
Setelah hari pertunangan antara zen dan tsya kini mereka kembali sibuk dengan pekerjaan mereka. Hari ini zen dari semalam tengah gelisah karna kapal yang ia biasa pakai untuk mengirim barang barangnya tengah hilang tak ada kabarnya.
“ malik kau sudah mendapatkan kabarnya..” tanyak zen kepada asisiten nya.
“ belom tuan, orang orang kita tengah mencarinya juga..” jawab malik.
“ apa ini sabotase?”
“ entahlah tuan, kemarin waktu mereka akan berangkat aku mengontralnya dan tak menemukan yang membuat aku curiga..” malik yang menjelaskan.
Drt
Drt
Ponsel yang berada di atas meja kerjanya kini telah bergetar dengan keras. Zen tersenyum bahwa tunangan nya tengah menghubunginya.
📞 “ hallo sayang..” kata zen ketika ia sudah mengeser tombol hijau.
📞 “ kamu dimana?” jawabnya dengan sinis.
📞 “ aku di perusahan, dimana lagi?”
📞 “ kau tak menghubungiku apa kau sedang bersama nanda?” tsya yang langsung bertanyak dengan nada yang sangat dingin.
Zen yang tertawa mendengar tuduhan tsya untuk dirinya. 📞“ gak ada yang lucu zen, kenapa kamu malah tertawa..” sambungnya lagi dengan cemberut, dan zen yakin wanita nya saat ini tengah memajukan bibirnya dengan imutnya.
📞 “ sayang aku sedang bersama malik..” perkataan zen yang membuat tsya tak percaya, tentu saja tak percaya bagaiman pun ia satu kantor dengan mantan teman dekat.
“ ibu ana ada sebuah brand yang ingin bekerja sama dengan perusahan, dan ini dokumen nya silahkan di pelajari dulu..” kata exel yang tiba tiba berbicara yang membuat zen mendengarnya.
__ADS_1
📞 “ sayang kamu bersama laki laki itu, jangan macam macam ana..” kata zen dengan dingin.
📞 “ apa sih zen diamlah sebentar..” tsya yang berbicara tak kalah dingin nya dari zen. “ exel bawah sini dokumen nya, nanti jika aku sudah baca aku akan beri tahu hasilnya oke..” sambungnya yang bicara kepada exel dan dalam keadan masih memenggang benda kecil di telinggan nya.
“ baik buk, saya permisi..” kata exel yang segera melangkah keluar dari ruangan tsya.
📞 “ zen aku tutup, aku harus membaca dokumen ini.”
📞 “ tunggu, kamu jangan macam sayang.”
📞 “ astaga, akau tak akan macam macam zen.”
“ malik akan menjemputmu setengah jam lagi, aku tunggu di apartemen.”
📞 “ aku banyak pekerjaan.”
📞 “ aku bisa mengambil ahli pekerjaanmu jika itu alasanmu..” ancam zen dengan tegas.
******
“ zen..” panggil tsya ketika ia masuk kedalam apartemen tunangan nya.
“ aku di kamar sayang, tunggu sebentar..” teriak zen yang berada di dalam kamar.
Tsya yang berjalan menujuh dapur membuka kulkas meminum air. “ auwhh..” suara tsya yang sedikit terkejut mendapatkan pelukan dari arah belakang. “ kau membuat ku terkejut zen..” sambungnya lagi dengan memukul tanggan zen.
“ aku merindukan mu..” jawab zen dengan posisi tetap berpelukan dari arah belakang.
“ aku tak merindukanmu..” goda tsya yang membuat zen membalikan badan tsya dengan menyipitkan matanya.
__ADS_1
“ kau sungguh tak merindukan ku?”
“ hmm, aku tak merindukan mu.”
“ baik kita lihat, kamu sungguh tak merindukan ku?” kata zen dan dalam hitungan menit ia sudah menutup bibi* tsya dengan bibi* nya, meluma* dengan segera, memaksa masuk kedalam bibi* nya, mengabsen ronggang mulutnya dengan lida* nya. tsya tentu saja membalas ciuma* itu bahkan ia sudah mengalungkan tanggan nya ke leher zen.
Suara decapan kini terdengar ketika bibi* basah mereka saling bersentuhan dengan lembut, mereka saling mengikis jarak di antara mereka, zen memeluk tsya dengan erat hingga ia tak bisa menghindar dari ciuma* panjang tersebut.
Kini ciuma* itu berpindah kearah leher jenjang tsya hingga meninggalkan tanda kepemilikan di sana. “ i miss you honey..” bisik zen tepat di telingga tsya hingga membuat wanitanya semakin merinding. “ kamu masih tak mengakui tak merindukan ku juga hem..” sambungnya lagi ketika wanitanya juga tak mengatakan rindu padanya.
Tsya hanya tersenyum dan geleng geleng kepala. “ aku akan menghukum mu sayang, kau nakal sekali tak mengakui bahwa merindukamenyentuhnya.
“ aku memang tak merindukan mu mmmppph-“ perkataan tsya kini sudah tak bisa di teruskan lagi karna zen sudah menciumi nya lagi dengan rakus nya hingga tsya sendiri kewalahan membalas nya.
Zen semakin memojokan badan tsya hingga ia benar benar tak bisa menghindar ketika ciuman panas itu terjadi, saling membalas saling menyesap lida* membuat ciuma* itu kini berubah menjadi panas. Tanggan zen dengan lembut meremas bok**g yang sintal milik dari tsya. Hingga ia sedikit menahan desah** nya.
Tanggan zen yang semakin tak karuan untuk mengelus paha putih tsya, dan berahli semakin merema* benda kenyal yang pas di tanggannya. “ saya..ng..” kata tsya ketika ciuaman itu menjadi jilata* di bagian telingganya.
“ katakan kamu tak merindukan ku sayang..” suara zen yang juga menahan hasratnya.
“ aku meri..du..kanmu zen adtya adam..” kata tsya dengan menahan desahan nya. “ argghhh ze..n..” desahan itu kini terlontar dari bibir mungil tsya ketika tanggan zen mencoba mengelus benda segitiga yang masih di lapisi kain tersebut.
“ kamu harus di hukum dulu, baru mengatakan rindu padaku, kamu nakal sekali hem..” kata zen dengan menempelkan kening mereka. Nafas mereka saling memburu, saling memiliki hasrat yang mengebu tapi mereka masih bisa menahan nya meskipun itu sangat sulit.
“ kita sudahi hem, sebelom aku tak bisa mengontrol semuanya..” perkataan nya membuat tsya menganggukan kepalanya, meskipun tsya merasa ada yang hilang ketika ia menyudahi menyentuhnya
Pikir liar tsya kini kembali memenuhi otaknya ketika mereka berjauhan, ‘ lu gila sya, sadar lu bisa saja tak bisa berhenti ‘ batin tsya ketika ia sudah duduk di sofa sedangkan zen mengambil minum untuk dirinya.
‘ lu sih terlalu jual mahal, lu akan menyesal tak menikmati tubuh tunangan mu ‘ batin tsya yang satunya membuat dirinya geleng geleng kepala.
‘ sadar sya lu bisa menikmatinya setelah menikah ‘ batin tsya yang satunya.
__ADS_1
“ sayang kamu kenapa..” ucapan zen membuat tsya sadar ketika zen menyentuh lenggannya ia hanya nyengir kuda tak menjawabnya.