
Apakah tak masalah jika harus bersama lagi dengan mantan kekasih yang pernah mengkhianati kita.
Elmas Aurora Alexander.
_____________
Demi tuhan aku tak pernah menyakitimu sedikit pun.
Sean Paulo.
_____________
Wanita cantik yang masih lelap dengan tidurnya. Terpaksa harus membuka mata nya karna suara bising nada dering hp nya.
" iya ". Jawab nya dengan nada serak.
" Dasar pemalas cepat bangun dan lihat berita online sekarang ". Ucap nya di sebrang sana.
" Aku masih mengantuk nur,, aku tidur hampir pagi ". Ucapku lalu mematikan sambungan telfon.
Sepertinya matahari sudah naik. Hingga cuaca akan terasa panas. Aku membuka mata dengan pelan. Duduk di tepi ranjang. Lalu berjalan ke arah kamar mandi dan segera mandi. Setelah selesai mandi dan memakai baju putih panjang dan rok pendek,, mengakai badu hitam dan menaikan rambut ku hingga terlihat leher ku.
Aku turun menujuh meja makan. Karna perut terasa sangat lapar. Aku makan dengan hening dan sendiri. Karna semua nya slalu sibuk dengan kegiata mereka tepat nya mereka berada di luar negri. Suara nada dari hp ku berbunyi aku melihat nur yang memanggil.
" Ada apa sayang,, ". Goda ku.
" Bagus ,, kamu baru bangun,, kamu yang bikin masalah aku yang harus selesaikan hem ". Ucap nya denga nada marah.
Aku mengerutkan kening seakan tak mengerti. " ada apa,, masalah apa ". Tanyak ku.
" Kamu belom lihat berita online hari ini ".
" Berita online ? ,, ".
" Jadi kamu benar belom melihat nya ,, ? Sekarang lihat lah ".
Aku langsung mengakhiri telfonnya. Aku yang terkejut melihat berita dengan berbagai judul.
__ADS_1
" Seorang pebisnis terkenal mengadeng putri dari keluarga alexander "
" Putri dari keluarga alexander jadi pihak ketiga dalam rumah tangga sean paulo dan amanda "
" Sean paulo membawa wanita lain dan melarang istrinya masuk kedalam "
" Elmas aurora alexander di gandeng oleh Sean Paulo di acara perkenalan bintangnya "
Dan masih banyak lagi judul berita itu,, yang membuat aku geram. " aku di katakan pihak ketiga,, cih!! Bahkan aku korban di sini ". Ucap ku dengan dongkol. Aku mencoba hubungi sean tapi tak ada jawaban.
Hingga tengah sore aku sungguh cemas dengan berita yang tak benar jika aku tak segera klarifikasi maka akan panjang dan beberapah media ada di depan rumahku. Aku menghubungi papa dan mama serta kak bean. Dan menceritakan semua nya. Hingga mereka memutuskan untuk pulang.
" Papa dan mama akan pulang besok ,, tapi kak bean akan segera berangkat sekarang,, jadi kamu tak perlu takut ". Ucap nya mama menenangkan aku.
" Baiklah mama,, aku tutup ". Kami mengakhiri pembicaran ini dan menerimah sebuah pesan dari nur.
Nur
Aku melihat sean di pantai tempat kita biasa ,, sepertinya dia ada proyek jadi kesini lah.
Tanpa menjawab aku segera kesana. Mengendarai mobil denga kecepatan tinggi. Dia yang bikin masalah tapi dia yang tak bisa di hubungi.
" Sean ". Ucap ku sambil berlari.
Sean yang menoleh terkejut aku ada di sini tapi dia langsung tersenyum.
" Jangan lari sayang kamu bisa jatuh ". Teriak nya menghampiri ku. Aku langsung berhenti.
Dia memeluk dan mencium kening ku. " Apa yang kamu lakukan disini ,, apa kamu merindukan ku ".
" Aku merindukan ingin memarahimu karna kebodohanmu ". Sambil melipat tangganku di dada.
Dia malah tertawa. " hahaha katakan ada apa , kenpa kamu datang marah* ".
" Kamu tak melihat berita hari ini,, atau sengaja pura* tidak tau ".
__ADS_1
" Berita apa ".
" Bagaimana mungkin aku di bilang pihak ketiga antara kamu dan amanda ,, kamu malah diam saja ". Ucap ku dengan kesal. " Dan kau tau aku tak bisa keluar dari rumah ku sendiri banyak wartawan di depan rumah ku ". Ucap ku dengan nada tinggi.
" Aku sungguh tak tau ,, dari tadi pagi aku sudah di sini ". Ucap nya sambil menghapai tangganku. " Tenanglah aku akan mengurusnya hem ,, jadi jangan cemberut ". Ucap nya sambil memegang dagu ku.
" Baiklah aku akan percaya,, tapi jika tidak segera kamu urus maka aku akan pastikan kita tak akan bertemu lagi ". Ucap nya sambil meninggalkan nya.
Dia mengejar ku lalu menarik pinggangku hingga kami berhadapan. " Jangan bicara seperti itu aku mohon ,, cukup delapan tahun aku seperti orang gila ". Ucap nya dengan wajah sedihnya.
" Cih !! Bahkan aku tak percaya kamu seperti orang gila mencari ku ".
" Kamu tak percaya ". Ucap nya menyipitkan mata nya.
Aku tersenyum memagang pipinya. " aku percaya hanya saja kenapa tak jadi gila sungguhan ". Ucap ku dengan berlari dan dia mengejar ku. Hingga kami berlari an di pinggir pantai.
Kami tak menyadari bahwa ada sepasang mata yang menatap kami dengan rasa marah yang memuncak.
^^^^^^^
Aku tiba di rumah dengan badan yang sakit semua karna rasa capek. Seharian bermain di pantai dan menemani sean untuk cek lokasi yang akan di buat lokasi pameran baju* brand tahun ini.
Aku segera masuk dan melihat kak bean sedang duduk di ruang keluarga dengan tatapan yang tajam.
" Kamu dari mana ". Tanyak nya dengan muka tak bersahabat.
" Hanya jalan* saja,, kak bean kapan datang ". Tanyak ku.
" Dari tadi ,, sudah aku kata kan bahwa tak usah keluar dulu dan jangan bertemu dengan sean dulu ". Ucap nya dengan sedikit melunak.
" Aku hanya bertemu agar dia menyelesaikan masalah ku dan dia ".
" Sudahlah el,, kamu masuk lah lalu istirahat besok kita akan mengurus nya ".
" Baiklah kak ". Aku masuk dengan rasa sedih,, ini pertama kali nya kak bean menatap ku dengan wajah seperti itu.
Aku berjalan dan segera masuk kamar mandi. Melakukan aktifitas mandi karna terasa lengket. Setelah mandi langsung merebahkan badan tak butuh lama aku terlelap di alam mimpi ku.
__ADS_1