Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
CLBK2_ Sensitif


__ADS_3

" kamu tetap tak boleh menginap di rumah ayah sayang.." zen segera mengatakan ketika tsya masuk kedalam kamar mereka.


" kau melupakan perjanjian kita hubby.." ara menyilangkan tangannya.


" persetan dengan perjanjian itu."


" sekarang kau marah lalu dimana kamu tadi waktu aku mengatakan semuanya?"


" sayang bukannya aku mengira kamu gila, aku hanya ingin memastikan bahwa semuanya baik baik saja. Hanya itu tak ada yang lebih."


" kau bahong zen."


" tak sopan memanggil suami mu dengan nama ms adam."


Tsya tak peduli ia melangkahkan kakinya menuju lemarinya, mengambil kopernya entah kenapa berada didekat zen serasa ia ingin selalu marah marah pada dirinya. Padahal jika dipikir suaminya hanya melakukan hal yang baik, tapi seakan ucapannya terbantahkan oleh sikap tsya yang tak mau mendengar nasehat apapun.


Zen tentu saja merebut paksa kopet tersebut. Menggendong tubuh istrinya dengan memanggul, meletakkan tubuh istrinya di kasur, dan zen segera menindih tubuhnya istrinya siku digunakan untuk menopang tubuhnya agar tak sepenuhnya berada di atas tubuh istrinya.



" apa yang kamu lakukan hubby.." ara melotot ketika zen berada di atas nya.


" aku merindukan istriku, merindukan desahan nya, merindukan bibirnya yang selalu memanggil nama ku ketika ia berada di bawahku.." zen mengatakan nya dengan lembut. Mata zen sudah mulai sayu.


" zen di bawah banyak orang, jangan gila kamu.." tsya mendorong pelan tubuh zen tapi tetap saja zen tak bergeming.


" mereka akan tahu apa yang dilakukan suami istri jika berada di dalam kamar berdua."


" minggir hubby.." tsya tetap menyuruh zen untuk menyingkir dari atasnya.


" apa kamu tak merindukan ku?"


" tidak karna kamu menyebalkan.." jawab tsya dengan mengalihkan pandangannya.


" kita lihat kau merindukan ku atau tidak.."


Sedetik kemudian bibir mereka sudah menempel sempurna, bibir mereka telah bersatu dengan lembut. Zen menurunkan ciumannya ke arah leher, menggigit nya dengan pelan hingga meninggalkan bekas yang banyak di sana.

__ADS_1


Tsya hanya bisa menahan tubuhnya, ketika suaminya memberikan godaan yang menerjang seluruh tubuhnya.


" kau sudah basah sayang, dan kamu tak mengakui bahwa kamu merindukan ku.." zen berkata dengan menyentuh bagian bawah tsya yang masih dilapisi kain segitiga berwarna merah.


" aku tak merindukanmu karena kamu menyebalkan.." jawaban tsya hanya dibalas dengan senyuman.


Mata mereka bertemu, saling berkabut gairah, saling melepaskan rindu, nafas mereka memburu ketika zen menyatukan tubuh mereka. Saling menyebutkan nama mereka, saling mengatakan rindu saling menyatakan cinta membuat mereka berdua bertambah semangat membakar api gairah mereka berdua.


Tak butuh waktu lama mereka berdua sama sama mencapai apa yang mereka lakukan. Saling mendesah panjang, tubuh mereka bergetar bersama, mereka telah mencapai puncak permainan yang mereka ciptakan.


Kini mereka berdua masih saling mengatur nafas mereka. Menyeka keringat yang keluar karena kepanasan. Padahal kamar mewah ini hawa dingin dari AC cukup membuat mereka kedinginan, tapi permainan panas tadi seakan hawa AC tak ada artinya lagi.


Sedangkan di bawah ruangan tamu. Ian tengah mengamuk di sana karena bos mudanya telah ditemukan mati dengan luka tusuk di bagian perutnya yang banyak.


" sudah ku katakan bukan, sembunyikan marcel dengan benar jangan membuat kesalahan, kau yang bodoh tak mendengarkan ucapanku.." alicia bicara dengan santai meskipun ia tengah di todong pistol di kepalanya.



" seharusnya kalian tak membunuhnya, kalian seharusnya menunggu ku datang.." bantahan dengan bergetar.


" apa kau sudah melupakan sumpah tsya ian?"


" jika di tak dibunuh, maka tsya yang akan mati. Kau tau apa yang dia lakukan pada nona muda kami he.." pertanyakan alicia hanya di balas gelengan oleh ian. " dia hampir melecehkan tsya lagi, kau dengar bahkan dia tak bisa jauh dari otak kotornya itu.." sambungnya.


" turunkan senjatamu, jangan main main dengan senjatamu itu.." aiden kini bicara dengan beberapa anak buahnya juga menodongkan pistol yang mengarah pada tubuh ian.


" kalian takut aku membunuh wanita ini ha.." bentaknya. " dimana hati kalian waktu membunuh tuan ku.." sambungnya lagi.


****


" sayang aku lapar.." rengek tsya yang masih didekap erat oleh zen.


" kamu lapar lagi, padahal kita baru sarapan dan seingat ku kamu makan banyak tadi."


" entahlah yang jelas aku sangat lapar, kau membuat ku kelelahan apa kau lupa dokter mengatakan bahwa aku tak boleh lelah.." tsya cemberut dengan memajukan bibirnya.


__ADS_1


" baiklah, kita bersihan diri lalu kita turun untuk makan.." dan tsya hanya menganggukan kepalanya.


Setelah selesai mereka dengan segera turun kebawah. Mereka berdua mendengar keributan yang dari ruang tamu. Tsya dan zen melihatnya melupakan perut tsya yang sudah berbunyi dari tadi.


" wouw.." tsya mengeluarkan suaranya hingga membuat semua orang disana menatap ke arah nya dan zen yang berjalan menghampiri mereka. " kita kedatangan tamu ternyata.." sambung tsya dengan santai.


Ian yang sudah di penuh amarah ketika melihat tsya datang, mengarahkan pistolnya ke arah tsya hingga membuat semua orang disana mengangkat senjatanya kembali, begitupun juga dengan alicia yang mengarahkan pistolnya di kening ian, karna jarak mereka sangat dekat.


" siapa dia.." bisik zen pada istrinya.


" lelaki bodoh yang tak pandai menyembunyikan sampah."


" tutup mulutmu."


" kau yang tutup mulut. Siapa dirimu ha berani membentak istriku, kau tak tau kami rupanya.." bentak zen seketika.


Amarah bosnya membuat semua orang disana maju dengan mengangkat senjatanya, terdengar suara pistol yang akan siap menembak.


" jika kalian menembak ku maka ku pastikan peluruh ku juga akan menembak nona muda kalian.." ian berkata dengan lantang, ia sudah dibalut amarah karena melihat tuan muda nya meninggal dengan penuh luka tusuk tadi pagi.


Tsya hanya tertawa mendengar ucapan dari laki laki yang menjadi asisten dari orang yang telah ia bunuh. " apa yang kau lakukan di sini. Kau ingin menuntut balas atas kematian marcel, tuan muda mu itu.." tsya menekan kata kata nya hingga membuat zen mengerti bahwa laki laki yang di depannya itu adalah orangnya marcel.


" kenapa kau harus membunuh tuan marcel nona, kenapa kau tak menunggu ku agar ia selamat dan tak meninggalkan saya."


" ketika aku menunggu mu maka nyawa ku sendiri yang akan melayang. Apa kau lupa dengan sumpah ku."


" tidak, saya tidak melupakan sumpah itu nona tsya."


" kau sudah kuberi kesempatan untuk menyembunyikan nya bukan. Sudah empat tahun kau menyembunyikan nya dan aku selalu berkata jika aku bertemu dia maka nyawa nya adalah milikku.." kata kata tsya begitu santai.


Dor !! Satu tembakan yang membuat keributan di sana.


______


Pembaca yang bijak harus meninggalkan jejak ya, like atau komen


Dikasih vote juga ga pa pa, kasih hadiah juga boleh kok.

__ADS_1


Mampir juga di cerita wanita nakal, banyak adegan dewasa hehehehehe


Makasih.


__ADS_2