
Sore harinya Kendra pulang kerja seperti biasa. Sikapnya sudah berubah. Ia tidak lagi ketus dan kasar pada Bunga.
Malam ini mereka makan malam bertiga.
"Oh ya. RI, di perusahaan apa kamu bekerja?" tanya Kendra.
"Firmandana grub, kak."
Kendra kaget, ia bahkan tersedak.
"Mas, makanya kalau makan jangan bicara dulu!" Bunga memberikan air minum kepada Kendra.
"Kenapa kakak terkejut?" tanya Riana bingung.
"Itu perusahaan milik Gerry." jawab Bunga.
"Oh. Aku tidak tahu kak." kata Rina salah tingkah.
"Tidak apa-apa. Kamu tidak salah. Kakak pesan, baik-baik kerja di sana ya!"
Riana mengangguk.
Mereka melanjutkan makan.
Selesai makan, Riana membantu bibi membersihkan meja makan.
"RI, duduklah! Ada yang ingin kakak tanyakan." kata Kendra.
"Iya, kak." jawab Riana sambil duduk.
"Bisakah kamu ceritakan bagaimana kamu bisa masuk ke Firmandana grub? Setahu kakak, sangat susah masuk ke sana."
__ADS_1
"Emmm saat itu Firmandan grub datang ke Universitas Riana dan bilang akan mengadakan pelatihan untuk calon tenaga kerja di perusahaan. Dan mahasiswa yang memperoleh hasil terbaik akan langsung diangkat jadi karyawan di perusahaan. Dan alhamdulillah Riana berhasil memperoleh hasil terbaik. Jadi Riana mendatangani kontrak kalau Riana lulus akan bekerja di Firmandana Grup."
"Sejak kapan pelatihan itu?"
"Sebulan yang lalu!"
"Kamu kuliah di mana?"
"Di Universitas Y."
Bukan Universitas ternama. Bagaimana Gerry bisa melakukan kerjasama dengan Universitas tersebut. Dan apakah ini kebetulan kalau yang mereka rekrut adalah sepupu Bunga.
"Terima kasih Ri."
Kendra lalu berdiri dan beranjak ke kamar.
"Mas, kenapa kamu menanyai Riana sedetail itu?" tanya Bunga.
"Mas, merasa ada yang aneh. Selama ini mas tahu, Firmandana memang sering melakukan hubungan kerjasama dengan universitas yang ada di Jakarta. Itu hanya sebatas pelatihan kerja dan tempat magang. Tidak pernah sampai merekrut mahasiswa untuk bekerja di sana. Dan Riana, sepertinya sengaja di bawa ke Jakarta.'
"Sudahlah ini hanya dugaanku saja. Semoga salah."
"Tunggu, apa mas Kendra mencurigai Riana bekerjasama dengan Gerry?"
"Sayang! Tolong jangan salah paham. Ini hanya dugaan, belum tentu benar. Aku khawatir Riana dimanfaatkan Gerry."
"Dimanfaatkan bagaimana?"
"Aku juga tidak bisa memikirkannya. Kita lihat nanti saja. Kita amati perkembangannya dulu."
Kendra membelai wajah Bunga menenangkan istrinya itu.
__ADS_1
"Mas berangkat dulu! Hati-hati di rumah ya."
Kendra keluar dari kamar disertai Bunga yang membawakan tas kerjanya.
Bunga mencium tangan Kendra saat pria itu akan masuk ke mobil.
"Hati-hati mas!" Kata Bunga sambil. melambaikan tangannya.
"Mbak, aku juga pamit mau berangkat kerja!"
Bunga mengangguk. "Ri, apa posisimu di perusahaan itu?"
"Sekretaris muda, mbak." jawab Riana.
"Oh, selamat. Kamu baru bekerja dan sudah mendapat posisi bagus." gumam Bunga.
"Alhamdulillah, mbak. Semua berkat do'a ibuku yang tiada hentinya memohon untuk kebaikanku mbak." Riana lalu melambaikan tangan dan meninggalkan Bunga.
Apakah semua masalah yang kuhadapi ini karena aku tidak minta restu ibu saat menikah dengan mas Kendra? Jangankan minta restu, aku sama sekali tidak memberitahu mereka kalau aku sudah bercerai dengan Gerry dan menikahi mas Kendra. Ibu, ayah, maafkan Bunga."
"Nya! Tuan kecil sudah bangun dan mencari nyonya."
Mbak Ira datang sambil menggendong Zidan yang menangis sambil memanggilnya manggil Bunga.
"Sini anak mama!" Bunga meraih Zidan dari gendongan baby siternya itu lalu menimang nya.
"Zidan mau ketemu uti nggak?" tanya Bunga sama Zidan. Balita lucu itu hanya tertawa mendengar pertanyaan Bunga.
"Mudah-mudahan Mas Kendra mengijinkanku pulang!" gumam Bunga.
...🌹🌹🌹🌹...
__ADS_1
Bagaimanpun juga, restu dan doa orangtua sangat penting bagi anaknya. Yuuk sayangi orang tua kita.
Komen dan like ya.... !