Cinta Berjarak Lima Tahun

Cinta Berjarak Lima Tahun
Penguntit Gerry


__ADS_3

"Mas! Hari ini nggak kerja? Kok jam segini masih santai saja?" tanya Bunga yang melihat Kendra belum juga siap-siap untuk berangkat ke kantor. Pria itu masih tetap memakai kaos oblong dan celana pendek yang biasa ia kenakan saat di rumah.


Dia duduk santai di meja makan setelah menyelesaikan sarapannya.


"Entahlah. Hari ini aku merasa enggan meninggalkanmu di rumah sendirian?"


"Kan ada bibi yang menemaniku, Mas!" kata Bunga sambil duduk di samping Kendra.


"Iya. Tapi kalian sama-sama wanita. Aku takut jika terjadi sesuatu, kalian tidak mampu menghadapinya."


"Mas Kendra kok ngomongnya gitu sih? Ingat lo mas, perkataan itu do'a. Jadi ngomong yang baik-baik saja, ya!" katanya Bunga.


"Apa aku perlu membayar pengawal khusus buat jagain kamu?"


"Enggak ah mas. Kalau mas Kendra kerja, terus ada laki-laki di rumah ini, kan nggak banget, mas."


"Ya dia jangan masuk di rumah. Cukup di depan saja kita bangun pos gitu."


"Sudah ada Pak Min kan, Mas!"


"Pak Min kan tidak bisa bela diri. Mas Kend bayar pengawal ya? Nanti dia kita buat pos jaga. Sekalian dia bisa antar kalau kamu mau kemana-mana!"


"Kalau ternyata justru dia yang jahatin Bunga, bagaimana?"

__ADS_1


Kendra diam. Dia memikirkan ucapan Bunga. Mencari seorang pengawal yang bisa dipercaya bukan hal yang mudah. Dia kenal banyak orang dulu saat masih menjadi asisten Gerry. Kemampuan mereka bisa diandalkan tapi apakah mereka juga bisa dipercaya.


"Tuh kan. Mas juga berpikiran sama dengan Bunga kan?"


"Nanti mas cari yang benar-benar bisa dipercaya."


"Mas! Jangan mengkuatirkan Bunga. Bunganya nggak akan kemana-mana dan kalau ada tamu pria, jika mas Kendra tidak di rumah, Bunga nggak akan mengijinkan dia masuk. Jadi insyallah Bunga aman, mas."


Bunga berdiri dan mengelus pundak Kendra. Kendra memutar duduknya hingga menghadap Bunga. Ia memeluk Pinggang Bunga. Bunga saat itu mengenakan kaos ketat yang panjangnya hanya sampai pusat dan celana kolor pendek.


Kendra menatap penampilan istrinya yang menggoda itu.


Tangan Kendra yang ada di pinggang Bunga, menyusup ke dalam kaos dan celana.


"Mas, lepasin ah. Nanti kebablasan lo."


"Memang kenapa? Kita suami istri. Tiap hari kebablasan juga halal kan?"


Kendra sudah tidak bisa menahan lagi. Ia mengangkat tubuh Bunga dan membopongnya ke kamar. Mereka kembali melakukan olahraga ranjang pagi itu tanpa menyadari ada sepasang mata yang terus mengawasi rumah mereka.


Gerry sedang duduk di dalam mobilnya yang sengaja ia parkir agak jauh dari rumah Kendra. Sejak pagi, ia sudah berada di sana menunggu Kendra berangkat kerja. Sudah satu jam ia menunggu, namun ia tidak melihat mobil Kendra keluar dari rumah itu.


"Dasar pemalas. Sudah jam segini juga belum berangkat kerja," gumam Gerry.

__ADS_1


"Apa aku telepon lagi saja ya?"


Gerry mengambil ponselnya dan mencari nomor Kendra. Ia menimbang antara menelpon dan tidak. Akhirnya Gerry memutuskan untuk menelpon Kendra.


Seperti semalam Kendra sedang dalam aktivitas yang tidak mau diganggu ketika ponselnya berdering. Kendra mengabaikannya. Lima kali Gerry mencoba menghubungi Kendra, namun tetap tidak diangkat.


"Ba*gsat! Dia mengabaikan panggilanku. Jangan-jangan dia dan Bunga sedang.."


Gerry memukuli kemudi mobilnya karena merasa sangat kesal. Rahangnya mengeras sehingga otot-ototnya kelihatan.


Gerry lalu menaruh kepalanya di atas kemudi. Saat ia mengangkat kepalanya, tanpa sengaja ia menatap ke kaca spion. Gerry melihat seorang pengendara sepeda motor berhenti di belakangnya namun agak jauh. Pria itu mengenakan celana dan jaket kulit warna hitam. Gerry mengernyitkan dahinya.


"Pengendara motor itu sangat mencurigakan. Apa dia menguntitku?"


Gerry lalu menyalakan mesin mobilnya dan perlahan melakukannya. Dia terus menatap spion untuk melihat apakah dugaannya benar. Kalau pria itu ikut bergerak, berarti dia memang menguntitnya.


Benar saja. Pengendara motor itu ikut menjalankan motornya mengikuti mobil Gerry.


"Oh. Kamu menguntitku. Kita lihat kemampuanmu. Apa kamu masih bisa terus menguntitku." desis Gerry sambil. mempercepat laju mobilnya.


...🌹🌹🌹...


**Nggak bosen authorningatin buat ninggalin jejak ya readers.

__ADS_1


Makasih atas dukungannya**.


__ADS_2