
Tiga hari berlalu semenjak tsya mendengar pembicaran dengan malik, kini ia sedang berada di apartemen nya yang lebih dekat dengan perusahannya. Tsya memang tinggal sendiri di apartemen dan zen tentu saja ia tak tahu bahwa tsya sekarang berada di apartemen nya, karna zen dari semalam berada di markasnya untuk melihat kondisi orang orangnya yang terluka.
Kebetulan hari ini adalah hari weekends, jadi ia sengaja untuk bermalas malam dan tetap merebahkan tubuhnya di kasur empuknya dengan tanggan yang mengotak atik ponselnya.
Tak berselang lama terdengar suara dobrakan pintu depan yang membuat tsya mengerahkan ekor matanya dan telingganya untuk mendengarkan nya.
“ kalian cari wanita itu, kita harus mendapatkan wanita itu bagaimana pun cara nya..” ucap salah satu orang yang memakai penutup wajahnya.
“ shit kenapa harus menganggu hari santai ku..” umpat tsya yang segera turun dari kasurnya dan mengambil pistrol serta pisau lipatnya yang berada di nangkas sebelah kasurnya dan beberapah suntikan yang sudah terisi obat di dalamnya.
Tsya dengan pelan berjalan menujuh toiletnya. “ kalian masuk kedalam kamar kamar, kita harus membawahnya agar kita tak di bunuh oleh tuan zen..” kata kata orang itu.
‘ apa hubungan nya dengan zen ‘ batin tsya yang bertanyak sendiri.
Ketika seseoran masuk kedalam toilet kamar tsya untuk mencari keberadaan tsya dengan segera ia menodohkan pistol tepat dari arah belakang yang membuat orang itu terdiam.
“ jangan bersuara jika kau bersuara peluruh ku akan tembus ke otakmu..” bisik tsya ketika orang itu terdiam.
Tsya dengan segera memberikan suntikan lumpuh tepat di area lehernya hingga ia langsung terjatuh. “ cih kau ingin menyerang ku tapi kau sudah jatuh dengan satu suntihkan..” umpat tsya dengan berjalan keluar.
Dor
Satu tembakan yang salah sasaran mengenai tembok sebelah tsya yang ia lewati. “ aku ketahuan sial..” kata tsya dengan mencari tempat sembunyi.
Orang orang itu dengan segera mencari tsya yang bersumbunyi, dan satu orang yang berdiri di depan tsya yang sedang bersembunyi, dengan segera tsya menusuk tepat jantungnya hingga membuat nya segera terjantuh dan dengan sedikit kejang.
__ADS_1
Tsya menendang pistol yang berada di tanggan lawan nya, menginjak dadanya hingga membuat musuhnya segera tewas sekitika. “ ayo sayang keluarlah, jangan main petak umpat dengan kami..” ucap pimpinan tersebut.
Tsya yang mendengarnya segera berlari menjauh dari korban dan bersembunyi lagi, hingga dua orang yang berada di dedan tsya dengan memunggunginya, tsya mengunakan kedua tanggan nya yang satu nya mengunakan suntikan dan yang satunya membawah pisaunya, secara bersamaan tanggan itu dengan sigap mengenai sasaran nya.
Hitungan menit kedua orang itu sudah lumpuh dan mungkin satunya tewas. “ untung aku tadi sempat membawah beberapah jarum suntik..” katanya dengan berjalan melangkahi mayat tersebut. “ tinggal satu lagi, cih hanya lima orang yang ingin menangkapku..” kata tsya dengan berhenti ketika sebuah pistol mengarah di kepala belakangnya.
“ jangan bergerak nona, aku bisa langsung membunuhmu saat ini..” kata orang yang tak di kenal oleh tsya. “ cih mereka mati sia sia, hanya menangkap satu wanita saja mereka sudah kalah..” sambungnya dengan senyum tipis.
“ sial..” umpat tsya dengan pelan dan ia tak bisa bergerak karna pistol itu berada di kepalanya.
“ saya tak akan menyakitimu nona jika anda bisa bekerja sama dengan kami..” katanya lagi dengan sudah berada di dedap tsya.
“ kau ingin mengajak ku bekerja sama untuk hal apa..” tanyak tsya dengan tetap tenang.
“ menghancurkan zen adtya adam..” perkataan orang tersebut sungguh mengelikan bukan, ia ingin menghancurkan tunangannya.
Plak
Tamparan yang keras melukai ujung bibir wanita yang sedang di todongkan pistol di keningnya, darah segar keluar sedikit dari bibir ranumnya. Tsya mengusapnya dengan jemarinya. “ kau hanya berani dengan pistol di tanggan mu, hadapi aku face to face, buka tutup muka mu..” dan tsya dengan sigap menahan tanggan lawan nya yang ingin menamparnya lagi, hingga ia merasakan kesakitan dan tanggan satunya untuk menahan pistol di kepalanya untuk di ahlikan dari kepalanya.
Satu tendangan yang kuat mengenai sasaran tepat di **** ***** musuhnya hingga ia berjatuh dengan menyentuh alat kelaminnya. “ sialan akan ku bunuh kau wanita jalan*..” teriak kesakitan orang tersebut.
Tsya dengan cepat menembahkan pistolnya kearah kaki orang tersebut.
Dor
Dor
__ADS_1
“ auwhhh..” teriak nya lagi dan tsya menginjak kaki yang telah ia tembak tadi dengan kuat. “ auwhhhhh..” teriakan kesakitan yang tsya dengar, darah segar segera berkeluaran dengan derasnya membasahi kaki mungil nya tsya.
“ aku tak tahu siapa kalian dan masalah apa dengan tunangan ku, tapi jika kalian mengunakan aku sebagai kelemahan zen, kalian salah..” kata tsya dengan tetap menginjak kaki musuhnya dan laki laki tersebut hanya meringis menahan kesakitannya. “ kalian akan mati di tanggan ku, kalian pikir mudah menangkapku he..” sambungnya lagi. “ katakan siapa yang menyuruh kalian..” tsya yang bertanyak dengan pistol di tanggan nya.
“ aku.. ta...k tahu.. kami.. hanya di suruh..” jawabnya dengan terbatah batah menahan rasa sakit.
“ aku tak percaya, katakan siapa yang menyuruhmu ha..” bentak tsya dengan seketika. “ jika tidak kau katakan keluarga mu akan aku habisi.”
“ jangan non...a biar..kan mereka hidup tena...ng..”
“ maka katakan siapa yang menyuruhmu, maka aku ijinkan kau hidup..” kata tsya dengan suara lembutnya. Tsya yang berjongkok di didepan nya dan sebuah pisau yang ia mainkan di area wajah penjahat yang sedang tergeletak di lantai.
“ mr.. an..drew hu..” sebuah nama yang dia katakan membuat tsya terdiam, bahkan ia tak mengenal nama itu. ‘ mungkin rekan bisnis ‘ batin tsya.
Dan dalam hitungan menit tsya menancapkan pisau tepat dijantungnya dengan memutar pisau tersebut membuat laki laki di depan nya merasakan kesakitan yang begitu hebat dan mata nya yang melotot kearahnya dan darah keluar dari mulutnya dengan banyak.
“ sampah tak berguna harus di bereskan kan..” kata tsya yang berdiri ketika menarik kembali pisau tersebut dan menginjak dada laki laki tersebut, memastikan agar ia bener tewas.
Dengan kaki serta tanggan yang penuh darah ia memvidio korban yang tewas di tanggan nya, tsya dengan segera mengirim ke zen. Sedangkan zen yan mendapatkan vidio penuh darah dengan rasa cemas nya segera menghubungi wanitanya.
📞 “ tsya kamu dimana sayang..” suara zen yang penuh khawatir.
📞 “ aku di apartemen ku..” kata tsya dengan santai yang duduk di sofa nya.
📞 “ kirim alamatnya aku kesana sekarang.”
📞 “ hmm datanglah dan bereskan sampah sampah ini..” jawab tsya dan segera mengakhiri panggilan tersebut.
__ADS_1