Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
CLBK2_ Tak Ada Ampun


__ADS_3

Tsya yang sudah selesai berjalan jalan mengelilingi kota dimana ia dulu pernah ada di sini cukup lama. Kota paris adalah kota dimana yang paling indah untuk pasangan. Tetapi ia kesini untuk menyelesaikan misi nya.


Tsya adalah sosok yang tenang, anggun, dan pendiam sehingga tak ada yang tahu sosok tsya yang sesungguhnya seperti apa. Bahkan ketika ada yang tahu kejam nya tsya tak ada yang percaya karna kelembutan yang selalu nampak di wajahnya.


Tsya memiliki kelompok yang terdiri dari wanita yang tangguh. Bela diri yang mereka kuasi, penembak yang jitu, pembuat racun, pembuat obat yang keras juga bergabung dalam kelompok ini. Tapi ini semua hanya ada wanita tak ada laki laki sama sekali.


Tsya bukan mafia, ia hanya mempunyai kelompok yang juga tangguh. Tetapi kekejaman para wanita ini tak bisa di ragukan lagi karna pedoman mereka adalah ‘ kami tak pernah menganggu kalian, tetapi jika kalian menganggu kami maka kami tak segan segan mengantarkan nyawa kalian ‘.


Mereka tak pernah berkumpul atau bertemu, karna identitas mereka sangatlah penting untuk mereka rahasiakan. Pertemuan yang rahasia yang biasa mereka lakukan ketika membahas obat baru atau racun yang akan mereka gunakan untuk melawan musuh ketika kelompok mereka akan terancam.


*****



Di sebuah kamar yang berwarna hitam keseluruhan duduklah laki laki dengan kaki yang bersilang, dengan tanggan yang mengotak atik ponsel dari tadi dengan kening yang terus mengerut.


“ dari mana kamu..” tanyak zen ketika sosok wanita yang dari kemarin penuh kejutan masuk kedalam kamar nya yang berada di mansion paris nya.


“ aku hanya berjalan ke sebuah pusat perbelanjan..” jawab tsya dengan santai.


Zen meletahkan ponselnya ke sebelah meja dekatnya, menatap wanita nya dengan tajam, tak ada senyum di bibirnya hanya tatapan yang penuh tanda tanyak, tatapan yang penuh kekhawatiran nampak jelas di wajah nya.


“ aku tak tahu menjelaskan nya dari mana..” kata tsya yang tahu tatapan laki laki nya yang penuh tanda tanya.


“ duduk sini..” perintah zen dengan menepuk sofa di sebelahnya, dan tsya berjalan duduk di sebelahnya, zen dengan segera memeluk tsya dengan erat. “ apa aku dulu sangat menyakitimu, hingga kamu seperti sekarang..” sambungnya lagi dengan suara lirik.

__ADS_1


Tsya melepaskan pelukannya dan menatap zen. “ maksud nya aku tak mengerti?”


“ sejak kapan kamu suka membunuh orang ana?”


“ kamu ingin mendengar penjelasan ku yang berbohong atau jujur..” jawab tsya yang membuat zen menyipitkan mata nya.


“ aku butuh kejujuran mu sayang, aku calon suami mu jadi aku berhak tahu apa yang kamu sembunyikan dari ku.”


“ bahkan kamu juga menyembunyikan semua nya dari ku zen, apa kamu tak sadar hal itu. Kalau begitu kita harus membuat ksesepakatan, aku akan ceritakan dari mana aku awal seperti ini lalu kamu yang bercerita, bagaimana kamu setujuh?”


Zen yang mendengar permintaan wanita nya hanya bisa menatap kearah wanita nya dengan heran. ‘ dasar wanita, dia tidak akan mau kalah dari laki laki. Kalau wanita terbongkar rahasia nya pasti laki nya juga harus di bongkar rahasianya ‘ batin zen.



“ aku akan bercerita semua nya jika kamu juga bercerita..” jawab zen dengan tetap menatap wanitanya.


“ kami berteman semenjak itu, dan kami saling menghargai apa yang mereka punya. Kami mempunyai keahlihan tersendiri, saling membagi ilmu dan kami akhirnya bisa seperti sekarang.”


“ apa saja ke ahlian mereka?”


“ ada yang ahli membuat racun, obat keras, sniper, bela diri dan pegulat juga..” jawab tsya.


“ dan kamu pandai menutupi semua nya..” kata zen dengan mencubit hidungnya tsya.


“ sakit tahu gak sih..” cemberut tsya membuat zen tertawa pelan. “ zen aku bukan orang baik, aku bukan orang yang mudah mengontrol emosi ku, aku bisa baik kepada orang yang baik pada ku. tapi aku juga bisa jahat pada orang yang jahat padaku, bahkan aku bisa membunuh mereka ketika mereka tak bisa aku beri kesempatan untuk hidup..” kata tsya dengan menjeda ucapannya. “ awalnya aku berlatih menembak, membuat racun dan membuat obat keras yang aku coba kemarin pada musuh kita, aku ingin membunuh mu dengan tanggan ku zen..” kata tsya yang terakhir membuat zen melotot dengan sempurna kearahnya.

__ADS_1


“ kau mengatakan apa sayang?, kamu bercanda bukan.”


“ tentu saja tidak, tapi aku malah terjebak dengan perasaan ku yang belom bisa melupakan mu, maafkan aku yang berniat ingin membunuhmu sayang..” kata tsya dengan wajah bersalahnya.


“ aku akan memberikan nyawa ku jika aku melukai mu lagi kali ini sayang..” kata zen dengan menatap tsya dengan keseriusan di wajahnya.


“ jangan pergi, aku mencintaimu zen..” kata tsya dengan air mata yang sudah menetes. Zen menghapus air mata tsya dengan lembut. “ aku tak akan pergi kemana mana sayang, aku akan berada di sisi mu, tapi jika aku menyakitimu maka kamu bisa mengambil nyawa ku sayang itu janji ku..” kata zen dengan tegas.


Tsya masuk kedalam pelukan zen dengan saling memeluk dengan erat, takut kehilangan satu sama lain nya. zen menghapus air mata tsya lagi ketika ia sadar bahwa wanita nya tak berhenti dari tadi.


“ jangan menanggis sayang, hati ku sangat sakit melihat mu menanggis seperti ini..” kata zen dengan memengang dagunya tsya dengan lembut.


Mereka menyatuhkan pangutan mereka, saling menyesa* saling menikmati benda kenyal tak bertulang, saling melepaskan rasa rindu. Ciuma* yang lembut membuat mereka enggan melepaskan tautan mereka, saling mengikis jarak di antara mereka, saling menempelkan tubuh mereka, pelukan yang hangat membuat mereka merasakan ke nyaman yang tiada tanding.


Zen dengan rakus nya meluma* bibi* ranum tsya dengan ciuman yang menuntut. Ciuma* yang lembut dan penuh cinta kini menjadi ciuma* yang panas menjalar ke tubuh mereka. Kini ciuma* itu menerjang leher tsya, bahkan sangat di sayangkan jika mereka tak menikmati sentuhan satu sama lain.


Ketika zen mengigit pelan leher tsya dan meninggalkan bekas kemerahan membuat tsya susah payah nya untuk tidak meloloskan desahan nya begitu saja. “ arghh.. ze..n..” desahan tsya yang begitu membuat zen semakin hilang akal nya.


“ tell me if you don’t want any more than this baby..” sebuah pertanyakan zen yang membuat mata mereka saling bertatapan.


( katakan jika kamu tak ingin menginginkan nya lebih dari ini sayang }


Skippp dulu ya sayang bulan puasa gak boleh banyak banyak adengan yang bikin panas, nanti puasa kalian semua batal loe.


Author mau ucapain terimah kasih buat yang sudah baca karya ku dan terimah kasih juga yang sudah like, coment, atau vote, serta kasih hadiah. Tanpa kalian author bukan apa apa.

__ADS_1


Jaga kesehatan kalian ya sayang, pandemi belom berakhir jadi kita harus pintar pintar jaga kondisi kita, apalagi tinggal beberapah hari lagi kita menujuh hari kemenangan.


__ADS_2