Cinta Berjarak Lima Tahun

Cinta Berjarak Lima Tahun
Pertemuan Kendra dan Gerry


__ADS_3

Kendra menunggu kedatangan utusan dari perusahaan Gerry di kantornya. Ia sudah mengirim pesan jika dirinya menerima tawaran kerja sama itu.


tok tok tok


Pintu terbuka.


"Pak, tamunya sudah tiba!" kata sekretaris Kendra.


"Persilahkan masuk!"


Sekretaris Kendra keluar. Kemudian ia kembali masuk sambil membawa tamu Kendra.


"Akhirnya kita berjumpa lagi, Ken!" sebuah suara mengagetkan Kendra. Ia mengangkat kepalanya dan melihat Gerry sudah berdiri di hadapannya.


"Hanna, tinggalkan kami!" perintah Kendra kepada sekretaris nya.


"Baik, Pak!" jawab Hanna.


Setelah Hanna keluar, Gerry mendekat ke Kendra dan melayangkan pukulan ke wajah Kendra. Kendra terhuyung ke belakang, Gerry merangsek maju dan hendak kembali memukul Kendra. Pukulannya kedua ditangkis Kendra. Kendra lalau membalas. Ia menghantam keras pelipis Gerry hingga pria itu terjengkang.


"Kalian penghianat!" teriak Gerry sambil berdiri dan memberikan tendangan ke perut Kendra. Kendra jatuh menimpa meja. Gerry tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dia mencekik Kendra dan menekan tubuh Kendra ke atas meja.


"Dia membencimu!" balas Kendra dengan suara berat karena cekikan di lehernya. Tangannya balas mencekik leher Gerry dan kakinya menendang kaki Gerry hinga tubuh pria itu tidak seimbang. Cekikan di leher Kendra mengendur, Kendra menarik tangan Gerry, memutar tubuhnya dan mengunci tangan itu di belakang tubuh Gerry.


"Aku sudah berkali-kali memperingatkanmu untuk jujur. Tapi kamu tetap keras kepala. Tindakanmu melukainya. Bahkan kamu menyiksa tubuh dan batinnya!!" teriak Kendra.


"Aku mencintainya!" teriak Gerry.


"Kamu tidak mencintainya. Kamu mencintai dirimu sendiri. Jika kamu mencintainya, kamu tidak akan membuatnya menderita." kata Kendra.

__ADS_1


Ia lalu mendorong tubuh Gerry ke arah sofa. Gerry terhempas. Ia kemudian berusaha bangkit dan duduk di sofa sambil mengusap bibirnya yang berdarah.


Kendra berjalan ke arah refrigerator dan mengambil es batu. Ia membungkusnya dengan sapu tangan dan menyerahkan kepada Gerry.


Gerry menerimanya dengan kasar. Ia lalu mengompres bekas pukulan Kendra. Kendra juga melakukan hal yang sama.


"Aku ingin menemuinya," kata Gerry.


"Dia tidak mau bertemu denganmu."


Gerry diam.


"Mengapa kamu menikahinya?"


"Aku mencintainya. Kebersamaan kami menumbuhkan rasa cintaku padanya."


"Apa dia juga mencintaimu?"


Gerry tertawa sinis, "Kau mimpi. Dia hanya mencintai Faldi."


"Aku percaya padanya. Dia bilang dia mencintaiku."


"Lalu mengapa dia tidak mau menemuiku? Kau pikir karena dia benar benar membenciku? Tidak! Dia takut hatinya goyah lagi. Bagaimanapun dengan melihatku, ia akan teringat Faldi."


Kendra diam.


Gerry kembali tersenyum sinis melihat Kendra mulai ragu.


"Aku akan membuatmu berpisah dari Bunga. Apa yang telah kau lakukan padaku, akan aku kembalikan padamu," batin Gerry.

__ADS_1


"Kenapa diam? Apa kau tidak mempercayai ucapanku?"


Kendra tersenyum, "Aku percaya pada istriku. Aku tidak meragukannya sedikitpun."


"Apa dia mau kau sentuh?" tanya Gerry.


Kendra memandang Gerry. Ia tidak menjawab.


"Kenapa? Apa dia tidak mau kau sentuh? ha ha ha. Dia tidak mencintaimu."


"Kau salah! Aku menjaga perasaannya. Aku tidak menyentuhnya tanpa ijin darinya."


"Jadi benar. Dia tidak mau kau sentuh, hah." Gerry tersenyum penuh kemenangan.


"Dia yang menawarkan dirinya kepadaku. Jadi aku tidak bisa menolaknya. Maaf jika mengecewakanmu!" jawab Kendra membuat mata Gerry membelalak tidak percaya.


"Dusta!" Kata Gerry. Ia berdiri hendak menghajar Kendra lagi namun tertahan oleh ucapan tegas Kendra.


"Tuan Gerry. Jika kedatangan anda hanya untuk mengorek kehidupan pribadi saya, makan mohon maaf, silahkan anda keluar. Namun jika kedatangan anda untuk membicarakan kerjasama yang pihak anda tawarkan, maka saya akan melayani anda dengan baik."


Gerry kembali duduk. Dia tidak pernah menyangka pria yang selama ini bekerja sebagai bawahnya, memiliki kewibawaan yang besar.


"Soal kerjasama, nanti asisten ku yang akan mengurusnya. Kamu tidak perlu khawatir."


Gerry laku berdiri.


"Beri aku kesempatan menemuinya!" pinta Gerry lalu pergi meninggalkan Kendra.


...🌹🌹🌹🌹...

__ADS_1


Tinggalkan jejak ya readers. Dukung terus ya.


__ADS_2