
Pagi sekali sean sudah terbangun dari tidur nya ,, tidur yang sama sekali tak nyeyak. Sean memikirkan istri nya yang dari semalam terus memanggil nama putri nya icha. Sean tahu betul bahwa elmas sangat menyanyangi putri nya itu.
Sebelom mereka menikah dan sebelom elmas mengetahui bahwa icha adalah putri dari sean serta amanda elmas sudah menyanyanginya. Elmas sama sekali tak mengurangi rasa sayang nya meskipun dia tahu baha icha putri dari wanita yang menghancurkannya dulu.
Sean menatap lekat wajah sang istri yang masih tertidur. Wajah ayu nya kini terlihat pucat. Sean merasa iba melihat sang istri seperti itu. Di cium kening sang istri kemudian turun dari ranjang.
Mencuci muka nya di dalam kamar mandi lalu keluar ruangan dan melihat sosok erlan yang terjaga duduk di depan ruangan bersama beberapah orang yang juga terjaga di sana.
" Bos selamat pagi.. ini masih terlalu pagi bos ". Ucap erlan menyapa bos nya ketika bos nya keluar ruangan.
" Aku tak bisa tidur dengan tenang lan. Kau tahu istri ku mengigaui memanggil nama icha terus itu membuat ku sungguh tak tega ". Ucap sean dengan lirik yang sedih.
" Maafkan saya bos jika saya tahu maka saya semalam sudah memberi tahu bos bahwa nona kecil sudah di temukan lokasi nya ". Ucapan erlan membuat sean menatap nya dengan senyum yang mengembang.
" Kau tak lagi hanya mengibur ku bukan lan ". Ucap sean.
" Tidak bos.. semalam anak buah kita yang mengikuti nyoya amanda berhasil menghubungi ku.. dia memberikan lokasi bos.. orang orang kita dari semalam sudah tiba di sana.. sekarang villa itu sudah di penuh oleh orang orang kita bos ".
" Terimah kasih erlan,, kau bisa aku handal kan dalam bentuk apapun ".
" Sudah menjadi tugas ku bos".
Sedangkan sean dan erlan merencanakan penjemputan icha. Elmas yang di dalam tengah tidur terus memanggil nama putri nya icha.
" Icha sayang pulang lah nak.. mami merindukan mu sayang ". Ucap elmas yang masih memejamkan mata nya.
" Ichaa ". Teriak elmas dalam mimpinya dan dengan deraian air mata. Sean yang mendengar suara istri nya berteriak merasa terkejut.
Sean segera masuk ke dalam ruangan di susul dengan erlan dari belakang. Elmas yang terbaring dengan deraian air mata yang sudah membasahi pipinya.
" Hiks ,, hiks ,, hiks ". Suara tanggis elmas.
" Sayang jangan menanggis lagi ku mohon.. air mata mu membuat ku terluka ".
" Icha hubby hiks.. hiks ".
" Lihat aku sayang tatap mata ku.. kita sudah menemukan nya erlan sudah tahu di mana lokisa nya putri kita.. orang orang kita dari semalam sudah mengepung rumah amanda.. jadi ku mohon berhenti menanggis ". Ucap sean membuat elmas berhenti dari tanggisannya.
" Kamu tak lagi menghibur kan hubby ".
__ADS_1
" Tidak sayang.. aku dan erlan akan ke sana hem ".
" Pergi lah hubby jemput icha.. icha pasti takut di sana hubby ".
" Aku kesana sayang tapi nunggu papa richand yang akan menunggumu di sini ".
" Aku bisa sendirian di sini hubby.. aku mohon berangkat lah segera.. biar aku di sini sendirian banyak suster yang akan merawat aku ". Ucap elmas.
" Baiklah aku dan erlan berangkat. Di luar banyak orang kita yang berjaga di depan pintu hem ". Ucap sean membuat elmas menganggukan kepalanya dan tersenyum bahagia.
" Hati hati hubby ". Ucapan elmas membuat sean tersenyum dan mencium kening sang istri.
Sean dan erlan keluar dari ruangan dan para penjaga di sana sudah siap di posisinya.
" Aku dan erlan akan pergi jaga istri ku jika terjadi apa apa kalian akan aku bunuh dan satu lagi jika ada masuk katakan dulu pada istri ku.. jika ada yang memeriksa nya ikut lah kedalam.. kalian paham ".
" Paham bos ". Ucap para penjaga itu dan sean serta erlan pergi menjemput icha.
Sean menghubungi sang papa richand sama sekali tak ada jawaban karna sang papa berada di dalam kamar mandi. Sedangkan menghubungi prilly serta bean juga tak ada jawaban. Akhir nya sean berhasil menghubungi nur.
" Sean ada apa.. apa terjadi sesuatu ". Ucap nur ketika menjawab panggilan dari sean.
" Tak terjadi apapun nur.. tapi tolong temani elmas di rumah sakit.. aku dan erlan menjemput icha ".
" Kami sudah menemukan lokisa nya semalam. Jadi aku mintak tolong temani elmas di rumah sakit dan katakan pada yang lainnya ".
" Aku akan kesana sekarang sean dan akan aku sampaikan ".
" Teri- "
Tut
Tut
Tut
Nur segera mengakhiri panggilan tersebut tanpa menunggu sean berbicara lagi. Nur merasa lega dan berita icha ketemu harus segera di sampaikan. Sedangkan sean merasa kesal karna dia belom selesai bicaranya.
" Kenapa bos pasti di putus sepihak obrolannya ". Ucap erlan yang masih fokus mengemudi.
" Kau sudah hafal betul tentang wanita yang bernama nur ". Ucap sean.
Erlan tak berani menjawabnya karna perkataan tadi membuatnya terjebak oleh pertanyakan dari bos nya.
" Aku tak masalah jika kau mempunyai hubungan dengan siapa pun lan. Jika kau senang maka aku juga ikut senang. Jadi jangan sungkan mengatakan apapun pada ku tentang apa yang ada di dalam hati mu ". Ucap sean.
__ADS_1
" Baik bos ".
Sedangkan mereka berdua di dalam perjalanan. Amanda yang tak tahu bahwa di luar villa nya sudah di kepung di semua bagian sudut merasa sangat tenang. Amanda menyiapkan sarapan untuk nya dan putrinya.
" Mungkin jika aku dari dulu seperti ini maka aku dan sean tak mungkin berpisah ". Ucap amanda.
Amanda menangkap sosok putri nya keluar dari kamar dengan menggunakan baju yang di berikan oleh nya semalam.
" Selamat pagi putri kesayangan mami ". Ucap amanda sedangkan icha tak menjawab hanya diam seribu bahasa.
" Mami sudah siapkan sarapan.. ayo di makan sayang ". Ucap amanda tetapi icha juga belom ada niatan menjawab ucapan dari ibunya.
Gadis kecil itu tengah berfikir bagaimana memberi kabar pada sang daddy nya. Di dalam tas sekolah nya sudah ada nomer ponsel nya sean serta opa nya. Tapi icha harus mencari cara mengambil ponsel milik mami amanda.
" Sayang kau mau susu atau jus ". Icha tetap menikmati makanan itu dan tak ingin menjawab ucapan dari mami nya.
" Cukup icha apa kau tak mempunyai mulut hingga kau tak mau menjawab ucapan dari mami mu haa ". Teriak amanda dan membuat icha tersentak kaget.
" Aku mau pulang.. aku gak mau di sini ". Ucap icha dengan berteriak juga.
" Aku mami mu.. ibu mu.. yang mengandung mu 9 bulan.. yang menyusuimu dari bayi.. tapi kau malah tak peduli dengan mami mu.. kau peduli dengan mami tiri mu.. yang akan membuang mu ketika bayi itu lahir ". Ucap amanda dengan rasa geram nya.
" Mami ku tak akan seperti itu.. mami elmas sangat menyanyangiku lebih dari siapa pun.. bahkan ibu kandung ku pun tak menyanyangi ku lebih dari mami elmas ".
" Cukup icha ". Ucap amanda dengan berteriak. " Cukup.. kau sudah keterlaluan kau anak kecil tidak tahu apapun.. aku dan daddy mu berpisah karna elmas yang merebut nya dari ku.. elmas di tengah tengah keluar kecil kita ".
" Kau bohong mii.. kau tak pernah pulang meskipun mami elmas tak ada di sebelah daddy.. aku pun sakit waktu mami tak hiraukan aku waktu itu ". Ucap icha juga.
" CUKUP !! Masuk dalam kamar mu icha.. MASUK ". Ucap elmas dengan teriak dan icha sudah lari masuk kedalam kamar.
Sedangkan yang di luar merasa bimbang ketika mendengar suara kedua wanita itu berteriak.
Sean dan erlan masih belom tiba di villa yang di maksud anak buah nya.
" Apa masih jauh ". Ucap sean
" Sebentar lagi bos ".
" Bagimana bisa icha di bawah ke tempat ini dam jauh seperti ini.. apa icha tak memberontak sama sekali ". Ucap sean.
" Nanti kita tanyak kan bos pada nona kecil. Tapi yang jelas nona kecil memberontak bos ".
" Awas saja jika terjadi apa apa dengan icha ". Ucap sean geram membayangkan putri nya.
Sean dan erlan tiba di sana. Villa yang mereka tujuh tak jauh dari tempat erlan berhenti dan benar sean melihat banyak orang orang nya yang sudah mengepung setiap sudut di luar rumahnya.
__ADS_1