
Hampir sebulan Gerry membawa Bunga keliling Indonesia. Ia melakukan apapun yang ia inginkan bersama Bunga seolah olah ini adalah hari hari terakhir mereka bersama.
Terapi Gerry juga berjalan membuahkan hasil meski dilakukan sendiri namun tetap dalam arahan dokter.
Sekarang Gerry sudah mulai bisa berjalan lagi.
Sudah saatnya aku pulang dan menghadapi kenyataan. batin Gerry.
"Sayang, besok kita pulang ya!"
Bunga senang mendengar perkataan Gerry. Ia sudah sangat rindu suasana rumah. Melakukan perjalanan panjang ini sangat melelahkannya.
"Iya Bang. Aku senang sekali kita pulang. Aku sudah rindu rumah kita."
Gerry berjalan mendekat ke Bunga. Di peluknya wanita itu.
"Bang! Kamu. pake parfum apa sih? Kok baunya nggak enak gini? " Bunga mendorong tubuh Gerry. Ia berlari ke kamar mandi karena tiba-tiba perutnya mual saat mencium aroma tubuh Gerry.
Gerry diam mematung. Ia bukan orang bodoh. Ia bisa mengira-ngira apa yang terjadi pada istrinya.
Saat Bunga keluar dari kamar mandi, Gerry mendekatinya.
"Sayang kapan terakhir kau datang bulan. Semenjak kita menikah, kau sama sekali nggak pernah datang bulan kan?
Bunga mengingat-ngingat. Dirinya menikah seminggu setelah masa datang bukannya berakhir. Sampai sekarang mentinya sudah datang lagi. Ini sudah terlambat satu mingguan.
__ADS_1
" Bang, apakah aku hamil? " tanya Bunga. Wajahnya berseri-seri.
Namun tidak dengan Gerry. Ia nampak murung.
"Bang, kau tidak senang jika aku hamil? "
"Tidak, bukan itu. Aku hanya terkejut. Nanti sesampainya di rumah kita periksa ya! " ajak Gerry. Bunga mengangguk.
"Sekarang kau ingin melakukan apa? "
"Aku capek Bang. Sejak kemarin kita sudah berkeliling. Hari ini di hotel saja ya. Istirahat buat persiapan perjalanan besok."
"Baiklah. Istirahatlah. " Gerry melangkah meninggalkan Bunga.
"Abang mau kemana? "
***
Mobil yang membawa Gerry dan Bunga memasuki halaman mansion Gerry.
Seorang pemuda tampan menyambut kedatangan mereka
Gerry turun dari mobil.
"Bang Gerry!" panggil pemuda itu yang langsung memeluk erat Gerry. Gerry balas memeluknya.
__ADS_1
"Kemana saja kau?! Bikin orang khawatir saja! " Gerry memukul lembut bahh Faldi
"Ceritanya panjang Bang. Bang mana istrimu?"
Gerry memutar tubuhnya, ia tidak melihat Bunga. Ia lila jika Bunga tertidur di mobil.
"Ia sedang tidur di mobil. Biar aku bangunkan dulu."
"Eh, jangan Bang. Kasihan. Nanti saja kalau dia banahjn abang bisa mengenalkannya padaku. Ok, Bang. Antar dulu istrimu ke kamar. Ku tunggu di kamarku ya. Banyak yang akan aku ceritakan." Faldi pergi meninggalkan Gerry.
Gerry kembali ke mobil. Dengan pelan ia mengangkat tubuh Bunga dan membawanya masuk ke mansion.
Ia meletakan tubuh itu di ranjang kamarnya. Karena baru bisa berjalan, kaki Gerry tiba tiba tidak kuat menahan tubuhnya yang sedang berdiri condong ke depan, alhasil tubuhnya jatuh menimpa tubuh Bunga.
Bunga kaget dan terbangun. Ia melihat suaminya sedang menindihnya.
"Bang!" panggilnya dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.
"Maaf, aku terjatuh." Gerry bangkit dari atas tubuh Bunga.
"Mandilah, aku akan mengenalkanmu apada adikku."
"Adikmu? Bukankah dia hilang?"
"Aku berhasil menemukannya lagi. Dia masih hidup dan sekarang ada di mansion ini. Bersiaplah. Setelah itu ikut aku ke kamarnya. Kita akan dengarkan ceritanya." kata Gerry.
__ADS_1
Setelah itu aku pasrah keputusan apa yang akan kau ambil Bunga. Tapi kuharap kau tidak mengakhiri pernikahan kita. Apalagi aku yakin sekarang kamu sedang mengandung anakku. batin Gerry.