
Sedangkan di kediaman sean. Mama mertuanya merasa kesal karna sean tak pulang semalam an. Padahal dia sudah merencanakan agar sean dan amanda bisa menghabiskan waktu bersama.
" Nona icha." Panggil sang kakak pengasuh.
" Iya kak." Jawab icha. Icha yang lagi ber malasan di rumah menjadi enggan untuk keluar kamar.
" Nona di tunggu nona elmas di rumahnya. Jiko nona tak kebaratan kita kesana." Ucap kakak pengasuhnya."
" Horee kita kesana sekarang kak. Tapi kita harus menghubungi daddy dulu."
" Tak perlu nona. Kata bapak erlan tuan sudah ada di rumah nona elmas dari semalam." Ucap pengasuhnya secara berbisik.
" Jadi daddy menginap di sana dan tak mengajak aku." Ucap icha dengan berbisik juga. " Baiklah kak siap kan keperluan aku. Aku akan juga menginap di sana bersama daddy serta mami elmas." Ujar nya penuh dengan kegembiraan.
" Mau kemana kalian bawah barang banyak." Tanyak sang oma ketika icha dan pengasuhnya ingin keluar dari pintu.
" Maaf oma. Nona icha ada acara sekolah berkemah. Hari ini dan besok weekends. memang slalu seperti itu." Kakak pengasuhnya harus berbohong.
" Ok kalau begitu. Jika itu emang kepentingan sekolah tak apa. Dan kamu icha harus hati hati ya sayang." Ucap nya dengan tersenyum. Sedangkan icha hanya menganggukan kepala.
Erlan yang mengetahui nona kecil nya membawa barang banyak semakin tak mengerti. Tapi dengan cekatan erlan memasuk an nya kedalam mobil. " Nona apa yang anda bawah satu koper itu." Pertanyakan erlan karna rasa penasaran sudah menghantuhi nya.
" Hanya keperluan nona pak tak lebih. Nona mengajak menginap di rumah mami elmas." Jawab sang pengasuh.
" oooo kira in itu apa isinya. Bukan kah di rumah ada oma nya icha dan mami nya yaa."
" iya pak erlan tapi aku tak mau di sana. Mereka berdua baik jika ada daddy. Tapi jika tidak ada maka mereka acuh pada ku. Sedangkan oma elif dan opa richand sangat baik padaku. Bahkan aku tak boleh pulang jjka di sana. Aku rindu sama masakan oma elif." Ujar icha dengan tersenyum.
Deg
Erlan yang mendengar jawaban dari nona kecilnya hanya termenung. " Bagaimana nona elmas kan menjelaskan bahwa nyoya elif pergi slamanya." Ucap erlan dalam hati.
^^^^
" Mamiii .. daddy ... " Panggil icha dengan sedikit berteriak ketika dia sudah masuk dalam rumahnya elmas dan bean.
" Halloo sayang nya. Anak mami apa kabar." Ucap ku dengan menghampiri nya. Karna elmas sudah menunggu di depan pintu ketika seorang penjaga mengabari bahwa ada yang datang.
" Baik mii. Apa yang kalian lakukan."
" Tak ada. Mami dan daddy hanya minum teh dan menunggu mu." Ucap elmas dengan melirik apa yang di bawah oleh erlan. Elmas mengerutkan keningnya. " Apa yang kamu bawah." Tanyak elmas untuk erlan.
" Hanya keperluan ku mami. Aku akan tidur di sini bersama mami dan daddy tidur sekasur bertiga adalah impian ku dari dulu." Ucap icha dengan mata yang berbinar binar.
" Tidur satu ranjang !!! bahkan tidak seranjang pun dengan daddy mu hampir meluluhkan pondisi ku apalagi tidur satu ranjang." Ucap elmas dalam hati.
" Baiklah sayang kita masuk dulu.
Kami masuk dengan senyum di wajah kami. Sedangkan sean dan kak bean memang tengah mengobrol. Sedangkan kak prilly tentu saja sedang memasak. " Daddy i miss you." Ucap elmas ketika melihat sean.
__ADS_1
" i miss you sayang." Jawab sean ketika berhasil memeluk gadis kecil di depannya.
" Hallo tante prilly ,, haloo juga om bean ." Sapa icha ketika melihat prilly berjalan dari arah belakang. Dan melihat bean yang juga berdiri.
" haii sayang kau sudah datang." Ucap prilly membalas menyapa icha.
" Sudah tante." Jawabnya icha.
" Ayo kita makan siang. Elmas icha sean kita makan." Ajak prilly dengan tersenyum. " Ayo kita makan." Ucap prilly pada bean dengan nada dingin.
Sedangkan erlan tentu saja sudah pamit pulang. Karna erlan tak mau kenak amarah bos nya.
Mereka berjalan ke arah meja makan. " Kau sudah baikan dengan elmas." Tanya bean pada sean setengah berbisik.
" Tentu saja sudah. Aku dan elmas tak akan bertahan lama jika bertengkar."
" Cihh !! Disini hanya aku yang belom berbaikan sama prilly." Ucap nya dengan menunduk.
" Apa yang kalian bicarakan. Ingin berencana datang ke club." Suara prilly yang ketus mengangetkan mereka. Sedangkan elmas dan icha hanya acuh.
" Kami ?.. tentu saja tidak honey. Hanya membicarakan bisnis." Ucap bean.
" Sudahlah ayo makan." Ujar prilly.
Di meja makan tak ada pembicaraan. Hanya elmas yang sedang menyuapi icha. Icha yang sangat manja dengan elmas. Elmas tak mempermasalah kan hal itu.
****
" Honey jangan acuhkan aku seperti ini." Rengek bean ketika mereka tiba di dalam kamar. Prilly duduk di sisi ranjang hanya diam tak bergeming sama sekali. " Honey ayolah aku cumak minum satu botol itu pun bersama sean tak ada yang lain." Ucap bean dengan duduk di sebelah prilly.
" Tak ada bean di sini. Aku suami mu bukan bean." Ucap nya bean dengan memeluk pinggangnya prilly.
Prilly menghembuskan nafasnya. " Honey lepas kan. Aku masih marah padamu."
" Aku minta maaf. Aku janji tak akan ada lagi minum-minuman atau mabuk lagi. Aku janji honey. Tapi jangan diam kan aku. Ini sudah hampir malam kau sangat acuh padaku."
" Kau janji tak akan mengulangi lagi."
" Aku janji tak akan mengulangi lagi." Ucap bean dengan saling menatap mata nya. Tatapan mereka yang cukup lama hingga mereka memajukan wajahnya masing masing. Prilly yang bisa merasakan hembusan nafas nya sang suami begitu sebaliknya.
Bean yang sudah tak tahan dengan godaan yang di depannya. Segera melahap rakus bibir istrinya. Geraman serta desahan yang menjadi saksi bahwa mereka berdua telah bersatu dalam ikatan badan yang tak pernah bosan di lakukan.
Jam sudah berputar menunjukan pukul tujuh malam. Mereka kini berada di meja makan untuk makan malam. Tanpa ada pembicaraan hanya ada suara sendok dan garbu yang bersatu dengan piring.
" Ichaa tante prilly punya film kartun. Kamu mau nonton kartun nya ." Ucap prilly yang membuka suara nya.
" Tentu aku mau tante."
" Kalau begitu ayo kita nonton." Ujar prilly dan di angguki oleh icha.
Mereka akhirnya menonton kartun. Icha,, prilly masih asik dengan menonton kartun. Sedangkan elmas mengotak atik ponselnya. Sedangkan bean dan sean juga duduk di salah satu sofa yang tak jauh dari mereka.
__ADS_1
" Mami aku mengantuk." Ucar icha dan elmas segera meletahkan ponselnya.
" Kita tidur sayang." Ucap ku dengan mengendong icha.
" Sayang turunlah. Mami keberatan jika harus naik dengan mengendongmu." Perkataan sean dengan berjalan ke arah dua wanita yang dia sayangi. " Sini daddy yang mengendong." Sean mengambil icha dari gendongan elmas.
" Kenapa harus di kamar mu." Ucap elmas ketika sean dan icha akan masuk.
" Icha akan tidur bersama ku... "
" Tapi aku ingin tidur bersama mami dan daddy." Potong icha dan perkataan icha membuat muka mu merona. " Mami mau yaa tidur bersama kita. Aku sudah lama mengharapkan tidur bertiga." Dengan mata yang penuh harapan.
" Baiklah sayang tapi tidak di kamar daddy. Kasur nya kecil. Kita akan tidur di kamar mami." Ucap ku dengan mengelus rambutnya dan sean tersenyum tanpa aku mengerti arti senyumannya.
Mereka bertiga masuk kedalam kamar elmas. Dan membaringkan icha ke ranjang. " Tidurlah sayang. Good night." Ucap ku dengan mengecup keningnya.
" Good night mamii ,, good night daddy ."
" Good night sayang ." Balas sean dengan tersenyum di depan ku.
Dan aku rasa icha sudah tidur karna nafas nya yang teratur dan tak lagi banyak bergerak.
Elmas yang tak bisa tidur dengan ada nya sean satu ranjang dengannya. Meskipun di tengah tengah mereka ada icha yang terlelap dalam mimpi. Elmas tengah berdiri di balkon kamarnya. Tempat favorit elmas dari dulu.
" Kamu tak tidur." Ucap sean ketika melihat elmas berdiri di balkon kamarnya.
" Apa aku membangunkan mu."
" Tidak.. sebenarnya aku belom tidur hanya memejamkan mata saja." Ucapnya dengan berjalan kearah samping elmas.
Tidak ada percakapan diantara mereka berdua. Mereka hanya saling menatap langit yang penuh dengan bintang.
" Kau tau sean setiap hari aku slalu berharap jika aku bisa melihat langit dan bintang bintang itu bersama orang yang aku cintai." Elmas menatapnya sekilas sebelum melanjutkan bicarnya. " Malam ini harapan itu telah terjadi aku bisa melihat langit dari atas balkon kamar ku bersama orang yang aku cintai."
Sean yang mendengar ungkapan cinta dari elmas tak bisa berkata apapun. Sean segera menarik lembut elmas agar masuk kedalam dekapan nya. Mata mereke beradu yang cukup lama. Hingga mereka menyatuhkan bibir mereka.
Ciuman yang cukup lama hingga mereka merasakan pasokkan oksigen mereka habis. " Terimah kasih telah mau menunggu ku sayang." Ucap sean setelah ciuman itu terlepas.
Kini elmas yang memulai ciuman itu. Sean yang mendapatkan serangan itu sedikit terkejut tapi kemudian dia tersenyum dalam ciuaman yang membuat nya hampir goyah. Elmas dan sean yang memperdalam ciuman tersebut. Tanpa sadar elmas sudah bersender pada dinding. Sean dan elmas melepaskan ciuman. Dengan terengah engah mereka menghirup oksigen.
" Aku sungguh tak beruntung sayang belom menikah mu dan aku juga tak beruntung harus menahan semua nya slama ini." Suara sean dengan berbisik di telingga nya elmas. Dan elmas hanya tersenyum dan menyembunyikan muka nya di dada sean.
" Kita harus tidur sean." Ucap elmas dan di angguki oleh sean.
Kini mereka telah kembali ke ranjang. Elmas kini berada di tengah tengah antara sean dan icha. Elmas dan sean kini berada dalam dunia mimpinya. Mereka tertidur dengan saling berpelukan.
__ADS_1