Cinta Berjarak Lima Tahun

Cinta Berjarak Lima Tahun
Selamat Jalan


__ADS_3

Martin berusaha menyadarkan Riana dari pingsannya dengan dibantu seorang perawat.


Riana mulai mengerjakan matanya.


"Ri!Kamu nggak papa?" tanya Martin cemas.


Riana menatap nanar ke arah Martin. Ia berusaha mengingat kejadian sebelumnya. Air mata meleleh di pipinya.


"Kamu kenapa?" Martin cemas.


"Suami mbak Bunga. Ia bilang akan kemari hari ini. Melihat berita kecelakaan pesawat, aku khawatir. Martin bisakah kamu cari info apakah ada diantara penumpang pesawat yang dinyatakan hilang itu nama Kak Kendra!" Riana memohon pertolongan Martin.


"Aku akan telpon Faldi. Dia pasti bisa mencari tahu."Ada nada cemas di suara Martin. Martin kalau menghubungi Faldi dan menjelaskan masalahnya. Selesai menelpon Faldi, ia menenangkan Riana.


"Jangan berpikiran buruk dulu. Belum tentu suami Bunga naik pesawat itu. Kita tunggu kabar dari Faldi. Sebaiknya kamu kendalikan diri apalagi saat bertemu Bunga. Jangan sampai ia ikut cemas dan panik. Kasihan." Martin mengelus kepala Riana. Gadis itu mengangguk.


...***...


Faldi bergegas mendatangi perwakilan maskapai penerbangan yang dikabarkan hilang di bandara. Di sana sudah banyak orang berdatangan dengan tujuan yang sama dengan Faldi. Sebenarnya dengan kekuasaan Tuan Firmandana mencari tahu informasi penumpang pesawat itu sangatlah mudah, namun entah mengapa Faldi ingin datang ke tempat ini. Ia tertegun melihat banyak wajah yang sedih dan cemas mencaritahu tentang kerabat mereka. Faldi seperti bisa merasakan kesedihan mereka.


"Om! Apa Om juga kehilangan keluarga?" Suara lembut menyapanya. Faldi menoleh ke samping. Ia melihat seorang gadis muda yang cantik dengan mata sembab sedang menatapnya.


"Hm. Ya!" jawab Faldi pendek.


"Orang tua Om?" gadis itu kembali bertanya.


Apakah aku sudah kelihatan tua hingga dipanggil om. batin Faldi.


Faldi kembali melirik gadis yang duduk di sebelah nya.


"Abangku." Faldi melihat gadis itu menganggukan kepalanya, "Kamu?"


Mendapat pertanyaan Faldi gadis itu justru menangis. "Mama dan papa. Mereka pergi untuk urusan bisnis. Sekarang malah tidak akan kembali. Aku terus bagaimana?" Pundak gadis itu bergetar dan tiba-tiba tubuhnya lemas dan ambruk ke arah Faldi.


"Eh!!! " Faldi kaget. Faldi menahan tubuh gadis itu. Ia berdiri masih dengan memegang bahu dan kepala si gadis. Faldi merebahkan tubuh gadis itu di kursi. Faldi clingukan mencari bantuan. Ia lalu beranjak menuju kearah salah satu karyawan kantor maskapai itu.

__ADS_1


"Mbak ada yang pingsan di sebelah sana!" Faldi. mengajak wanita itu ke tempat ia meninggalkan gadis tadi. Faldi terkejut, saat ia kembali gadis itu sudah tidak ada.


"Mana yang pingsan mas?"


"Mm tadi ada disini mbak. Mungkin sudah sadar dan pergi."


Wanita itu lalu meninggalkan Faldi.


"Kemana dia? Masa bisa sadar secepat itu." gumam Faldi heran. "Sudahlah. Bagus kalau dia sudah sadar." Faldi lalu pergi menyeruak kerumunan orang untuk. mencari info tentang Kendra.


"Maaf mbak. Apa ada penumpang dengan nama Kendra Winata."


Perempuan yang ditanya Faldi mencari di komouternya.


"Maaf Pak. Kami turut berduka." jawaban wanita itu.


Faldi syok. Jadi benar bang Kendra ikut menjadi korban. Faldi sangat terpukul. Kendra adalah orang terdekatnya sebelum ia menikah dengan Bunga. Faldi sudah menganggap Kendra sebagai kakaknya.


Dengan gontai Faldi melangkah meninggalkan kerumunan orang yang masih menunggu kabar keluarganya.


Faldi berusaha menguatkan diri. Ia lalu menghubungi Martin dan menginfokan tentang Kendra.


Faldi duduk dengan lemas di kursi tunggu bandara. Kedua tangannya menutupi wajahnya. Tubuhnya bergetar. Ia menangis.


Di tempat tersebunyi, sepasang mata mengawasi Faldi.


Kau sangat sedih mengetahui kalau aku jadi korban pesawat yang jatuh itu. Fal... terbuat dari apa hatimu. Aku sudah mengambil perempuan yang kamu cintai. Alih-alih kamu membenciku, kamu malah begitu peduli padaku. Fal mungkin kini saatnya aku mengembalikan apa yang pernah ku ambil. darimu. Dengan berita kematianku, Bunga pasti bisa melepasmu tanpa rasa sakit. Kejadian ini meski. kebetulan, mungkin jalan yang diberikan untuk kita. Maafkan aku.


"Paman!" suara seorang gadis membuat Kendra menoleh. Gadis yang merupakan anak dari sepupunya.


"Ayo pulang!" ajak gadis itu sambil. menggandeng tangan Kendra.


...***...


Selama beberapa hari berita tentang pesawat yang hilang itu terus menghiasi layar kaca. Nama-nama korban juga telah diumumkan. Kendra menjadi salah satu korbannya.

__ADS_1


Riana dan Martin yang berusaha keras menutupi kenyataan dari Bunga, tak lagi bisa berkata-kata saat Bunga menyaksikan sendiri berita itu di TV


Bunga langsung pingsan mendapat kabar kalau suaminya telah tiada.


"Kenapa kalian membohongiku?" tangis Bunga saat sadar.


"Mbak. Maaf. Kami hanya tidak mau mbak semakin tertekan. Zidane belum benar-benar sembuh dan sekarang malah... " Riana menggantung ucapannya. Ia tak kuasa melanjutkannya melihat kondisi Bunga.


"Maaasss." tatap Bunga. Riana memeluknya. Martin memandang mereka dengan sedih.


"Maas. Kenapa nasibmu malang sekali. Kau pergi bahkan tanpa mengucapkan pesan apapun untukku. Dan jasadmu juga tidak bisa ku makamkan dengan layak." Tangis Bunga semakin kencang.


"Maaa! " terdengan Zidan bersuara. Bunga menoleh. Ia melihat mata Zidan menitikan air mata.


"Zidan kenapa? Apa Zidan sakit?" tanya Bunga sambil mengusap air matanya, lalu mendekat ke Zidan.


"Papa!" ucap Zidan lirih. Bunga memeluk anaknya. Ia menahan diri agar tidak menangis.


"Papa sedang dalam perjalanan nak." kata Bunga menghibur Zidan. Bunga mengusap pipi Zidan.


"Jangan menangis. Nanti papa sedih lihat Zidan nangis." Bunga kembali menghibur Zidan. Ia melingkarkan tangannya pada tubuh mungil itu.


Mas. Semoga kau tenang di sana. Maafkan aku jika selama menjadi istrimu aku bukanlah istri yang baik. Mas. Cinta dan kebaikanmu akan aku bawa sebagai kekuatanku menjalani hari tanpamu.


Riana berdiri menatap keduanya dengan linangan air mata. Ia menoleh saat bahunya ditepuk Martin.


Riana segera menghambur ke pelukan Martino dan menangis di dada kekasihnya itu.


...🌹🌹🌹...


Semoga menghibur.


Author mohon maaf jika endingnya nanti mungkin tidak sesuai dengan harapan pembaca. Tapi percayalah, endingnya sesuai dengan halunya author hehehe


Jangan lupa dukungannya

__ADS_1


__ADS_2