
Zen hanya mendengarkan cerita dari alicia, ia tak bicara sama sekali, ia terdiam, mencernah setiap kata alicia yang menceritakan masa lalu istrinya. Meskipun ia terdiam tapi nampak jelas raut kemarahan nya, nampak jelas ia mengertakan gigi nya menahan amarah nya.
Tsya hanya menunduk tak berani menatap suami nya yang sedang menahan amarah nya sedari tadi. Tsya terdiam, membeku di tempat seakan ia patung hidup, ia juga tak mencelah ketika alicia menceritakan masa lalu nya yang kelam.
Tsya hanya merasa bodoh terjebak dalam lingkaran hitam, memakai narkob* untuk kesenangan nya, tsya merasa malu sungguh malu, ia merasa kecil hati, masa lalu nya lebih hina di banding suami nya.
Sedangkan ke tiga laki laki yang lain juga menahan amarahnya mendengar semua cerita dari alicia. Alicia tahu segala nya karna dialah orang terdekat tsya dari dulu hingga sekarang.
Alicia selesai menceritakan nya, melihat semua wajah mereka yang tegang dan memerah karna rasa marah nya, alicia saja yang bercerita dan sudah ada di sana waktu itu, masih saja tetap marah, padahal dia sudah membunuh empat orang tersebut.
“ tinggalkan aku dan istri ku..” perkataan zen membuat semua orang di sana merasa merinding, terdengar suara zen yang dingin serta mata elang nya yang menatap mereka.
“ tuan..” panggil malik yang mengerti perasaan bos nya sekarang.
“ aku tak akan bicara dalam dua kali..” zen bicara tanpa melihat ke arah mereka, dalam hitungan menit mereka meninggalkan ruangan tersebut. Kini hanya tersisa zen serta tsya yang duduk di ranjang pasien.
‘ habislah aku’ batin tsya dengan memejamkan mata nya.
Zen hanya menatap lekat lekat wajah istri nya yang nampak polos, tapi di balik ke polosan tersebut tersimpan banyak sekali misteri yang menakutkan di pundak nya selama nya.
“ apa yang dikatakan alicia tadi benar?, tak ada kebohongan di sana..” zen bertanyak dengan sangat hati hati.
Tsya menatap zen dengan tatapan tanda tanyak, ia menatap mata suami nya dengan lekat. “ bagaimana bisa kau bertanyak bahwa tak ada kebohongan di setiap cerita nya. apa kau pikir alicia dan aku mengarang cerita memalukan seperti itu..” nada tsya meninggi.
“ bukan seperti itu maksud ku sayang.”
“ lalu seperti apa maksud mu, aku ingin tahu..” tsya tetap memakai nada tinggi nya, ia tak habis pikir bahwa suami nya mengira itu hanya karangan belaka.
Zen menggengam tanggan tsya dengan lembut, mata mereka bertatapan dengan tatapan yang hanya mereka yang tahu. “ aku hanya bertanyak, apa tak ada yang kalian sembunyihkan lagi dari ku. aku ingin tahu semua masa lalu mu sayang, hanya itu..” zen bicara dengan suara lembut, sedangkan tsya hanya menutup rapat rapat bibirnya.
“ tak ada lagi, hanya itu masa lalu yang kelam..” jawab tsya dengan suara yang pelan tapi masih terdengar oleh zen.
__ADS_1
“ sayang, aku akan mencari tahu keberadaan marcel, kau bisa melakukan sumpah mu itu..” suara zen kembali dingin.
“ kamu tak marah pada ku?”
“ marah?, tentu saja tidak sayang. Itu hanya masa lalu bukan, setiap orang memiliki masa lalu masing masing. Aku menerimah semua nya, dari segi masa lalu mu, terkelam sekali pun..” zen bicara dengan menatap istrinya dengan lekat.
Tsya hanya membeku tak mengatakan apapun, tsya menarik tanggan suami nya hingga bibi* mereka bertemu dengan sempurna, tsya meluma* lembut bibi* suami nya dengan penuh rasa cinta.
Zen tentu saja tak melepaskan tsya begitu saja, ia membalas apa yang sepantas nya di balas. Ia membalas nya dengan ******n yang begitu memburuh. Ciuma* yang lembut kini menjadi ciuman yang panas serta menuntut lebih.
Zen menempelkan badan nya mereka dengan jarak begitu dekat, dengan masing saling meluma*, saling bertukar salvinanya, tanggan tsya sudah di kalungkan ke leher suaminya.
“ jangan mengoda ku sayang..” zen menghentikan ciuman tersebut karna ia sadar bahwa saat ini istrinya sedang tak boleh melakukan hal itu.
Tsya hanya tersenyum dan memeluk suaminya, menyembunyikan kepalanya di ceruk leher suaminya. Tsya menginggitnya pelan, menghisap nya, agar meninggalkan bekas kemerahan, ia sengaja meninggalkan tanda tersebut.
Sedangkan zen hanya menikmati sentuhan bibir istrinya, ia hanya bisa membiarkan istrinya meninggalkan tanda tersebut sesuka hati nya.
“ agar semua orang tahu bahwa kau memiliki seseorang di sini..” jawab tsya dengan tertawa, dan mereka sama sama tertawa.
*****
Sedangkan di ruangan tsya, malik,briyan,aiden serta alicia sedang menyusun rencana untuk mencari tahu keberadaan musuh dari nyoya muda nya.
Meskipun tuan nya tak mengatakan apapun lagi, tapi mereka semua sudah tahu dari mata nya yang melihat mereka semua, terutama malik, ia paham betul isyarat yang di berikan bos nya meskipun itu dari mata ataupun pergerakan jari bos nya.
“ kita harus mendapatkan laki laki brengse* ini..” malik bicara dengan mata yang mengotak atik ponselnya menghubungi ITE mereka.
“ bahkan aku sudah menyiapkan racun ku..” timpal alicia dengan senyum miring di bibirnya.
“ jangan salah sasaran nona, racun mu bisa membunuh kita..” briyan bicara dengan ngeri membayangkan jika alicia salah sasaran.
__ADS_1
“ tenang tuan, aku selalu mempunyai penawar racun nya..” alicia menjawab dengan santai.
“ jadi kau juga bisa membuat penawar racun?” briyan penasaran dengan apa yang dikatakan barusan.
“ iya tapi tak sepunuhnya bisa aku buat.”
Malik yang masih mengotak atik ponsel nya menunggu jawaban dari orang orang nya, sedangkan aiden terdiam membersihkan pistol nya.
“ kita menemukan nya..” kata kata malik dapat respon yang mengembiran dari orang yang mendengarnya. “ kita harus menyusun rencana yang tepat..” sambungnya lagi.
“ kali ini dia tak akan bisa lari..” timpal alicia dengan tersenyum di bibirnya.
“ alicia kali ini kau tak bisa ikut dengan kami..” tiba tiba aiden mematahkan semangat alicia, dan alicia mengerutkan keningnya karna aiden melarangnya.
“ kenapa?” jawab alicia dengan penasaran.
“ ini urusan para laki laki, jadi kau wanita di larang ikut..” jawab aiden dengan tersenyum.
“ apa kau lupa wanita di sebelahku ini, bahkan bisa membunuh musuh kita dalam hitungan detik..” jawab briyan yang penasaran juga.
“ kita bisa memintak racun nya tanpa harus melibat kan para wanita..” aiden menjawab nya dengan santai.
“ kau tak bisa melarang ku aiden..” bentak alicia dengan nada marah.
Malik yang mendengar suara bentakan dari alicia sempat terkejut dan menatap ke arah nya. “ sudah jangan bertengkar, kali ini biarkan ini menjadi urusan para laki laki nona, jika kita sudah membekuknya ku serahkan dia pada kalian semua..” malik menghentikan pertengkaran mereka dan alicia hanya diam tak mengatakan apapun, mereka semua memathkan semangat alicia yang dari tadi semangat menangkap nya.
_______
Selamat pagi semua nya selamat melakukan aktifitas kalian di hari rabu ya gaes
jangan lupa like atau komen
__ADS_1
kasih vote atau hadiah juga ga pa pa
makasih para sayang ku