
Kendra yang biasanya pulang kantor sore, hari ini pulang malam.
"Mas, kau sudah pulang?" tanya Bunga. Ia masih lemah. Efek obat masih belum seluruhnya hilang.
"Iya."
"Aku siapkan air mandinya." Bunga beranjak dari ranjang.
"Tidak perlu. Aku bisa sendiri. Kau istirahat saja."
Bunga yang mengira itu adalah bentuk perhatian Kendra tersenyum dan kembali duduk di atas ranjang. Bunga tidak membayangkan bahwa sejak malam inilah penderitaan kedua akan mulai ia alami.
Kendra melarang Bunga menyiapkan air dan memintanya istirahat bukan sebagai bentuk perhatian. Ia sudah memutuskan untuk menjaga jarak dari Bunga. Kendra juga manusia biasa. Tiap melihat Bunga, bayangan di kamar itu selalu menghantuinya. Pria mana yang rela istrinya dijamah pria lain. Meski Kendra tahu itu bukan kemauan Bunga.
Tapi rasa sakit di hatinya tak juga hilang. Kendra keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap. Biasanya ia akan mengenakan handuk saja.
"Malam ini aku tidur di bawah agar tidak mengganggu istirahatmu. Kau istirahatlah dengan tenang." kata Kendra lalu keluar dari kamar Bunga. Ia berjalan ke teras depan. Lalu turun ke taman samping.
Di taman ia melihat Riana sedang duduk di bangku sambil membaca buku.
"Hem!" Kendra berdehem. Riana menoleh.
"Kak!"
"Sedang apa?" tanya Kendra laku duduk di sebelah Riana.
__ADS_1
Riana menunjukan novel yang sedang ia baca. Kendra membaca judulnya. Menjadi yang Kedua.
"Kenapa baca cerita begituan?"
"Ini isinya tidak seperti judulnya kak. Ia memang jadi yang kedua tapi istrinya sendiri yang menikahkan mereka. Karena istrinya merasa kalau dirinya tidak bisa membahagiakan suaminya."
"Memang istrinya kenapa?"
"Sakit. Ia mengidap penyakit yang membuatnya tidak bisa melayani suaminya. Karena rasa cintanya yang besar, ia melamar saudara sepupunya untuk jadi istri kedua suaminya."
"Apa sepupunya mau?"
"Semula ia menolak. Tapi si istri memohon dengan berbagai alasan. Salah satunya ia bilang tidak rela kalau nanti ia meninggal anaknya memiliki ibu tiri yang tidak jelas."
"Akhirnya dia mau?"
"Kalau kamu menjadi sepupunya apa kamu juga akan mengambil keputusan yang sama?"
"Maksud kakak?"
"Kalau Bunga melamarmu untuk menjadi istri kedua ku, apa kamu akan menerimanya?" Kendra menatap Riana dan menunggu jawaban gadis itu. Riana diam. Susah baginya menjawab pertanyaan Kendra.
"Mbak Bunga kan tidak sakit kak." akhirnya Riana menjawab juga.
"Maksud kakak, jika Bunga yang sakit seperti di novel itu. Apa kamu mau menerimaku sebagai suamimu?"
__ADS_1
"Kalau situasinya sama dengan di novel, mungkin Ri juga akan mengambil keputusan yang sama. RI juga tidak mau keponakan Ri diasuh oleh wanita yang tidak menyayanginya."
"Kalau Bunga tidak menderita penyakit tapi dia ikhlas berbagi suami denganmu, apa kau akan menerimaku sebagai suamimu?" kali ini pertanyaan keluar dari dalam hati Kendra.
Riana menatap Kendra. Karena mereka duduk bersebelahan, ia bisa melihat wajah Kendra dari dekat. Riana terbius oleh wajah tampan Kendra yang diterangi lampu taman itu. Riana lalu menunduk. Ia sangat gugup. Riana tidak tahu kenapa Kendra bertanya begitu.
"Kak! Aku mau masuk!" Riana berdiri. Saat akan berjalan, kakinya malah tersandung kaki Kendra. Alhasil tubuhnya tidak seimbang dan akan jatuh. Kendra dengan sigap menangkapnya. Ia lalu memeluk tubuh Riana.
"Tolong aku Ri. Aku sudah tidak bisa melihat Bunga sebagai istriku lagi sejak malam kemarin." bisik Kendra.
"Kak!"
"Ri, sejak aku melihat tubuhmu kemarin. Bayanganmu selalu menggangguku." Kendra seperti hilang akal. Ia mendekap Riana dengan erat. Rasa sakit dan kecewanya membuat jiwanya lemah.
"Kak!Lepaskan!" Riana berontak. Tapi kekuatan tubuh kecilnya tidak sebanding dengan kekuatan Kendra.
"Kak! Kumohon lepaskan! Jangan sampai rasa hormatku pada kakak hilang."
Kendra melepaskan dekapannya. Namun tangannya masih melingkar di pinggang ramping Riana.
"Pikirkan apa yang tadi aku tanyakan padamu. Aku ingin menikahimu." Kendra lalu mengecup kening Riana dan melepaskan tangannya. Ia lalu pergi dari taman itu dengan bibir tersenyum.
Riana bengong mendapat kecupan dari Kendra.
*Tidak. Aku harus pergi dari rumah ini. Aku tidak boleh menjadi orang ketiga dalam rumah tangga mereka. Besok aku akan mencari kontrakan saja. Dan aku akan pergi diam-diam. batin Riana.
__ADS_1
...🌹🌹🌹🌹...
Silahkan marah sama Kendra.... tapi jangan sama otor ya... otor nggak salah. otor orang baik. sumpah. 🐷✌✌✌*