
Pak abraham hanya menyenderkan punggung nya ke kursi besar nya, dia tak menyangka bahwa julukan elang hitam itu adalah nama dari laki laki yang telah mengatakan cinta kepada putrinya.
“ kau yakin dengan informasi ini harun.”
“ saya belom memastikan nya tuan, tapi informasi yang saya dapatkan sangat lah akurat, orang saya dulu pernah menjadi orang nya di dalam pembuat senjata tapi dia hanya bagian mengecek bahan bahan nya saja, karna dia sakit parah waktu itu, tuan zen memperhentikan nya dan memberikan dia pesangon untuk berobat..” penjelasan harun kepada tuan besar nya.
“ elang hitam, elang hitam. Bagaimana kita bisa bertemu dengan elang hitam harun?”
“ tak ada yang bisa membuat janji temu dengan elang hitam bos, dia sangat sulit untuk di temui.”
“ baik kalau begitu, buatkan aku janji temu dengan zen, bukan kah zen dan elang hitam sama saja, orang yang sama dengan dua nama.”
“ baik tuan..” ucap harun dan dia meninggalkan ruangan tuan besar nya. setelah kepergian harun, pak abraham masih tak habis pikir bahwa calon menatunya adalah ketua mafia yang di takuti di dunia gelap nya.
Pak abraham tersenyum. “ mafia, astaga aku akan memiliki menantu mafia..” ucap nya dengan tak percaya.
Sedangkan harun menghubungi asisten dari zen, malik yang kini tengah di hubungi langsung dengan harun.
“ tuan maaf kan saya yang menganggu..” ucap malik dengan berjalan masuk ke dalam ruangan tuan muda nya.
“ ada apa lagi malik.”
“ tuan abraham ingin bertemu malam nanti tuan..” perkataan malik membuat zen tersenyum.
“ baik aku akan menumui beliau.”
“ tapi ini pertemuan rahasia tuan, anda di larang berbicara dengan nona tsya.”
“ pertemuan rahasia?, ada apa hingga beliau ingin bertemu rahasia dengan ku.”
“ saya kurang paham tuan.”
“ baiklah katakan bahwa nanti malam aku akan datang.”
“ baik tuan..” ucap malik dan segera meninggalkan bos nya lagi.
Sedangkan tsya yang masih sibuk dengan beberapah dokumen yang di meja nya seakan lelah dia melonggarkan otot otot nya yang terasa kaku. “ astaga capek nya..” ujar tsya. “ bela aku ingin minuman yang segar, jus misal nya.” ucap tsya kepada seketaris nya.
__ADS_1
“ baik bu, tinggu sebentar..” ucap bela, mereka hari ini tengah mnegerjakan dokumen yang akan mereka prestasikan di rapat besok pagi.
“ ehh kau tak menawari ku..” ucap exel yang membuat bela berhenti seketika.
“ aku lupa tuan exel..” ucap bela dengan senyum cenggir kuda. “ anda ingin apa tuan exel?” sambung bela.
“ kopi saja..” jawab exel dengan tersenyum. Sedangkan bela sudah pergi dari ruangan itu, meninggalkan tsya dan exel. “ jika kamu lelah biarkan aku saja yang meneruskan nya..” kata exel kepada tsya.
“ emang aku aja yang lelah, kita semua pasti lelah. Kalau aku istirahat nanti tugas kalian bertambah 2x lipat..” jawab tsya dengan tersenyum.
“ sya boleh aku menanyakan sesuatu.”
“ hmm tanyak lah xel.”
“ apa kamu dan tuan zen memiliki hubungan.”
Pertanyakan exel membuat tsya melihat ke arah nya yang tengah menatap ke arah tsya juga. “ apa perlu aku jawa?”
“ apa aku tak ada celah di hati mu sedikit saja?”
“ aku hanya butuh satu kata saja, katakan jika kau memiliki hubungan dengan tuan zen..” cecar exel yang tak melepaskan pertanyakan itu dengan mudah.
“ iya, aku memang memiliki hubungan dengan zen, puas. Apa jawaban ku sudah membuat mu lega..” perkataan tsya membuat exel diam seketika dan tak mengatakan apapun lagi.
Bela yang telah datang membawah minuman 2 gelas jus dan satu cangkir kopi serta cimilan yang menemani mereka bekerja. Kini mereka kembali sibuk dengan berkas masing masing yang tela di kerjakan.
Sedangkan zen dan pak abraham kini sudah berada di restoran privat yang sengaja di pesan oleh harun seketaris nya. “ silahkan di makan nak, aku sengaja memesan makanan karna aku belom makan..” ucap pak abraham.
“ terimah kasih yah..” ujar zen dan mereka kini tengah memakan apa yang ada di meja. Harun telah memesankan makanan yang tuan besar nya suka. Dan banyak makanan lain nya yang juga telah di pesan.
“ ayah apa ada hal penting sehingga kita harus bertemu rahasia seperti ini..” tanyak zen ketika mereka sudah makan.
“ tak ada nak, aku hanya ingin bertemu dengan calon menantu ku berduaan agar lebih leluasa..” ujar pak abraham dengan tenang. “ nak zen aku sudah tua tolong jaga putri ku jika kamu memang mencintai nya, saat ini aku tengah curiga dengan perusahan yang sedang bekerja sama dengan nya, harun sudah memiliki bukti bahwa dia tengah ingin mencuragi.”
“ siapa yang ayah maksud?”
“ perusahan xxxxx..” jawab pak abraham.
__ADS_1
“ aku akan menghancurkan perusahan itu sendiri dengan tanggan ku yah, akan ku pastikan dia sendiri yang memohon mati di depan ku yah..” ucap zen dengan nada marah.
Sedangkan pak abraham berhasil memancing emosi zen, pak abraham hanya tersenyum melihat tatapan mata yang di pancarkan calon menantu nya itu. “ elang hitam adalah julukan yang cocok untuk dirimu nak.”
Deeggg
Perkataan pak abraham yang menyebutkan nama julukan nya di dunia gelap nya membuat zen membisu dan tak bisa bergerak sedikit pun. Zen hanya menatap nya dengan tatapan tak mengerti, sedangkan pak abraham hanya tersenyum melihat raut ke binggungan zen.
“ mak- maksud ayah, elang hitam..” ujar zen dengan gugup.
“ kau tak perlu menyembunyikan semua nya dari ku nak, aku tahu kamu adalah elang hitam, pimpinan mafia dunia gelap yang terkenal dengan usaha pembuatan senjata tajam nya serta bandar narkoba terbesar..” kata pak abraham dengan tetap tenang.
“ ay- “ zen tak sanggup meneruskan ucapan nya, dia takut bahwa calon mertua nya akan membatalkan restu nya untuk bersama putrinya.
“ tenang lah, aku tahu semua nya tapi biarkan ini rahasia kita berdua. Aku akan tetap merahasiakan ini di depan tsya.”
“ terimah kasih yah.”
“ bahkan aku kemarin lama pernah memesan pistol di orang mu.”
“ benarkah yah, kenapa aku tak tahu tentang hal itu.”
Pak abraham dengan tersenyum. “ jadi benar kau elang hitam yang di takuti semua orang?” sebuah pertanyakan yang di lontarkan dari mulut calon mertua dan harus mendapatkan jawabannya.
“ iya yah, aku adalah elang hitam, pimpinan dari bandar narkoba terbesar, mungkin aku bukan laki laki yang baik bahkan sempurna yah, aku adalah mafia yang di takuti karna kekejaman nya, aku mafia yang suka membunuh lawan ku ketika aku merasa di khianati oleh nya, aku seorang mafia yang tak pernah kenal ampun dalam hal apapun. Tapi aku zen adtya adam, elang hitam julukan ku tetap mencintai putri anda, anatsya nugroho..” perkataan zen berhenti dan menatap ke arah ayah wanita yang dia cintai.
“ aku tak bisa menjanjikan apapun tapi aku akan membuat tsya tak pernah meneteskan air mata nya, aku mungkin sudah lancang mencintai putri anda tapi hati ku tulus mencintai nya, mata nya yang indah tak akan ku biarkan melihat sisi buruk ku, tak akan ku biarkan dia melihat tanggan ku yang penuh darah. Aku tak bisa menjanjikan apapun tapi ayah bisa memilih nyawa ku sebagai ganti nya jika aku berani menyakit tsya..” ucap zen dengan tegas dan itu membuat pak abraham tersenyum penuh kebahagian.
“ terimah kasih karna kamu sudah tulus mencintai putri ayah dari wajahmu tak bisa di pungkiri bahwa kau tulus dan bersungguh mencintai nya. Jagalah dia dengan sungguh sungguh nak, jangan jadikan dia kelemahan mu di depan musuh mu, tapi jadikan dia ke kuatan mu nak.''
'' yah terimah kasih. Aku akan menjaga tsya dan mencintai nya dengan semua yang aku punya..''
Pertemuan itu kini berakhir dengan terbongkar nya jati diri dari zen.
_______
Tinggalkan jejak kalian ya gaes
Makasih
__ADS_1