
Sedangkan ian kaki tanggan dari marcel rich, merasa ada yang aneh pada ponsel nya, dari tadi ia tak menyentuhnya tapi entah kenapa layar ponsel nya seakan bergerak sendiri. Setelah berhenti ia baru sadar bahwa ponsel nya tengah di sadap oleh seseorang yang handal dalam bidangnya.
Ian berjalan mundar mandir di depan pintu kamar bos nya, ia binggung apa yang harus dikatakan pada bos nya, ia binggung harus merayu nya bagaimana untuk meninggalkan tempat ini. Sedangkan marcel sendiri memang sengaja menantang suami dari wanita yang ia sukai sampai sekarang.
Ian tahu siapa pelakunya, ian tahu siapa yang mereka lawan sekarang, ia juga tak ingin bos nya mati sia sia karna suka dan dendam pada sosok wanita yang tak menaruh perasaan sama sekali pada dirinya.
Tok
Tok
“ masuk..” terdengar suara yang menyuruhnya masuk, ian dengan segera masuk kedalam kamar bos nya.
Ia melihat bos nya yang tengah terbaring di kasur nya dengan menatap ponsel nya. “ bos kita harus pergi dari sini..” kata ian dengan menunduk.
Marcel meletahkan ponsel nya dengan binggung. “ kenapa kita harus pergi lagi ian, aku bosen harus bersembunyi bertahun tahun..” jawab marcel dengan santai.
“ bos maafkan saya, tapi kita emang harus pergi bos.”
“ jika kau ingin pergi maka pergilah, aku akan menghadapi orang orang itu. Aku sudah menunggu waktu lama untuk bertemu dengan tsya, wanita pujaan ku..” marcel bicara dengan membayangkan wajah wanitanya.
“ bos, nona tsya sudah mempunyai suami..” ian mencoba bicara baik baik kali ini.
“ aku tahu dan aku tak peduli..” bentaknya. “ pergi saja jika kau ingin pergi, aku bisa menghadapi mereka sendiri..” sambungnya lagi.
Ian tak menjawabnya ia binggung harus bagaimana lagi menghadapi bos nya yan keras kepala, bertahan di sini sama saja menyerahkan nyawa mereka pada musuh. Ian juga sadar anak buah dari mereka sekarang tak cukup banyak karna sebagian ada yang mati karna penyerangan kemarin.
“ saya tidak akan pergi bos, saya akan berada di sini bersama anda.”
“ bagus..” jawab marcel dengan tersenyum.
__ADS_1
“ apa anda memiliki strategi bos.”
“ tidak, aku sudah menantikan kedatangan mereka semua..” jawabnya dengan santai.
‘ yang tertembak adalah kaki nya kenapa otak nya juga ikut terluka’ batin ian setelah mendengar ucapan dari bos nya.
Setelah berbincang bincang dengan marcel, ian memutuskan untuk keluar kamar nya, mencari sesuatu yang akan di campurkan di minuman atau makanannya.
Kini ian kembali masuk kedalam kamar bos nya dengan tanggan membawah nampan yang berisi makanan serta minuman untuk bos nya.
“ bos silahkan di makan, anda waktu nya minum obat..” ian meletahkan makanannya di sebelah kasur nya. dan ia mengeser pantat nya untuk memakannya.
Marcel dengan lahap menyantap makanan yang di sajikan oleh ian kaki tanggan nya. dari dulu marcel tak pernah percaya dengan siapapun, jadi ian lah yang menyiapkan segala sesuatu nya.
Setelah selesai makan, ian memberikan obat pada bos nya. ian pamit dan meninggalkan kamar bos nya. setengah jam ian kembali lagi masuk kedalam kamar nya dan melihat bos nya sudah tertidur dengan lelap.
Semua anak buah dari mereka, segera mengendong marcel membawah marcel masuk kedalam mobil nya dan ian segera menancapkan gas mobil nya meninggalkan rumah besar tersebut.
Kali ini ian harus mengakui bahwa dirinya pecundang, lebih baik dikatakan pecundang dari pada mati sia sia. “ maafkan kami bos, kami tak bisa melihat nyawa anda mati sia sia..” kata ian dengan tetap fokus mengemudi, ian hanya melihat bos nya yang tertidur mengunakan kaca di atas nya.
Sore telah berganti menjadi malam, malam yang dingin, malam yang tiba tiba menjadi mendung. Seakan awan malam memberikan tanda bahwa mereka tengah memberikan kode alam untuk membatalkan penyerangan.
Para black eagle kini telah bersiap siap untuk menyerbuh rumah dimana musuh nya berada, titik pertama dari tadi siang hingga sekarang masih tetap sama tak bergerak sama sekali.
Malik serta aiden menyusun rencana, sedangkan briyan memasangkan peluruh yang sudah di olesi oleh alicia dengan racun. Alicia yang membantu briyan hanya terdiam tak banyak bicara, ia menutup mulut nya, wajah ayu nya kini menjadi wajah yang cemberut, karna aiden melarang para wanita untuk ikut menyerang, padahal ini adalah musuh para wanita.
“ briyan bawahlah senjata ku..” alicia bicara keras agar di dengar oleh aiden.
“ ada apa dengan senjata mu, aku sudah memiliki senjata sendiri..” jawab briyan tapi ia tetap mengambil senjata alicia yang di sodorkan.
“ di dalam pistol ku, ada peluruh yang sama dengan pistol yang di tembakan di kaki tsya, bawahlah. Kau perlu melindungi diri bukan..” alicia bicara dengan keras, sedangkan malik dan aiden hanya menatap ke arah alicia.
__ADS_1
Malik yang kembali acuh, tapi tidak dengan aiden, aiden merasa marah karna wanitanya malah menyerangkan pistol nya pada laki laki lain, padahal kekasihnya juga ikut penyerangan.
“ aiden fokus, dia hanya sedang kesal pada mu karna kamu melarang nya ikut dalam penyerangan kali ini..” malik mengatakan nya dengan sangat pelan pada aiden.
“ aku tahu, tapi tak masuk akal bahwa dia lebih memikirkan nyawa briyan di banding aku..” aiden bicara dengan mata yang fokus kepada wanita nya yang kembali sibuk.
“ dia hanya memancing, percayalah..” malik meyakinkan kembali pada aiden. “ jika kau ingin kita kalah kali ini jangan fokus pada target mu..” sambung malik dengan nada kesal.
Aiden menatap malik dengan wajah yang begitu kesal. “ ayo berangkat, aku rasa kita sudah memiliki bekal yang cukup kuat untuk membawah musuh kita..” teriakan aiden dapat jawaban serentak dari pada orang orang nya.
Mereka dengan segera keluar markas tersebut, menujuh ke titik tadi. Hanya 30 menit mereka tiba di luar rumah tersebut. Rumah yang nampak sepi tak berpenghuni, malik lagi lagi menyakinkan bahwa mereka tak salah titik.
Aiden yang mengendari mobil bersama malik, menerobos gerbangnya dengan menabrak nya dengan kencang, hingga terdengar suara hantaman yang cukup keras.
Kini mereka sudah masuk kedalam halaman rumah sepi tersebut, mereka semua segera berpencar, mencari sosok musuh, menendang setiap pintu, mengeledah setiap ruangan tapi nihil kosong, tak ada nampak musuh di sini. Orang yang di cari tak ada, hilang seakan sudah pergi dari sini.
Aiden dan malik menemukan ponsel mereka yang berjejeran di nagkas kamar nya.
Prank
Aiden membanting ponsel tersebut dengan emosi yang membakar jiwa nya, baru kali ini mereka di labuhi oleh musuhnya, mereka sudah meninggalkan rumah tersebut sebelom para black eagle tiba.
Malik, aiden serta briyan benar benar marah, ia kembali dengan tanggan kosong, sungguh hal memalukan bagi mereka semua. Kini pertama kali nya dalam penyerangan gagal alias zonk.
______
Selamat pagi semua nya selamat melakukan aktifitas kalian di hari kamis ya sayang
jangan lupa tinggalkan jempol kalian
__ADS_1
like komen atau vote juga ga papa
mampir juga di karya ku wanita nakal makasih ya sayang ku