Cinta Berjarak Lima Tahun

Cinta Berjarak Lima Tahun
Pertemuan


__ADS_3

Gerry menghela nafas dalam sebelum mengetuk pintu kamar Faldi. Tangannya menggemgam erat jari jemari Bunga.


Faldi membuka pintu.


"Masuk bang!" Faldi berkata tanpa melihat ke arah Gerry. Ia langsung memutar badannya kembali ke kamarnya.


"Fal.. ini istriku. Bunga."


Mendengar nama Bunga, Faldi langsung mengangkat kepalanya. Wajahnya pucat. Gadis yang selama ini ia rindukan, yang membuatnya kuat menjalani hari-hari beratnya hanya untuk bisa kembali berjumpa dengannya. Gadis yang selalu membuat jantungnya berpacu saat mengingatnya. Gadis itu sekarang ada di depan mata. Faldi ingin memeluk Bunga untuk meluapkan rasa rindunya, tapi apa yang ia lihat. Tangan Bunga menggenggam erat tangan abangnya. Dan barusan, Gerry mengenalkannya sebagai istrinya. Dunia seakan runtuh bagi Faldi.


Bunga tak kalah terkejutnya melihat Faldi.


Mata itu. Tatapan mata itu. Dia Faldi. Lalu yang menikah denganku?.


Bunga menarik tanganannya dari genggaman Gerry. Gerry memejamkan matanya. Ia sudah siap menghadapi kemungkinan terburuk yang akan terjadi.


"Bang?!" panggil Bunga penuh dengan pertanyaan.


"Tunggu abang di kamar. Nanti abang jelaskan." Gerry menyentuh wajah Bunga, tapi Bunga menepisnya. Bunga memandang Gerry dengan penuh amarah. Ia ingin sekali menampar pria itu yang tega membohonginya, tapi tidak bisa. Ia tidak bisa kurang ajar pada suaminya. Bunga keluar meninggalkan Faldi dan Gerry.

__ADS_1


Faldi terduduk di atas kasurnya.


"Fal! Maafkan abang." lirih suara Gerry. "Abang nggak ada maksud untuk menyakitimu. Semula abang hanya ingin menjaganya karena dia mengira aku adalah kamu. Tapi lama-lama abang jatuh cinta padanya Fal. Dia menerima abang bukan sebagai Gerry. Dia menerima abang sebagai kamu Fal. Hanya kamu yang dicintainya."


"Jika abang tahu dia hanya mencintaiku, kenapa abang menikahinya? Kenapa abang tidak bilang kalau abang bukan aku?!"


"Dia sangat bahagia saya menemukanmu Fal. Abang tidak tega mengatakan bahwa aku bukan kamu. Apalagi saat itu, nggak ada kabar darimu. Jika aku tahu kau masih hidup dan sehat. Sejak awal abang pasti memberitahunya."


"Terus apa gunanya penjelasan abang ini?!Dia sudah jadi istrimu, bang. Apa penjelasan abang akan mengubah sehalanya?! Nggak bang. " Faldi keluar meninggalkan Gerry.


"Fal. Tunggu. Kau mau kemana?!" teriak Gerry. Ia keluar mengejar Faldi, namun langkah Faldi lebih cepat darinya. Faldi naik ke mobil dan melaju meninggalkan mansion itu. Kendra yang baru sampai, melihat mobil Faldi , dia tidak jadi masuk. Kendra mengikuti Faldi.


Gerry menatap kepergian Faldi. Ia lalu berjalan ke kamarnya. Di kamar ia melihat Bunga yang duduk sambil memeluk lututnya. Tubuh Bunga bergetar tanda dia sedang menangis.


"Jangan mendekat!" Bunga berteriak.


"Sayang maafkan aku." Gerry berusaha memeluk Bunga. Tapi Bunga terus memberontak. Hatinya begitu sakit.


"Kenapa Bangun?Kenapa kau bohong?!" Bunga memukul dada Gerry berulang ulang.

__ADS_1


"Sayang, aku tidak membohongimu. Aku tidak pernah mengaku kalau aku Faldi kan? Bukankah sejak awal aku selalu bilang panggil aku Gerry! satu satunya kesalahanku adalah aku tidak meluruskan kesalahpahamanmu. Kau salah mengira kalau aku Faldi. Dan aku diam. Itu salahku. Tapi aku punya alasan melakukannya. Aku nggak mau kau terluka. Karena saat itu Faldi belum diketahui kabarnya."


"Apa bedanya dengan sekarang bang. Dia datang. Tapi sama saja. Aku tetap tidak bisa bersamaanya!" Bunga menangis. Hati Gerry sakit mendengarnya.


"Kau menyesal menikah denganku?"


"Aku menikah denganmu karena kukira engkau adalah dia bang. Aku mencintainya."


Harga diri Gerry terluka mendengar istrinya mengatakan cinta kepada pria lain dihadapannya. Rasa marah tiba-tiba menguasainya.


Dia merengkuh tubuh Bunga dan memaksa Bunga melayaninya. Malam itu Gerry melakukannya dengan sangat kasar. Bunga berkali kali merintih kesakitan. Tapi Gerry tidak memperdulikan. Ia benar benar sudah kalap.


Faldi melajukan mobilnya ke arah perusahaan ayahnya. Ia masuk ke lift dan langsung menuju rooftop. Faldi berteriak sekencang-kencangnya saat ia berada di tooftop. Lalu tubuhnya lunglai dan terduduk dengan lemas di lantai. Faldi menangis.


Faldi mengusap air matanya saat mendengar langkah kaki mendekat.


"Saat itu kami sedang di rumah sakit. Tiba-tiba Bunga datang dan langsung memanggil Gerry dengan nama Faldi. Gerry bilang kalau dirinya bukan Faldi, tapi Bunga tidak percaya. Dia bilang ingin membalas budi padamu. Ia berjanji akan membuat Gerry berjalan lagi. Aku melihat ada harapan. Aku membawa Bunga ke mansion dan menjadikannya perawat pribadi Gerry. Lama lama Gerry jatuh cinta padanya. Dan dia punya semangat untuk terapi sehingga bisa berjalan lagi. Kalau ada yang harus disalahkan, aku juga bersalah Fal. Maafkan aku." Kendra menjelaskan segalanya.


Faldi berdiri dan memukul wajah Kendra.

__ADS_1


"Jadi kau penyebab semua ini. Ya kau benar! Kau yang salah. Jika kau tidak membawa Bunga ke mansion, kakakku tidak akan jatuh cinta dan menikahinya."


Faldi kembali menghujani Kendra dengan pukulan. Kendra membiarkan tubuhnya jadi sasaran amarah Faldi karena dia benar benar merasa bersalah.


__ADS_2