Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
CLBK2_ Cemburu Buta 2


__ADS_3

“ katakan ada apa, kenapa kau tiba tiba seperti ini..” tanyak tsya dengan sinis, ketika mereka sudah duduk berhadapan dengan tubu* telanjan* mereka. Zen tak menjawab nya hanya menundukan kepalanya tak berani menatap mata istri nya yang ia yakin mata istri nya sudah terpancar ke marahan.


Meskipun tadi tsya sempat menanggis tapi hanya sebentar, ia sudah menjadi garang lagi setelah ia berhasil melepaskan diri dari kungkunga suami nya.


“ katakan zen ada apa, jangan pura pura bisu atau tuli..” bentak nya lagi dan zen tetap tak menjawab nya. “ cemburu, kau cemberu dengan exel bukan..” sambung nya dengan tetap bernada tinggi dan itu di angguki oleh zen adtya adam.


“ astaga kau tetap cemburu dengan exel hubby?”


“ bagaimana aku tak cemburu, kalian tertawa bersama ketika aku tak ada.”


“ apa di rumah ini hanya ada aku, apa rumah ini tak ada cctv nya dan aku yakin semua cctv di rumah ini sudah terpasang di ponsel mu..” tebak tsya dengan menatap zen dengan tatapan dingin dan zen tak menjawab nya.


“ kau terlalu cemburu buta hubby, sudah ku katakan aku tak akan tergoda dengan dia, meskipun dia pernah mencintai ku.”


“ tapi aku tetap takut kau berpaling dari ku?”


“ apa aku wanita yang mudah tergoda hubby, aku tahu batasan nya, kita sudah ber rumah tangga aku tak mungkin melakukan hal konyol yang membuat kita berpisah, percayalah, aku hanya mencintai mu tak ada yang lain di hati ku, kau cinta pertama dan terakhir ku hubby, kau jiwa ku sekarang..” ungkapan tsya membuat zen dengan melunak, rasa cemburu nya seakan hilang begitu saja, rasa takut nya kini lenyap seakan terlepas dari pundak nya.


Zen memengang tanggan tsya dan mereka saling bertatapan, mata yang begitu tulus terpancar jelas di mata mereka, saling mencintai. “ aku mencintai mu sayang, lebih mencintai mu, aku tak akan bisa hidup tanpa mu sayang.”


Tsya dengan segera meluma* bibir suami nya begitu gemas karna rasa cemburu buta nya suaminya begitu mengelikan. Zen tentu saja bahagia karna wanita nya yang sekarang menjadi istri nya memulai lebih dulu untuk mencium nya.


Tsya dan zen saling meluma* begitu lembut, saling membalas, saling bertukar salvina nya, saling melilitkan lida* dengan posisi tsya yang sudah duduk di pangkuan suami nya dengan berhadapan. Tanggan zen yang sudah meremas benda kenyal yang menempel di dada bidang nya.


Ciuman yang lembut kini menjadi ciuman yang penuh gairah dan ciuman yang menuntut untuk menyelesaikan hasrat mereka berdua, pantat tsya seakan merasakan ada sesuatu benda telah berdiri dengan tegak yang sempurna.

__ADS_1


Ciuman itu kini turun ke leher mulus istrinya, menginggitnya pelan hingga meninggalkan bekas kemerahan, zen sedikit mengangkat tubuh istrinya agar memudahkan nya untuk memasuki tubu* istri nya yang masih tetap duduk di pangkuannya.


“ kali ini kamu yang harus memimpinnya sayang..” zen yang bicara ketika benda tersebut masuk dengan sempurna.


Tanpa waktu lama tsya dengan tempo yang pelan naik turun kan badan nya hingga benda yang di bawah juga ikut bergoyang, zen yang bersandar pada ranjang bagian bawah, hanya bisa mendesa* menikmati permainan istri nya yang di berikan.


Semakin lama tsya semakin mempercepat tempo nya, dengan menciu* bibi* zen, tak butuh lama terdengar desahan panjang menandahkan bahwa wanita nya telah mengeluarkan sesuatu yang begitu hangat di benda zen yang begitu keras.


Tsya lemas dan menempelkan kepala nya pada ceruk leher suami nya dan mengatur nafas nya. zen dengan pelan membaringkan tubuh istri nya dan memasuki nya lagi, memaju mundurkan dengan tempo sedang, kadang juga begitu pelan, kadang begitu cepat, hingga membuat istri nya hanya bisa mendesa* menikmati permainan panas mereka.


Zen membalikan badan tsya lalu memasuki tubu* istri nya lagi dengan memunggungi zen, memompa nya dengan segera, membuat tsya dengan segera kembali bergairah lagi, desahan demi desahan kini memenuhi kamar indah tersebut, saling menyebutkan nama, saling menyatakan cinta, hingga mereka tiba di puncajk gairah mereka berdua.


“ hubby aku segera keluar, arghh..” desaha*n tsya ketika ia ingin mengeluarkan cair*n cinta nya.


“ tunggu sayang, kita keluarkan bersama..” jawab zen dengan memompa nya begitu cepat. “ arghhh..” desahan panjang mereka terdengar begitu merdu di telingga mereka.


“ aku harap segera hadir calon bayi kita di sana sayang, agar kamu tak bisa lari dari ku..” kata zen di telingga tsya.


“ ada bayi atau tidak, aku tak akan lari dari mu hubby. Kau yang akan lari jika aku tak segera mengandung anak mu..” tanpa tsya sadari ia mengatakan hal itu.


Zen mencium punggung istrinya yang masih telanjan*, cup, cup !! “ aku tak akan meninggalkan mu sayang, aku begitu mencintai mu, tapi jika ada anak di antara kita, rumah tangga kita akan sempurna.”


Deg!! Perkataan zen seakan meremas hati tsya, siapa yang tak ingin memiliki bayi, siapa yang tak ingin menjadi seorang wanita yang sempurna, ia ingin menjadi wanita yang sempurna, ia ingin rumah tangga sempurna.


Sempurna hanya milik tuhan, ia hanyalah manusia yang kadang memiliki tak kesempurnan bukan.

__ADS_1


‘ kita tak akan sempurna dan kau akan meninggalkan ku suatu hari nanti’ batin tsya


“ aku mencintai mu hubby, aku menerimah takdir ku, aku menerimah semua yang tuhan tuliskan untuk kita berdua.”


“ bahkan aku lebih mencintai mu sayang..” jawab zen.


“ kau serakah hubby.”


“ aku, aku tidak serakah.”


“ kalau tidak serakah apa nama nya hubby, itu mu sudah berdiri lagi, bahkan kita baru selesai..” oceh tsya ketika ia menyadari bahwa sesuatu yang lemas tadi kini kembali tegang, setelah mendengar pernyataan dari istrinya bagian tubuh zen yang berada di bawah seakan tersentuh dan dengan segera tegang kembali.


“ apa kamu tak menginginkan nya sayang..” zen yang bertanyak dengan sedikit mengoda punggung istri nya mengunakan lida* nya dan tsya hanya bisa mendesa* dan menikmati sentuhan suami nya yang mengoda nya.


Zen yang melepaskan tubuhnya dan mengangkat tubuh istri nya tapi tetap posisi memunggungi nya, wajah zen begitu dekat dengan benda yang bawah, menj*la* nya hingga membuat tsya tak percaya apa yang di lakukan suami nya. tsya ingin menolak nya tapi semua sudah terlanjur ia lebih memilih menikmati apa yang di lakukan hubby aku- aku ingin keluar..” desahan tsya membuat zen semakin mempercepat godaan nya, hingga membuat tubuh istri nya bergetar begitu hebat.


Zen dengan cepat membalikan tubuh istrinya dan memasuki tubuh istrinya, saling mengeram, saling mendesa*, saling menikmati, seakan tak ada hari esok, cukup lama mereka bercinta* hingga mereka berdua saling mengeram panjang mendandahkan mereka berdua menyudahi percinta* mereka. Zen mengeluarkan caira* itu lagi tepat di dalam.


Hari ini adalah har yang melelehkan bagi mereka berdua, tenaga mereka terkuras habis karna pertempuran mereka, meskipun harus ada drama cemburu buta.


_____


Tap jempol kalian ya sayang


Kasih komen, jadikan favorit, vote juga ga pa pa

__ADS_1


makasih


__ADS_2