Cinta Berjarak Lima Tahun

Cinta Berjarak Lima Tahun
Kau sakit Bang..


__ADS_3

Faldi menghentikan pukulannya saat melihat Kendra sudah babak belur. Darah keluar dari pelipis dan bibir Kendra yang sobek.


Faldi terduduk di sebelah Kendra.


"Bang!" suara Faldi parau.


"Apa kau sudah puas? Kalau belum lakukan lagi. Abang ikhlas."


Faldi tertawa pilu.


"Buat apa Bang. Nggak akan merubah segalanya."


"Apa kau sangat mencintainya? Tidak bisakah kau melepasnya untuk kakakmu? Membiarkan mereka berdua bahagia? Kau masih muda Fal. Jalanmu masih panjang."


"Aku akan coba Bang."Faldi lalu merebahkan tubuhnya di lantai memandang ke langit malam. Matanya terpejam.


Pagi hari.


Bunga bangun dari tidurnya, ia mendesis saat merasakan tubuhnya kesakitan. Semalam Gerry melakukannya dengan sangat kasar. Bunga merasakan sangat nyeri di bagian intinya. Ia bangkit dan berjalan ke kamar mandi. Ia tidak peduli pada Gerry yang saat itu sudah tidak ada di ranjang.


Di kamar mandi, Bunga melihat pantulan tubuhnya di cermin. Banyak noda nisa merah kebiruan di tubuhnya. Ia melihat lehernya, ada belas gigitan. Bunga merabanya dan terasa perih. Bunga lalu berend dalam bathup untuk menghilangkan penatnya. Air hangat membantunya sedikit rileks. Bunga memejamkan matanya.


Selesai mandi Bunga lalu melaksanakan sholat. Kemudian ia turun dan membuka pintu depan. Bunga terkejut karena saat membuka pintu, Faldi sudah berdiri di hadapannya. Mereka saling tatap. Bunga melihat tatapan rindu pada mata Faldi.

__ADS_1


"Bunga!" Faldi memanggil Bunga lirih. Ia mendekat dan merengkuh Bunga ke dalam pelukannya., "Jangan berontak. Biar begini, sebentar saja!" bisiknya di telinganya Bunga. Ada nada kesedihan pada suara Faldi. Bunga memejamkan mata. Sejujurnya ia merindukan dan mendambakan pelukan ini. Tapi statusnya sekarang adalah istri orang.


"Faldi, ini tidak pantas. Aku istri kakakmu." Bunga berkata tanpa berusaha melepas pelukan Faldi. Ia berharap Faldi mau melepaskannya.


"Bukankah kau menikahinya karena mengira dia adalah aku. Jadi dalam harimu, akulah suamimu."


Bunga menelan salivanya. Kata kata Faldi benar, aku menikah dengan Gerry karena ku anggap dia adalah Faldi Jadi apa hukum pernikahan kami? Sahkah?


Tiba tiba tubub Faldi semakin berat.


"Faldi?! Kau kenapa?!"


"Bunga, tolong bawa aku ke kamari Aku tidak kuat!Tubuhku sangat lemas."


Bunga terus memapah Faldi menuju kasurnya. Ia berusaha membaringkan Faldi. Dengan hati-hati Bunga melepas sepatu Faldi dan menyelimutinya.


"Jangan pergi. Kumohon." Faldi menarik tangan Bunga hingga tubuh Bunga jatuh menimpa badannya. Faldi memeluk erat Bunga.


Bunga menangis di dada Faldi.


Mendengar Bunga menangis, Faldi bangkit. Diangkatnya kepala Bunga. Ia lalu mengusap air mata Bunga. Memandang wajah cantik Bunga membuat Faldi lost control. Bibirnya menyergap bibir Bunga lembut. Bunga memejamkan matanya menikmati ciuman pria yang sangat ia cintai.


Gerry mengintip perbuatan mereka dari sela pintu yang memang tidak tertutup dengan rapat. Tangannya mengepal dengan keras.

__ADS_1


Perempuan rendah. Apa hukuman semalam tidak membuatmu kapok. Kau perlu mendapat pelajaran lagi. Tunggu saja nanti.


Gerry lalu pergi meninggalkan kamar Faldi.


Bunga menarik dirinya dari pelukan Faldi. Ciuman mereka terlepas.


'Ini tidak benar. Aku istri kakakmu, Faldi." Bunga berlari meninggalkan Faldi.


Bunga berlari ke taman samping rumah. Ia menghirup nafas dalam dalam mengusir kegalauan dan kesedihannya.


'Apa yang harus aku lakukan. Apa aku harus berdamai dengan kenyataan bahwa Gerry lah suamiku sekarang? Tapi itu akan membuat hubungan kakak dan adik hancur. Aku harus pergi dari sini. Aku tidak bisa memilih salah satu diantara mereka berdua. Aku harus cari waktu yang tepat untuk pergi. Naufal.. ia pasti bisa menolongku. Jika saatnya tepat aku akan mengubungi nya.'


Bunga ingin kembali ke dalam rumah, ia berbalik dan melihat Gerry yang tengah menatapnya dengan pandangan membunuh.


Gerry mendekati Bunga dan mendorongnya hingga membentur tembok. Ia langsung mencium bibir Bunga dengan paksa. Bunga menggigit bibir Gerry.


"Kau menolak ku?! Kau menikamto ciumannya tapi menolak coumanku?! apa ciumannya lebih nikmat ha?!"


Gerry kembali memaksa Bunga, Bunga mendorong tubuhnya lalu menampar Gerry.


"Kau keterlaluan Bang. Kau yang salah tapi kau menghukumku dengan kejam. Kau sakit Bang!! "


Bunga lari masuk ke kamar meninggalkan Gerry yang tertegun karena mendapatkan tamparan Bunga.

__ADS_1


__ADS_2