lagu itu selesai, ada bulir bening jatuh dari sudut mata pemuda itu.


...🍃🍃🍃🍃🍃🍃...


Hai Readers 👏👏👏👏


semoga masih setia baca novel ini

__ADS_1


jangan lupa tinggalin jejak ya


Happy Reading.


__ADS_2