Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
CLBK2_ Malam Yang Hangat 1


__ADS_3

Ketika dua hati bertemu, dua tanggan saling bergandengan, kita menjadi kami maka itu adalah pernikahan yang menyatuhkan kita serta dua keluarga menjadi satu. Pernikahan bukan hanya bercinta tapi juga ada perkelahian, pernikahan bukan hanya mencari yang sempurna tapi pernikahan juga melengkapi kekurangan pasangan kita.


Kini zen dan tsya sedang menikmati waktu berdua, setelah selesai makan malam kini mereka berdua tengah berbaring di atas kasur menikmati waktu berdua, bukan kah mereka terlalu lama tidak menghabiskan malam berdua.


“ sayang aku ingin kita mengulangi pernikahan kita lagi..” zen yang berkata dengan mata menatap ke tv sedangkan tsya tengah bersandar di lengan suami nya dengan mata yang tertujuh di ponsel.


“ gak perlu..” jawab tsya dengan tetap tak bergeming.


“ resepsi kita gagal sayang.”


“ aku tak perlu resepsi zen, yang terpenting kita sudah bersumpah di depan tuhan, itu yang penting.”



“ tak sopan memanggil suami mu dengan nama.”


“ lalu kamu ingin aku panggil apa?”


“ apa saja yang terpenting bukan nama.”


“ aku akan pikirkan nanti.”


Zen masih tetap menonton acara tv sedangkan tsya masih saja bergelut di ponselnya, ia memeriksa email yang masuk untuk beberapah minggu ini. “ apa kaki mu masih sakit sayang..” zen bertanyak dengan pelan dan tsya hanya mengelengkan kepalanya.

__ADS_1


Zen dengan segera mengubah posisi mereka, zen berada di atas dan tsya berada di bawah, “ apa yang kamu lakukan zen, kau membuat ku terkejut..” tentu saja tsya terkejut.


“ apa ingin mengulangi kejadian tadi sore.”


“ kau serakah sayang, bahkan kit- mmppp..” kata tsya tak bisa di lanjutkan karna bibirnya sudah di segel oleh suami nya yang sedang menahan gairah dari tadi.


Zen meluma* rakus bibi* istrinya seperti orang yang haus akan ciuman itu, tsya membuka bibi* nya menikmati ciuman panjang mereka, saling tersenyum di sela sela ciuman yang memabukan mereka berdua.


Tanggan zen sudah bergeliyang kemana mana, menyentuh, mengoda setiap lekuh tubuh istrinya yang begitu indah di mata nya, meremas benda kenyal yang pas di tanggan zen, tsya hanya bisa mendesa* di ciuman mereka.


Kini mereka telah terlepas dari semua kain yang menempel di tubuh nya, zen menikmati setiap lekuh tubuh istrinya, tsya hanya bisa pasrah dan menikmati sentuhan suami nya. mengoda, mengigi* pelan benda kenyal hingga banyak meninggalkan kiss mark di sana.



“ hub- hubby..” kata tsya dengana tertahan ketika jemari zen dengan sengaja mengoda di bawah antara kedua paha. zen yang begitu senang mendengar wanita yang ia cintai memanggilnya begitu mesra, zen dengan segera memasukan benda pusaka yang tak bertulang dengan sedikit hentakan kasar.


“ aku harap segera hadir di sini..” perkataan zen dengan mencium perut istrinya, tsya hanya menggigit pelan bibi* nya memejamkan mata nya, ia belom siap, ia belom mengatakan apapun ia hanya ingin menikmati waktu bersama dengan suami nya saat ini.


Egois, ia memang egois tapi untuk saat ini ia belom mau mengatakan apapun, ia belom siap mengatakan apapun tentang kandungan. Ia takut akan melukai hati suami nya tentu saja, pernikahan mereka masih dua minggu, tsya tak ingin terjadi hal yang membuat hubungan mereka berdua rengang untuk saat ini.


Zen mendekap tubuh tsya begitu erat, sedangkan tsya hanya pura pura tertidur dalam dekapan nya, ia memikirkan perkataan zen yang ingin segera memiliki seorang anak, tapi ia juga tak sanggup mematahkan hati suami nya. lebih baik diam mungkin itu yang di fikirkan tsya saat ini, lelah berfikir terlalu keras akhirnya ia terlelap dalam tidur nya.


Sedangkan zen menerawang kebelakang, bagaimana jika waktu itu ia benar benar kehilangan istrinya, bagaimana bisa ia akan melewati waktu tanpa hadir nya wanita yang ia sehari nikahi, ia akan menembak dirinya sendiri, tentu saja karna ia menyalahkan dirinya sendiri ketika melihat istrinya hampir kehilangan nyawa nya.

__ADS_1


Flah black on


“ aku mau kalian menemukan istri ku dalam waktu setengah jam..” bentak zen pada cyber/saiber dan semua orang yang di sana hanya ketakutan bukan main melihat bos nya tengah marah dengan mata yang mungkin hampir terlepas, dan mungkin ada siung yang mungkin siap mencabik cabik mangsa nya.


“ kami menemukan nya bos..” teriak cyber nya dengan segera, semua orang segera melihat layar monitor di sana dengan lega, ternyata tempat nya tak jauh dari hotel mereka.


“ kita kesana, malik mana pistol ku.”


“ maaf bos pistol nya saya bawah tapi peluruh nya kami tak bawah, dan pistol kami masih penuh dengan peluruh..” timpal aiden yang menyela.


“ berikan saja, aku tadi melihat pistol istri ku dan pasti ada peluruh nya..” jawab zen dengan berjalan menujuh sisi ranjang hotel tersebut.


Zen melihat ada wadah dua, warna hitam polos dan warna hitam bercorak merah, zen dengan segera mengambil wadah hitam polos karna ia pikir wadah itu hanya ada peluruh yang biasa seperti ia gunakan.


Zen dan orang orang nya dengan segera menujuh ketempat di mana tsya tengah di sekap. Hanya butuh 40 menit mereka sampai, dan di sana para sniper telah siap di posisi nya, mereka menyusun rencana nya, mereka tak ada yang berani menembak kaki istri dari bos nya dan pada akhirnya zen lha yang memutuskan untuk menembak kaki istrinya sendiri.


“ tak akan fatal, mungkin akan sedikit sakit tapi tak apa di banding nyawa nya yang menghilang..” dialog zen pada dirinya sendiri ketika ia mengarahkan pistol nya ke kaki kanan istri nya.


Dor !!Satu tembakan membuat tsya ambruk ke bawah dan para sniper yang lain segera membabi buta menembak nanda dari kejauhan.


Flash black off


Suara tembakan yang terdengar kembali membuat zen membuka mata nya melihat istrinya yang masih terlelap dalam tidur nya, terlelap dalam dekapan nya, mencium keningnya, menutupi lenggan nya mengunakan selimut putih, agar udara dingin tak ada yang berani menyentuh kulit istri nya.

__ADS_1


“ i love you my wife..” zen berkata pelan dan pada akhirnya ia terlelap dalam tidur.


Sedangkan aiden telah memberikan sebuah gaun tidur dan mengirimkan alamat sebuah apartemen yang di miliki aiden sendiri. Alicia yang menunggu aiden datang masih merasa kesal karna ia kalah dari laki laki yang untuk pertama kali nya ia sangat malu dan membuat merah muka nya dengan rayuan nya.


__ADS_2