Cinta Berjarak Lima Tahun

Cinta Berjarak Lima Tahun
Kejutan Ulang Tahun Bunga


__ADS_3

Sebulan sudah berlalu sejak Bunga menghubungi Tuan Firmandana. Namun pria itu belum memberikan kabar apapun kepadanya. Dan Bunga pun dengan sabar menunggu.


Sore itu, sepulang kerja, Bunga sedang merapikan kamarnya saat ponselnya berdering. Ia melihat layar dan ada nama Kendra di sana


"Assalamualaikum, mas!"


"Waalaikumsalam, kamu sedang apa?"


"Bersih-bersih mas."


"Jangan terlalu capek!"


"Nggak kok mas. Hanya bersiin almariku. Oh ya mas bolehkan aku merapikan baju baju di almarimu juga?"


"Boleh, tapi ingat jangan memaksakan diri!" Kendra menjeda ucapannya,"Bunga malam ini tidak usah menyiapkan makan malam ya!" lanjutnya.


"Mas Ken nggak akan pulang untuk makan malam?"


"Bukan. Kita makan di luar."


"Oh.. baiklah."


"Ya sudah. Aku tutup dulu. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Tumben Mas Kendra mengajak makan malam di luar. Apa ada hak istimewa ya? batin Bunga.


Bunga lalu meneruskan pekerjaannya.


Malam hari, Bunga sudah siap untuk makan malam. Ia menunggu Kendra di ruang tamu.


"Sudah siap?" kata Kendra begitu keluar dari kamarnya.


Bunga mengangguk.


Mereka lalu berangkat menuju pusat kota.


"Ramai sekali ya mas."


"Tentu saja. Ini kan hari Sabtu, malam Minggu. Kamu tahu artinya?"


Bunga tersenyum.


"Bagi orang malam minggu adalah malam yang ditunggu tunggu. Tapi sejak dulu, bagiku malam minggu maknanya sama saja dengan malam malam lainnya." kata Bunga getir.


"Kenapa begitu? Bukankah kamu juga pernah muda?" tanya Kendra sambil menatap ke jalan fokus mengemudi.


"Sopir dilarang bicara." kata Bunga bercanda.


"Iya nyonya. Tapi janji ya, nanti kamu harus cerita."


"Siap Tuan." mereka berdua lalu tertawa.


Mobil Kendra memasuki pelataran sebuah tempat makan bernuansa alam. Ada banyak gazebo yang terbuat dari kayu beratapkan ilailang yang dianyam. Ada taman dengan suara gemericik air. Udaranya juga sangat sejuk karena banyak tanaman besar di sana. Penataan cahayanya juga sangat romantis.


Bunga menatap takjub tempat itu.


"Ayo masuk!" suara Kendra mengagetkannya.


Bunga mengikuti langkah Kendra. Mereka memilih tempat yang agak terpisah dari gazebo yang lain. Sepertinya ini untuk VIP karena desainnya yang lebih bagus dan unik juga posisinya yang menyendiri.


Setelah mereka duduk, sebentar kemudian pelayan datang membawa makanan.


"Aku sudah memesan sebelumnya." kata Kendra saat melihat Bunga bingung.


"Oh, pantas. Baru saja kita duduk makanan sudah langsung datang. Eh, bukankah ini makanan kesukaanku! Mas, kamu memesan semua makanan kesukaanku?" tanya Bunga.


Kendra tersenyum lalu mengangguk.


"Makanlah dan habiskan!"


"Pasti. Nggak perlu di suruh." kata Bunga yang langsung melahap makanan di hadapannya.

__ADS_1


Kendra tertawa melihat cara makan Bunga.


"Tidak usah terburu buru. Tidak ada yang akan berebut denganmu!" kata Kendra disela sela tawanya.


Bunga tersipu.


Dihadapannya aku tidak perlu menjadi orang lain. Sangat nyaman. batin Bunga.


"Mas nggak makan? " kata Bunga saat melihat Kendra hanya diam memandanginya yang sedang makan.


"Melihat caramu makan, aku sudah kenyang." kata Kendra sambil tersenyum geli.


"Aku memalukan ya mas?"


"Enggak. Wanita hamil memang harus makan banyak. Soalnya ada kehidupan lain di dalam perutnya yang juga butuh asupan makanan. Sudah makan saja!"


Bunga menghentikan makannya.


"Disuruh makan kok malah berhenti?"


"Aku nggak akan makan kalau mas Ken nggak makan."


"Ya sudah. Nih aku makan."


Kendra lalu mengambil makanan dan menaruhnya di atas piring lalu memakannya.


Bunga tersenyum dana kembali melanjutkan melahap makanannya.


"Alhamdulillah, kenyang." kata Bunga sambil. mengelus perutnya yang mulai membuncit.


"Hahaha kamu kebanyakan makan sampai perutmu buncit." ledek Kendra.


Bunga tertawa mendengar lelucon Kendra


"Eh sembarangan, ini bukan karena kebanyakan makan. Ini kebanyakan..... "


Bunga tidak meneruskan ucapannya. Senyum diwajahnya pun memudar.


"Tuh kan. Murung lagi. Hei.. sudah niat move on.. jangan diingat lagi ah!"


"Untuk merayakan sesuatu!" jawab Kendra penuh teka teki.


"Merayakan apa Mas?"


Kendra lalu mengambil sesuatu dari saku jaketnya. Sebuah kotak perhiasan.


"Selamat Ulang Tahun istriku!" ucap Kendra mengagetkan Bunga.


Ya Allah, bagaimana aku bisa melupakan hari ulang tahun ku sendiri. batin Bunga.


"Terimakasih mas."


Bunga menerima kotak itu.


"Buka donk!" perintah Kendra.


Bunga membuka kotak itu dan melihat sebuah gelang yang indah. Gelang itu memiliki mainan berbentuk bunga


"Bagaimana Mas Kendra tahu? Aku saja lupa."


"Aku tahu saat mengurus surat nikah."


"Oh pantas."


"Kamu suka?"


"Suka apa? Hadiahnya? Suka banget mas."


"Kalau sama yang memberi, suka enggak?" Kendra bertanya sambil menatap Bunga.


Bunga gugup ditatap dengan pandangan penuh kasih oleh Kendra.


"Aku..... "

__ADS_1


"Aku apa?" tanya Kendra. Tubuhnya sudah beringsut mendekat ke Bunga.


Bunga benar benar salah tingkah.


Aduh bagaimana ini? kenapa jantungku berdetak cepat sekali dan kenapa aku bisa segugup ini berdekatan dengan Mas Kendra. Dan pertanyaan mas Kendra, apa dia sedang mengungkapkan perasaannya? batin Bunga.


"Kok diem." Kendra makin mendekatkan wajahnya ke Bunga.


"Aku suu.. " Bunga tidak melanjutkan ucapannya karena wajah Kendra sudah sangat dekat hingga hembusan nafas Kendra bisa ia rasakan. Bunga memejamkan matanya karena gugup.


Kendra tersenyum. Tangannya terangkat dan menyentuh bibir Bunga.


"Sudah mau jadi ibu, tapi makan saja masih belepotan." kata Kendra sambil mengusap sisa makanan yang ada di sekitar bibir Bunga.


Bunga kaget. Ia langsung membuka matanya.


"Mas Kendra, kamu mengerjaiku ya!!! " teriak Bunga sambil memukul dada Kendra.


"Hahaha, kamu pikir aku mau ngapain?"


" Ih menyebalkan." muka Bunga merah.


Kendra yang melihat muka Bunga sudah seperti kepiting rebus itu tambah bersemangat menggodanya.


"Kamu kecewa ya, karena aku tidak jadi menciummu?"


"Mas.. apaan sih?! " Bunga semakin malu.


"Kalau begitu sini aku obati kecewanya."


Kendra memegang kedua bahu Bunga dan memutarnya sehingga Bunga menghadap ke arahnya.


"Mas sudah ah."


Bunga menepis tangan Kendra. Mukanya semakin merah.


Kendra tertawa girang.


"Kenapa mas Ken jadi usil dan tengil sih." omel Bunga.


"Karena kamu lucu jika sedang malu. Aku suka melihatnya!"


"Awas ko. Ntar Mas Ken jatuh cinta padaku."


"Emang sudah!" jawab Kendra sekenanya.


Deg.


Bunga terkesima mendengar jawaban Kendra sampai matanya membulat.


Apa aku tidak salah dengar. batin Bunga.


Melihat Bunga diam mematung Kendra mendekatinya dan cup.


Ia mendaratkan ciuman di kening Bunga. Bunga kaget dan segera sadar.


"Sekali lagi selamat ulang tahun. Semoga apa yang kulakukan ini cukup membuatmu melupakan kesedihanmu. Dengan bertambahnya usiamu dan dengan hadirnya bayi dalam kandunganmu, semoga membuatmu semakin tegar menghadapi gelombang kehidupan. Aku akan mendampingimu sampai kelak kamu menemukan orang yang kamu cintai dan yang kamu inginkan untuk mendampingi hidupmu."


Kendra mengakhiri kata katanya dengan senyuman tulus yang amat manis.


"Mas!" suara Bunga bergetar karena haru. Ia reflek memeluk Kendra.


Kenapa kau bicara begitu mas. Apakah kamu ingin meninggalkanku dan menyerahkanku pada pria lain. batin Bunga sedih.


Kendra balas mendekap Bunga. Ia membelai rambut Bunga dan tanpa sadar menciumnya. Matanya terpejam menikmati harumnya rambut Bunga.


*Meski kamu tidak mencintaiku, aku rela mendampingimu hingga kamu menemukan cintamu. kata hati Kendra.


...🌹🌹🌹🌹...


Happy Reading.


Jangan pelit komen, like dan vote ya readers... syukur syukur ada yang ngasih coin 😇😇😇

__ADS_1


Biar semangat terus ngetiknya.


Love you all*.


__ADS_2