
Kendra memeriksa dengan teliti perjanjian kerjasama yang dibawa oleh asisten Gerry. Ia tidak mau ada yang terlewat dan akhirnya memberi celah pada Gerry untuk menghancurkan usahanya.
"Bagaimana Tuan?" tanya asisten Gerry.
"Aku sudah mempelajarinya dan setuju dengan tiap poin yang ada dalam perjanjian ini," kata Kendra.
Kendra lalu membubuhkan tanda tangan di samping tanda tangan Gerry.
Ia menyuruh sekretarisnya untuk membuat salinan dari perjanjian itu.
"Bukankah ada dua, mengapa Anda mengcopynya?"
"Saya membaca yang ini. Jadi ini harus saya copy. Dokumen yang satunya nanti akan saya pelajari lagi."
"Itu dokumen yang sama tuan!"
"Iya. Saya hanya tidak ingin ada kesalahan. Berhati-hati hati adalah kewajiban saya."
Hanna datang sambil membawa salinan dan dokumen aslinya. Kendra menyerahkan yang asli kepada asisten Gerry.
"Baiklah. Saya permisi," asisten Gerry lalu meninggalkan kantor Kendra.
...***...
Di tempat lain.
Gerry sedang duduk di atas kursi kerjanya. Ia memandang foto keluarganya yang ada di meja kerjanya.
Gerry meraih ponselnya dan mengirim pesan kepada Faldi.
*Liburan pulanglah. Aku ada kejutan untukmu yang pasti akan membuatmu bahagia.*
Gerry tersenyum setelah mengirim pesan itu kepada Faldi.
__ADS_1
"Kita lihat saja Kendra. Apakah Bunga masih tetap berada di sisimu setelah dia pulang. Bunga sangat mencintainya. Kau harus tahu itu, Kendra," batin Gerry.
drt drt drt
Ponsel Gerry bergetar saat sebuah pesan masuk.
Gerry membukanya.
*Tuan. Saya sudah menemukan dimana mereka tinggal*
Tulis orang suruhan Gerry untuk mencari alamat rumah Kendra. Selama Kendra menjadi asistennya dulu, Kendra tinggal di apartemen, bukan di rumah peninggalan orang tuanya yang sekarang ia tempati bersama Bunga.
Gerry: Kirim lokasinya!
Sebentar kemudian, Gerry menerima balasan dari pesan yang ia kirim. Gerry berdiri dan melangkah keluar dari kantornya.
Siang itu, Bunga sedang berada di teras sambil bermain dengan Zidane. Anak itu sudah bisa merangkak.
"Mereka bahkan sudah memiliki anak. Bunga kau semakin cantik. Aku sungguh tidak rela melihatmu bahagia bersama Kendra. Aku mencintaimu. Aku berjanji akan menjadikanmu wanita yang paling bahagia di sisiku. Tunggu aku, Bunga," batin Gerry sambil terus mengawasi Bunga.
Gerry lalu mengeluarkan poselnya dan mengambil foto Bunga dari jauh. Ia memperbesar lensa kameranya sehingga foto Bunga yang sedang tersenyum nampak jelas.
Gerry lalu mengirim foto itu ke Faldi. Ia berharap Faldi akan terpengaruh dan segera pulang. Gerry ingin menjadikan Faldi sebagai penyebab rusaknya hubungan Kendra dan Bunga.
Di tempatnya, Faldi membuka pesan dari Gerry.
Ia terpana melihat foto Bunga yang dikirim Gerry.
"Semakin mempesona," gumam Faldi sambil tersenyum.
Faldi belum tahu jika Bunga telah menikah dengan Kendra.
Ponsel Faldi bergetar. Ia melihat ada pesan lagi dari Gerry.
__ADS_1
Gerry
Pulanglah! Dia menunggumu. Aku sudah mengikhlaskannya untukmu. Awalnya dia milikmu dan akan kembali menjadi milikmu.
Faldi
Sungguh? Apa aku bisa mempercayaimu, Bang?
Gerry
Tentu. Pulanglah!
"Baik, Bang. Aku akan pulang. Akan aku ambil lagi apa yang menjadi milikku," gumam Faldi. Ia lalu mengambil tas dan memasukkan barang barang pentingnya.
Kemudian Faldi memesan tiket penerbangan melalui aplikasi online.
"Bunga! Sayang! Tunggu aku. Aku sangat merindukanmu,"
Sementara itu Gerry tersenyum jahat karena merasa usahanya akan berhasil.
"Kalian akan berpisah. Jika aku harus memilih, aku lebih rela Bunga bersama Faldi daripada bersama penghianat macam dirimu, Kendra,"
Gerry lalu menyalakan mesin mobilnya dan berlalu dari depan rumah Kendra.
...🌹🌹🌹...
**Vote vote vote
like like like
coment coment coment
Tinggalin jejak please.... 🥰🥰🥰**
__ADS_1