
Happy Reading.
Beberapa bulan di Jakarta, hanya Kendra yang sering beraktivitas di luar. Sedangkan Bunga lebih senang berada di rumah menjaga Zidan.
"Kamu tidak bosan di rumah terus?" tanya Kendra, "sekali waktu pergilah jalan-jalan. Zidane juga sudah bisa diajak jalan kan. Bawa mbak Sri untuk menemanimu!"
"Nggak ah, Mas. Aku merasa lebih aman di rumah."
"Aman dari apa? Kamu masih takut bertemu Gerry?"
"Jujur, iya Mas. Kalau pas ada mas Kendra sih nggak papa. Aku takut bertemu dia pas hanya berdua dengan Zidan," jelas Bunga.
"Sayang, sampai kapan kamu akan mengurung diri di rumah karena rasa takutmu itu?"
"Nanti saja kalau mas Kendra sudah tidak sibuk, kita jalan-jalan bersama," kata Bunga.
"Maaf, ya! Mas belum bisa meluangkan waktu buat kalian. Perusahaan mas sudah mulai banyak klien. Jadi mas harus ekstra kerja keras. Nanti jika kondisinya sudah stabil, mas janji akan membawa kalian jalan-jalan."
Bunga tersenyum sambil mengangguk.
"Mas berangkat dulu! Kamu hati hati di rumah!" kata Kendra lalu mencium kening Bunga.
Bunga melambaikan tangan saat mobil Kendra meninggalkan rumah
...***...
Hari sudah malam, Bunga tampak mondar mandir gelisah.
"Mas Kendra kok belum pulang juga ya. Mana ponselnya nggak aktif lagi," gunanya Bunga.
__ADS_1
Ia kembali mencoba menghubungi Kendra tapi tetap saja tidak bisa.
Tin
Suara klakson mobil mengalihkan perhatian Bunga. Ia berlari ke teras. Mobil Kendra masuk ke halaman.
"Ma," sapa Bunga sambil mengambil tas kerja Kendra dan mencium tangan pria itu, "tumben pulang telat?" sambung Bunga.
"Iya.Tadi sedikit lembur." jawab Kendra dengan raut wajah penuh kelelahan. Ia berjalan gontai kemudian menghempaskan tubuhnya di sofa.
Bunga mendekat lalu berjongkok di kaki Kendra.
Bunga melepas sepatu Kendra kemudian membawanya ke dalam. Bunga kembali ke ruang tamu sambil membawa air putih di tangan.
"Minum dulu, Mas!" kata Bunga sambil. menyodorkan minuman yang ia pegang.
Kendra menerima lalu menegaknya hingga tandas.
"Ada apa, Mas? Sepertinya serius," kara Bunga.
Bunga duduk di sebelah Kendra. Kendra merubah posisinya. Kini ia rebahan di pangkuan Bunga. Bunga mengelus lembut kepala suaminya.
"Tadi, saat aku akan pulang, ada utusan dari sebuah perusahaan besar menawarkan kerjasama yang keuntungannya gede banget."
"Bagus donk, Mas. Itu tandanya perusahaan Mas Kendra mulai dikenal. Lalu bagaimana? Apa Mas Ken menerimanya?"
"Belum. Aku minta waktu buat berpikir. Aku tidak mau mengambil keputusan sendiri. Aku butuh pendapatmu." Kendra bicara sambil menatap mata Bunga.
"Kenapa aku, Mas?" tanya Bunga heran.
__ADS_1
"Karena kamu istriku," kata Kendra. Ia memegang tangan Bunga yang ada di kepalanya lalu mengecupnya, "karena kamu istriku dan aku tidak bisa mengecswakanmu," sambung Kendra.
"Mas! Apapun keputusan mas Kendra, Bunga akan selalu mendukungnya."
Kendra bangkit lalu duduk. Ia menatap Bunga.
"Tapi kali ini mas harap kamu benar-benar membantu mas karena perusahaan yang mas bicarakan ini adalah milik keluarga Firmandana. Perusahaan tempat mas dulu bekerja. Perusahaan yang dipimpin oleh Gerry."
Bunga tersentak. Bagaimanapun, Gerry adalah mimpi buruk dalam hidupnya. Tubuh Bunga tegang.
"Sayang!" panggil Kendra, "kalau kamu tidak mau mas Ken bekerjasama dengan dia, mas akan menolaknya."
"Lalu apa akibatnya bagi perusahaan Mas Ken jika menolaknya?" tanya Bunga.
"Mas tidak tahu. Tapi Mas Ken tidak takut. Asalkan hidupmu tenang."
"Mas! Terima saja. Tapi mas hati hati ya. Bunga takut ini jebakan."
"Mas juga mengerti itu. Mas akan buat janji untuk bertemu dengan Gerry. Lebih baik mas berbicara dengannya. Mas nggak bisa terus terusan menghindari dirinya. Kita lihat saja bagaimana sikapnya nanti."
"Kita akan menghadapinya bersama-sama, Mas. Aku akan selalu bersamamu," Bunga memberikan semangat pada suaminya.
Kendra tersenyum. Tangannya membelai wajah Bunga. Lalu ia mendekat dan menyecap bibir istrinya dengan penuh kelembutan.
"Sayang. Aku pengen," bisik Kendra.
"Mandilah dulu. Tubuh mas berkeringat," kat Bunga mendorong lembut tubuh Kendra.
Kendra menggigit bibir Bunga kemudian bangkit sambil terkekeh saat Bunga menjerit lirih karena gigitannya.
__ADS_1
...🌹🌹🌹...
Dukung dengan like comen dan vote ya readers.