Cinta Berjarak Lima Tahun

Cinta Berjarak Lima Tahun
Kepergian Bunga


__ADS_3

Bunga berlari ke dalam kamar. Ia mengambil barang barang penting miliknya lalu memasukannya ke dalam tas.


Bergegas Bunga turun dan keluar dari mansion itu.


Sementara itu, karena rasa bersalahnya telah membuat hubungan kakak dan adik berantakan, Kendra bermaksud mengundurkan diri sebagai asisten Gerry.


Pagi itu ia dalam perjalanan ke mansion Gerry untuk menyampaikan maksudnya dan memberikan surat pengunduran dirinya.


Di jalan Kendra melihat Bunga yang sedang berlari sambil membawa tas.


Kendra menepikan mobilnya, dan keluar.


"Bunga, kau mau kemana?"


"Aku mau pulang Mas." jawab Bunga sambil. menangis.


"Masuklah, aku akan mengantarmu!"


Bunga masuk ke dalam mobil Kendra.


"Kenapa pulang sendiri? Nggak minta diantar Gerry?"


"Mas Kendra, Bunga ingin pergi. Bunga sudah tidak kuat lagi. Dia menyiksaku." Bunga menangis.


Kendra memegang kemudinya dengan kuat.


Apa Gerry kembali menjadi orang yang temperamental.


"Apa dia memukulmu?"


Bunga menggeleng, Kendra menarik nafas lega. Namun jawaban Bunga selanjutnya sukses membuatnya syok.

__ADS_1


"Dia memperkosaku dengan brutal."


Bagaimana bisa? bukankah mereka sumi istri.


"Bukankah dia suamimu? Bagaimana bisa disebut pemerkosaan? "


"Dia melakukannya dengan paksaan dan sangat kasar mas. Dia menyakitiku. Dan lagi Faldi... aku tidak mau lebih membuat Faldi sakit hati dengan kebersamaanku dan Gerry."


"Sekarang kau mau kemana?"


"Aku tidak tahu. Yang penting pergi jauh dan tidak bisa di temukan oleh Gerry ataupun Faldi."


"Kebetulan, aku juga ingin meninggalkan mereka. Meski kesannya aku tidak bertanggung jawab, karena apa yang terjadi diantar kalian, aku turut andil di dalamnya. Kau ikut aku saja. Kita pergi ke tempat yang tidak bisa dijangkau oleh mereka berdua. Tapi sebelumnya, ke kantor dulu. Aku mau memberikan surat pengunduran diriku."


Bunga mengangguk.


Mereka menuju perusahaan Gerry. Setalah menaruh surat pengunduran diri di meja Gerry, Kendra keluar.


"Untuk apa mas?"


"Gerry bisa melacak kita melalui ponselmu. Lebih aman kita tinggalkan barang barang yang ada hubungan dengan mereka. Barang apa saja yang Gerry berikan padamu. Lepaskanlah. Kalau itu berharga, jual saja. Aku takut dia memasang pelacak pada barang barang itu."


Sekian lama menjadi asisten Gerry, Kendra paham betul kemampuan Tuan mudanya itu.


Setelah merasa aman, mereka kemudian melaju menuju tempat yang jauh dari ibu kota.


*


*


*

__ADS_1


*


Gerry masih belum menyadari kepergian Bunga. Setelah melampiaskan kemarahannya kepada Bunga yang berakhir dengan tamparan di pipinya, Gerry memilih melakukan olahraga di arena gym mansion itu.


Setelah lama berolah raga dan merasa amarahnya sudah mulai reda, Gerry keluar. Ia berpapasan dengan Faldi yang hendak pergi ke dapur. Mata mereka saling menatap tanpa kata.


Saat Faldi hendak melanjutkan langkahnya, Gerry menegurnya


"Lepaskan dia Fal! Dia istriku sekarang!"


"Jika kau tidak membohonginya, dia tidak akan jadi istrimu. Karena yang ada di hati dan pikirannya adalah aku. Kau yang harus melepaskan dia!"


Gerry mengepal, bagaimanapun yang diucapkan Faldi adalah benar. Tapi ia tidak mungkin bisa melepaskan Bunga.


"Fal, dia sedang mengandung anakku."


"Tidak masalah, aku akan merawatnya seperti anak kandungku."


"Fal! Sampai kapan kita harus begini!"


"Abang yang membuat semuanya jadi begini!!! Abang egois. Abang memikirkan kebahagiaan abang sendiri."


"Fal, tidak bisakah kau berdamai dengan kenyataan. Kenyataannya dia istriku sekarang.!


Gerry mencengkeram krah baju Faldi.


Faldi menarik tangan Gerry dan menghempaskan nya.


"Bang, saat aku menderita antara hidup dan mati. Cintanyalah yang membuatku ingin berjuang. Janjiku padanya yang membuatku bertahan. Sekarang abang memintaku melepaskan dia begitu saja?! Bunuh aku saja, Bang!"


Faldi lalu meninggalkan Gerry yang terdiam.

__ADS_1


__ADS_2