Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
Apa Ini Mimpi


__ADS_3

Pov tsya


Pagi ini aku terbangun dengan perasaan yang sebegitu cemas dan ketakutan menyelimuti hati ku, aku hanya menatap langit langit kamar tanpa berani bergerak sedikit pun.


“ apapun yang terjadi nanti aku akan menerimanya tuhan, tapi ku mohon jangan beri kami harapan palsu..” doa ku pagi ini sebelom aku bangun dan turun dari ranjang ku.


Aku yang segera masuk kedalam kamar mandi, dengan membawah ponsel masuk kedalam. Menghubungi sekretaris ku agar membuat akan janji temu dengan seorang dokter di salah satu rumah sakit.


“ kenapa membawah ponsel kedalam kamar mandi, apa yang kamu sembunyihkan dari ku sayang..” aku hanya terdiam ketika suami ku menuduhku yang tidak mungkin aku lakukan.


“ hubby kau menuduhku?” kata ku dengan menantang matanya.


“ aku hanya takut sejak semalam.”



“ apa yang kamu takutkan dan apa hubungan nya ketakutan mu dengan kau menuduhku?” aku menyilangkan tangan ku di dada dengan berdiri menatap suami ku yang pagi pagi sudah mengajak ku berdebat.


Zen akhirnya berdiri dari duduknya, menghampiri ku yang bersandar di dinding dengan menantang matanya. “ pertama kau menghentikan aktivitas kita semalam dan kedua kau membawah ponsel kedalam kamar mandi dan ini untuk pertama kalinya..” astaga apa setiap laki laki selalu memperhatikan setiap gerak gerik wanita.


“ tapi aku tak melakukan apapun, aku membawah ponsel hanya untuk menghubungi sekretaris ku agar membuatkan janji temu dengan seorang dokter, jika kau tak percaya kau bisa mengecek nya..” aku memberikan ponsel ku dan dia tak mau mengambilnya dan malah menatap ku dengan tanda tanya.


“ sayang jangan membuat ku takut, ku mohon. Kenapa kau misterius sekali, kenapa aku sulit menebak mu..” apa yang ada dipikiran laki laki ini. Astaga ini tambah membuat ku cemas.


“ hubby kau akan tau nanti jika kita sudah diperiksa, sekarang bersiaplah kita akan kerumah sakit..” aku melangkahkan kaki ku, duduk di meja rias ku dan aku melihat zen masih terdiam di sana. “ ayo mandi, kau tunggu apa lagi hubby..” aku menyuruhnya dengan cepat.


‘ apa yang sebenarnya dia pikirkan, emang nya aku kenapa harus dia takut, malah aku yang takut membuat mu kecewa. Astaga ini merumitkan, kenapa malah aku yang pusing’ batin ku bergejolak tentang semua ini.


Tapi apapun itu aku harap semuanya benar adanya, aku selalu mengharapkan sosok bayi mungil yang berada di perutku dan bukan penyakit lagi yang bersarang di sana. Semoga apa yang aku harapkan selama ini akan terkabul. Aku harap kebahagian itu datang hari ini.


*****

__ADS_1


" permisi saya ingin bertemu dengan dokter ani.." aku yang segera mengatakan pada resepsionis yang berjaga. Zen menatap ku dengan tatapan cemas.


" saya bicara dengan nyoya siapa?"


" tsya dan zen."


" mohon tunggu sebentar nyoya tsya, saya akan mengkonfirmasi dulu dengan dokter ani.." dan aku menganggukan kepala, lalu mengajak zen duduk di antar kursi yang juga banyak orang mengantri.


" ayolah sayang katakan sesuatu, setidaknya beri aku sedikit informasinya agar hati ku tenang.." zen tetap memaksa.


" hubby sebentar lagi.." aku meyakinkan nya.


Sebenarnya aku juga takut dengan semua ini, aku takut ini hanya salah satu efek setelah operasi, aku juga cemas, tapi aku berusaha menahan semuanya. Jangan beri kami harapan yang sulit.


Aku selalu berdoa agar semuanya benar ada nya, bayi mungil itu ada di rahim ku, bayi yang membuat kami akan bahagia, bukan suatu penyakit yang akan menenggelamkan kami dalam kesedihan yang berlarut.


" selamat pagi nyoya tsya dan tuan zen, bagaimana kabar kalian.." dokter ani yang langsung menyapa kami ketika kami berdua masuk kedalam ruangan nya dan duduk di sana.


" baik dokter.." jawab ku dengan tersenyum.


" dokter.. Aku terlambat satu bulan, atau dua bulan aku sedikit melupakan masa periode ku.." aku bicara yang langsung terus terang.


" apa anda sudah mengecek nya?"


" tidak dok, saya takut. Atau ini memang efek samping pasca operasi kecil itu.." aku berharap jawabanya adalah tidak atau apapun yang penting bukan penyakit.



" mari nyoya saya periksa lebih dahulu agar lebih pastinya."


" dokter ku mohon jelaskan dulu, jangan membuat ku cemas, dari semalam aku sudah cemas.." zen mencegah kami ketika kami akan melakukan pemeriksaan.

__ADS_1


" tenanglah tuan, saya akan memeriksa nya agar lebih jelas."


Aku yang segera berbaring di bad kecil, dengan dokter ani yang duduk di samping duduknya ada layar kecil, sedangkan zen memegang tangan ku, dengan meremas nya sedikit.


Sanh dokter dengan teliti melihat layar itu, dengan sebuah alat yang di gesek di perut ku menggunakan sebuah gel yang dingin.


Pikiran ki berkecamuk, karna sang doktet masih terdiam tak mengatakan apapun. Sang dokter hanya tersenyum tipis.


" tuan nyoya lihat ini.." mata kami langsung melihat ke arah monitor tersebut dengan perasan yang takut. " ini adalah kantong rahim anda nyoya, dan ini adalah janin kalian, pembuaian kalian berhasil, selamat nyoya anda hami.." ucapanya membuat aku menatap me arah zen dengan air mata yang menetes.


" hubby aku hamil.. Kita akan punya anak."


Zen memeluk ku dengan erat, air matanya menetes di pundak ku, aku tau dia bahagia sangat bahagia, karna ini yang kami harapakan, kehadiran sosok bayi mungil yang akan menambah kesempurnaan rumah tanga kami.


Terimah kasih tuhan engkau mengijinkan kami merasakan memiliki seseorang bayi. Terimah kasih engkau mempercayai kami untuk menjadi orang tua.


Aku akan menjaga nya dengan hati ku, aku akan menjaga nya dengan nyawa ku tuhan. Akan ku lakukan apapun demi sosok bayi yang aku harapkan.


Kebahagian kami kini menjadi sempurna ketika ada sosok kecil yang ada di rahim ku. Apapun jenis kelamin kami akan menerimanya.


Ini semua seperti mimpi, mimpi yang begitu indah, tapi jika ini mimpi aku tak ingin bangun dari mimpi ini, tapi aku membuka mata dan merasakan sesuatu di perut ku yang begitu membahagiakan.


Aku menatap suami ku yang juga tak kalah bahagia nya, dia bahagia, sangat bahagia. aku harap kebahagian ini akan selamanya seperti ini.


Kami mendapatkan kebahagian setelah menunggunya terlalu lama. Dan penantian ini membawah kami dengan kebahagian. Meskipun harus ada pertengkaran di awalnya.


____


Like dulu yuk, kasih vote juga, mau tamat ni kasih bunga untuk tsya karna sudah hamil yukk,


Mampir juga di wanita nakal ya, ceritanya mengandung adengan dewasa, yang masih di bawah umur minggir dulu, nanti author di marahin mak kalian, yang punya suami harap di sanding suaminya, siapa tau pikiran liar kalian masih berfungsi hahaha,

__ADS_1


happy reading, enjoy ya sayang ku semuanya


terimah kasih.


__ADS_2