Cinta Berjarak Lima Tahun

Cinta Berjarak Lima Tahun
Pulang ke Jakarta


__ADS_3

"Sayang!Kembali ke Jakarta yuk!" ajak Kendra pada Bunga saat mereka sedang bersama untuk kedua kalinya saat malam hari.


Bunga diam. Dia hanya membenamkan wajahnya di dada Kendra.


"Sayang, apa kau masih takut bertemu Gerry? Bukankah kalian sudah pisah dan kamu istriku sekarang. Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan."


"Aku hanya ingin hidup tenang mas, dan itu kayaknya akan susah ku dapat jika aku kembali ke lingkungan itu."


"Kamu tidak yakin padaku?"


"Bukan begitu. Kehidupan kita di sini meski sederhana tapi menenangkan mas. Dan aku bahagia."


Kendra mendekap Bunga erat.


"Tapi mas nggak bisa berbuat banyak di sini. Usaha mas nggak bisa berkembang. Mas khawatir dengan masa depan kita."


"Apa mas Kendra yakin kalau kita kembali ke Jakarta, usaha mas akan membaik."


"Iya. Aku sudah dapat tawaran dari teman. Itulah sebabnya aku mengajakmu kembali. Tapi kalau kamu enggan aku tidak akan memaksamu."


"Terus bagaimana dengan mas Kendra?"

__ADS_1


"Mungkin kita akan berjauhan. Aku harus berusaha demi masa depan kita Bunga. Aku seorang suami sekarang. Aku bertanggungjawab terhadap kebahagiaan kalian."


"Mas kebahagiaan tidak ditentukan materi kan?"


"Aku tahu. Tapi apa selamanya kita akan ngontrak? Belum lagi jika nanti ada anak lagi. Kebutuhan kita pasti akan bertambah. Aku juga ingin bisa memberikan kehidupan yang nyaman buat kalian."


"Baiklah Mas. Aku akan ikut kemanapun mas Kendra pergi."


"Jadi kamu setuju?" ada binar di mata Kendra saat mendengar kata kata Bunga.


"Iya. Aku nggak mau jauh darimu. Aku takut ketemu Gerry tapi lebih takut pisah denganmu mas. " kata Bunga.


"Benarkah itu?" Kendra mengangkat dagu Bunga sehingga ia bisa memandang wajah cantik yang tengah berbaring dalam dekapan nya itu


"Iya Mas. Jika aku membiarkanmu berangkat sendirian ke Jakarta, aku takut kamu nggak akan kembali ke sinj." Bunga berkata sambil membelai dada Kendra dengan jarinya. "Aku takut kalau tergoda cewek Jakarta yang modis dan cantik cantik itu."


"Bunga, apa kamu benar benar mencintaiku?"


"Mas Kendra masih ragu? Bukankah aku sudah membuktikannya."


"Bukti?"

__ADS_1


"Iya. Aku sudah menyerahkan tubuhku padamu. Itu bukti kalau aku mencintaimu."


"Ku pikir itu ucapan terima kasih karena selama ini aku menjagamu."


Bunga mencubit perut Kendra. Kendra mengaduh. Ia memegang tangan Bunga yang mencubitnya lalu mencium tangan itu.


"Sayang. Minta buktinya lagi ya!" kata Kendra langsung mengubah posisi tubuhnya dan tubuh Bunga.


Akhirnya Bunga harus kembali memberikan bukti cintanya pada Kendra.


...***...


Hari-hari berikutnya diisi Kendra untuk persiapan mereka kembali ke Jakarta. Kendra memasang kasur di kursi belakang kemudian agar si bayi dan ibunya bisa tiduran sehingga tidak terlalu capek selama perjalanan.


Usaha Kendra yang ada di kota kecil ini di pasrahkan kepada orang kepercayaannya. Kendra akan memantau dan mengurusnya dari Jakarta.


Pagi ini mereka sedang berpamitan kepada para tetangga dekatnya. Tampak beberapa ibu tidak kuasa menahan tangis saat harus berpisah dengan pasangan muda itu. Mereka merasa kehilangan tetangga yang baik.


"Jaga diri kalian baik-baik. Sekali waktu berkunjunglah kemari. Dan semoga kalian sukses di Jakarta!" pesan Pak Imam. Orang yang paling dekat dengan keluarga Kendra.


"Aamiin. InsyaAllah Pak, jika ada waktu kami akan berkunjung ke sini."

__ADS_1


Kendra dan Bunga lalu masuk ke mobil. Kendra lalu mengemudikan mobil itu meninggalkan kota yang telah menyatukan dirinya dan Bunga.


...🌹🌹🌹...


__ADS_2