Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
CLBK2_ Jebakan2


__ADS_3

Zen yang segera berdiri dan menghampiri wanita nya yang sudah memengang kepalanya dan duduk yang tak menentu, seperi cacing kepanasan.


“ jangan sentuh wanita ku, atau kau ingin mati disini..” suara bariton yang tegas dan dingin membuat rio melepaskan tanggan nya dari tanggan tsya.


Rio yang menatap laki laki yang sudah berdiri di sebelah tsya dengan merangkul bahu nya. “ honey are you okey..” ucap zen dengan lembut.


Tsya yang mendengar suara laki laki yang dia kenal, dia segera melihat wajah yang sudah penuh dengan keringat. “ zen panas, aku haus ingin minum..” perkataan tsya membuat zen mengerti dengan kondisi wanitanya.


Zen yang menatap ke arah rio dengan tatapan membunuh dan menganggkat tanggan nya membuat semua orang yang duduk di sana segera berdiri mengelilingi meja mereka bertiga. Dan tentu saja membuat rio takut.


“ kau berani menjebak wanita ku dengan obat sialan itu ha..” bentak zen di depan rio.


Bugh


Bugh


Bugh


Bugh


Sebuah pukulan berulang kali yang membuat rio langsung terjatuh, zen yang sudah emosi tetap memukuli rio tanpa ampun, dan tak ada berani yang memisah mereka. Jika di perhatikan dari tadi memang restoran mahal itu hanya ada beberapah orang dan semua nya laki laki, hanya tsya wanita nya, dan ternyata semua itu adalah orang orang zen yang berjaga jaga di sekeliling tsya.



“ zen panas..” ucap tsya lagi yang membuat zen berhenti memukuli nya.

__ADS_1


Zen yang melihat kearah tsya yang sudah hampir membuka baju nya di sana segera berlari ke arah tsya. “ urus dia, malik kau tahu apa yang harus kau lakukan, aku akan membawah tsya..” perintah zen kepada orang orang nya.


“ baik tuan, kamar anda juga sudah saya siap kan tuan.” Ucap malik tak di hiraukan oleh zen karna zen sudah mengendong tsya yang sedikit berlari menujuh kamar pribadi nya.


Karna restoran mahal ini ada di lantai satu, sedangkan hotelnya berada di lantai 5. Sedangkan tempat ini juga tak luput dari pemiliki zen adtya adam. Kini mereka tengah berada di dalam lift dengan posisi tsya di gendong.


Entah itu inisiatif atau dorongan dari obat peransang yang sudah memenuhi otak tsya, dengan segera tsya meluma* dengan rakus bibi* zen, sedangkan zen yang mendapatkan serangan dari tsya seakan terkejut tapi detik berikut nya dia tetap diam tak membalas ciuman yang di awali dari tsya.


Ting


Pintu lift terbuka dan zen melepaskan ciuman itu, zen tetap tenang membawah tsya masuk kedalam kamar pribadinya dan segera membawah tsya kedalam kamar mandi, menurunkan tsya di bawah guyuran air dingin.



Tsya yang sudah di kuasi oleh hawa nafsu tersebut menarik zen dan mengulangi ciuman pana* tersebut. Karna tak ada balasan dari zen tsya menyudahi ciuman itu.


“ sayang bukan seperti itu, kau sedang tak sadar apa yang kau lakukan barusan bisa membangkitkan jiwa ke lakian ku..” jawab zen dengan memeluk tsya dari arah belakang.


“ pergilah zen aku hanya ingin mandi, kau sudah tak peduli dengan ku..” ucap tsya lagi dengan nada marah.


Zen yang merasa bimbang membalikan badan tsya dan segera ******* bibi* tsya dengan pelan, sedangkan tsya tentu saja membalas apa yang di lakukan oleh zen. Jiwa nafsu tsya kini sedang berkobar kepanasan.



Zen memojokan tsya kearah dinding dengan tetap saling menelan salvinannya, saling membalas, saling bercumb* dengan lembut membuat kedua anak manusia ini kehilangan akal sehat nya. tsya yang hanya bisa mendesa* di sela sela bibi* zen yang meninggalkan tanda kepemilikan di leher tsya yang mulus.

__ADS_1


Tanggan tsya kini sudah meremas apa yang seharus nya tak di pengang oleh nya, hasrat mereka kini sama sama saling memuncak, saling membutuhkan untuk di lepaskan, dengan tetap saling berdiri, zen membuka gaun yang di gunakan tsya, dengan melepas semua kain yang berada di antara mereka, zen yang sudah bermain dengan sebuah gundu*an yang mengoda dari tadi.


“ ze- aghh..” suara tsya yang sudah memenuhi kamar mandi itu seakan menjadi melodi terindah yang di dengar oleh zen.


Zen yang sudah tak memakai apapun juga, segera mengendong tsya dengan melingkarkan kaki nya di pinggang zen dengan saling berciuman kembali, merebahkan tubuh tsya dengan pelan ke ranjang yang cukup besar untuk mereka gunakan untuk bergumul.


Zen yang munurunkan ciuman itu untuk menelusuri tubuh dari wanita nya, pahatan yang sempurna hanya itu yang ada di otak zen. Zen dengan pelan memasukan jar* nya ke sebuah tempat yang indah, memaju mundurkan dengan pelan membuat tsya hanya bisa mengeram, mendesah dan mencengkram rambut zen.


“ agrhhh..” desah*an tsya membuat zen semakin hilang akal nya, membuat nya semakin ingin memasuki tubuh tsya, tapi dengan akal sehat nya dia tak ingin merusak nya meskipun dia harus menahan hasrat nya yang sudah tak karuan.


Hanya sebentar memaju mundur kan jar* nya dan menjil*t putin* gunduka* itu membuat tsya dengan cepat mengeram dan mendesa* panjang. “ argghhhhhhh..” desahan panjang dan getaran yang hebat menandakan bahwa wanitanya sudah mengeluarkan apa yang di tahan dari tadi.


Pencapaian yang membuat tubuh tsya dengan cepat lemas dan dia tertidur dengan posisi tubuhnya yang telanjang. “ gara gara obat sialan itu aku harus bermain dengan sabun hari ini, damn!!. Akan ku hancurkan semua nya..” umpat zen ketika berjalan menujuh kamar mandi nya.



Zen yakin besok pagi akan ada kegaduhan di kamar dirinya, apalagi dengan posisi tubuh tsya yang hanya selimut tebal yang menutupinya. Dia tak cukup brengse* meniduri wanita nya karna wanita nya di jebak mengunakan obat perangsang oleh seseorang, andai tsya yang memintak nya sendiri dengan akal sehat mungkin zen dengan senang hati menuruti wanita.


Zen begitu murka dengan apa yang di alami oleh wanita nya, dia akan menghancurkan semuanya. Dan kita lihat sebuah perang yang akan terjadi kepada zen dan tsya di dalam kamar setelah bangun nya tsya dari tidur yang panjang.



__________


Biasakan tinggalkan jejak kalian yuk gaes, like coment atau vote juga ga pa pa kok, coment kalian tetap aku jadikan saran yuk.

__ADS_1


Jangan lupa like ya gaes


Makasih


__ADS_2