
Sean tiba di sebuah hotel berbintang. Bean yang tengah menunggu ke datangan sean. Banyak pertanyaak an yang akan di lontarkan untuk sean.
" Duduklah ." Ucap bean dengan mempersilahkan sean setelah tiba di ruangan nya. " mau minum apa ." Bean menawarkan sean.
" Apa aja ." Jawab sean.
" Aku baru mendapat kan hadiah malbec dari salah satu rekan bisnis ku. semacam anggur merah. Kamu mau coba."
" Aku pernah mencobanya dulu. Tapi aku sudah lupa rasa nya." Ucap nya dengan sedikit tersenyum.
...
MALBEC...
" Kita bisa minum bersama." Ucap bean dengan membuka koleksk minuman yang di lemari sebelah meja besar nya.
" Asal kau jangan mabuk berat. Aku bisa di pukul istri mu dan adik mu." Ucap sean dengan tertawa dan di balas hanya dengan tatapan tajam oleh bean.
" Minum lah lalu kita bisa mengobrol dengan santai." Ucap bean dan di angguki oleh sean.
" Jelaskan kenapa kau bisa kembali pada istrimu lagi." Ucap bean setelah mereka meminum satu tegukan malbec.
" kau tak suka basa basi ternyata." Ujar sean. " Aku akan menjelaskan tapi entah lah kau percaya atau tidak."
" Tergantung ." Ucap bean dan sean memejamkan mata nya sebelum akhir nya dia bercerita.
SERKAN CAYOGLU sebagai BEAN ALEXANDER
" Amanda awalnya memang sudah menyetujuhi bahwa kita akan bercerai dengan kompesesi yang cukup untuk menunjang masa tua nya. Tentu saja aku mengiyakan tapi setelah sidang pertama dia berubah pikiran dan menjadikan mamanya untuk melawan ku.." bean mengerutkan keningnya dan masih mencernah ceritanya. " Tetapi aku tetap mengajukan gugatan tanpa harus melibat kan nya lagi. Tapi mungkin butuh waktu lama." Perkataan sean dengan sekali lagi minum marbec.
" Baiklah kalau memang itu yang kau rencanakan. Tapi jika kau tak bisa memilih antara elmas dan istrimu makan kau harus melepaskan adik ku." Titah nya bean dengan tegas.
" Akan aku pasti kan bahwa aku meninggalkan amanda dengan cepat." Mereka terhanyut dalam obrolan panjang dan tak terasa sudah menghabiskan satu botol marbec.
ENGIN AKYUREK sebagai Sean Paulo
" Aku rasa sekarang aku pusing." Ucap sean dengan memegang kepalanya.
Bean hanya tertawa. " Kau tau aku juga pusing. Mungkin kita mabuk bersama. Jika kita pulang maka prilly akan marah- marah."
" Kau sungguh suami takut istri." Ledek sean untuk bean.
" Sana pulang lah." Usir bean untuk sean.
Sean merogok ponsel nya untuk menghubungi erlan. " Jemput aku sekarang."
__ADS_1
JI CHANG WOOK sebagai Erlan
Tak menunggu lama erlan tiba dan melihat bahwa bos nya tengah minum minuman dengan calon kakak iparnya. Dan mereka berdua tengah mabuk berat. Sean yang tak sadar dan tengah duduk di lantai dan menundukan kepalanya di meja. Sedangkan bean tertidur di sofa.
Erlan hanya mampu geleng geleng kepala melihat tingkah mereka berdua. Erlan yang mengetahui bahwa bean tak memiliki asisten pribadi. Akhirnya erlan membopong bean dan sean yang di bantu salah satu karyawannya.
Erlan tiba di depan rumah dan elmas dan prilly juga tiba di depan. " Apa yang kau lakukan di sini. Bukan kah kamu erlan ." Tanyak elmas.
TUBA BUYUKUSTUN sebagai ELMAS AURORA PRILLY
" Yaa nona elmas saya erlan. Saya hanya mengantar tuan bean yang tengah tidur di mobil." Perkataan erlan membuat aku dan prilly saling bertatapan.
" Tidur ?." Prilly mengulangi perkataan erlan. " biar aku yang membangunkannya." Ucap prilly.
" Tapi maaf nona sepertinya tuan bean tak bisa di bangunkan."
Prilly yang tak mengerti bertambah binggung dengan semuanya. " Katakan yang jelas. Tadi kau bilang dia tidur lalu tak bisa di bangunkan." Ucap elmas dengan sedikit meninggi suaranya.
" Tuan bean sepertinya mabuk nona." Perkataan erlan membangun kan macan dari tidurnya.
" Mabuk kau bilang? ."
" Iya nona ."
" Minum di mana dia dan sama siapa." Teriak prilly yang tak menyangka bahwa bean tengah mabuk.
Erlan hanya menunduk tak berani menatap istri dari bean alexander. " Kamu harus tenang kak."
" maaf kan saya nona. Tuan bean hanya minum di hotel nya dan di ruangannya bersama tuan sean."
Elmas yang mendengar kata sean seakan terkejut dan langsung menatap erlan dengan tajam. " Jadi maksud mu sean dan kak bean minum bersama hingga sekarang mabuk."
" Iya nona." Ucap erlan dengan menunduk. " Saya akan membawah tuan bean masuk nona."
Prilly tertawa melihat murka elmas di wajah cantiknya. Elmas hanya menghembuskan nafad kasarnya. " Bawah masuk juga sean. Biar kan dia tidur di kamar tamu." Ucap elmas dengan nada dingin. " Dan satu lagi antarkan icha kemari besok. Sebelum jam makan siang. Sesudah kami berdua merebus para lelaki itu."
" Baik nona."
" Sepertinya besok akan terjadi pertengkaran di rumah kita ." Ucap prilly dengan pelan.
" Kita lihat saja pada mereka berdua. Akan aku rebus mereka." Ucap ku dengan lantang hingga membuat erlan merinding seketika.
" Maaf kan aku bos. Anda harus berada di kandang singga betina." Ucap erlan dalam hati.
Keesokan hari nya prilly dan elmas yang sudah bangun untuk lari pagi. Sedangkan bean dan sean yang terbangun dari tidurnya merasa pusing kepalanya menginggat kejadian kemarin. Bean segera membersihkan diri.
" Aku di kamar siapa? Apa kamar nya erlan. Se ingat ku aku menghubungi erlan." Ucap sean dengan memegang kepalanya yang masih pusing. Sean segera membersihkan tubuhnya dan memakai baju yang tlah di siap kan elmas. Tapi sean tak mengetahui bahwa dia berada di kamar tamu rumah elmas.
Elmas dan prilly pulang dengan rasa lelahnya. Mereka duduk di dekat kolam renang. Sedikit bercengkrama. " Honey." Panggil bean untuk prilly sedangkan prilly yang yang merasa di panggil hanya menatapnya sekilas. " Honey aku lapar." Rengek bean dan tak di hiraukan oleh prilly.
Sean yang keluar kamar nya terkejut bahwa mengetahui bahwa dia berada di rumah bean. Sean yang mendengar suara bean mencari sumber suaranya. " Elmas." Panggil sean sedang kan elmas hanya menatap nya dengan rasa kesal.
Sean dan bean hanya saling bertatapan dan tak mengerti kenapa dua wanita tersebut mengacuhkan mereka. " Apa kau juga di abaikan bro." Ucap sean dengan berbisik.
__ADS_1
" Bahkan aku lapar pun tak di hiraukan." Jawab bean dengan berbisik juga.
Prilly dan elmas yang juga melirik mereka berdua hanya bisa terdiam. " Apa yang kalian rencanakan." Ucap elmas dengan menyipitkan mata nya.
" Kami ? Tak merencanakan apapun." Jawab sean.
" Apa belum puas kalian minum kemarin? Hingga kalian berencana akan minum lagi." Suara prilly yang kini terdengar dingin.
" Jadi kalian mendiam kan kita gara gara kita minum." Ucap bean.
" Ayo kak kita masuk. Bukan kah kita akan mandi ." Ajak elmas dan berjalan melewati mereka.
Sean dan bean mengikuti dua wanita tersebut. Prilly yang masuk kamar dan bean juga masuk kamar. Sedangkan elmas yang akan masuk kamar di cegah oleh sean dan menarik lenggannya.
" Lepas kan ." Ucap elmas dengan suara dingin.
Sean yang tak pedulikan perintah elmas. Seakan menarik elmas hingga masuk ke dalam kamar elmas dan menutup pintunya lalu mengunci kamarnya. " Apa yang kau lakukan." Ujar elmas.
Sean yang menatapnya masih tak membuka suara nya. Dan berjalan kearah elmas dan elmas berjalan mundur hingga terpojok di dinding dekat ranjang. " Apa kamu marah padaku hanya aku minum dengan bean." Tanyak nya sean.
" Aku sama sekali tak marah." Jawab elmas dengan mengalihkan pandangannya.
Sean yang memengang dagu nya elmas dengan lembut yang membuat elmas menatapnya. " Jika kau tak marah kenapa kamu mendiamkan aku hem,, lalu kenapa aku bisa tidur di sini." Sean dengan lembut mengelus pipinya elmas.
" Apa kau keberatan jika tidur disini. Apa kau akan mengulangi kesalahanmu tidur dengan amanda." Mata ku yang menyipit menatap sean.
" Jadi kau cemburu. Kenapa kau posesif sekali sekarang hem." Sebelum elmas menjawabnya sean sudah mengunci bibirnya elmas. Bibir yang lama tak dia rasakan.
" Aku tak posesif. Hanya menolong mu agar kalian segera berpisah." Ucap elmas setelah ciuman itu terlepas.
" Benarkah jadi kau tak cemberu sama sekali. Kalau begitu aku akan pulang lagian di sana juga ada amanda dan mama mertua ku yang tinggal di rumah sekarang." Perkataan sean membuat aku mengerutkan kening.
" Pulang lah tapi jangan berharap kita bisa bertemu lagi." Ucap ku dengan ketus. Sean hanya tersenyum dan memengang dagu ku. Mata kita bertemu dan sean memcium bibir elmas dengan lembut. Elmas yang juga membalas ciuman itu.
Ciuman yang lembut dan ciuman yang lama membuat merekaa terhanyut akan ciuman itu. Mereka melepaskan ciuman itu setelah kehabisan oksigen. Dan sean mencium nya lagi. Tanpa sadar elmas sudah mengalungkan tanggannya ke leher sean. Ciuman yang lama dan lembut. Kini menjadi ciuman yang menuntut. Menuntut lebih dari sekedar ciuman.
" Sean." Ucap nya elmas setelah ciuaman itu terlepas.
" Maaf kan aku sayang." Ujar sean dengan memeluk elmas. Dan meletahkan kepalanya di leher elmas. " Jangan banyak bergerak aku sungguh tersiksa." Perintah sean dengan sedikit menginggit lehernya elmas dengan lembut. Hingga meninggalkan tanda kepemilikan.
Tanpa elmas sadar bibirnya elmas telah mendesah begitu saja. " Jangan marah lagi hem. Aku tak akan melakukan apapun tanpa kau menyetujuhinya. Dan aku akan menyelesaikan ini sendiri." Ucap sean dan aku hanya menganggukan kepala. Sebelum sean pergi dia mencium kening ku. Lalu pergi dari kamar ku.
Aku yang malu dengan diri ku sendiri. Bagaimana bisa aku mengeluarkan desah seperti itu. " Kamu bodoh elmas bagaimana bisa bertemu dengan sean kalau sudah seperti itu." Ucap elmas dengan pelan. Dan segera masuk kekamar mandi membersihkan diri.
_________
Malbec Argentina adalah produsen anggur terbesar kelima di dunia, terutama anggur merah dari anggur malbec. Sebagian besar dari ativitas ini terjadi di daerah Mendoza yang memiliki lebih banyak kebun anggur.
Selamat hari senin sayang
Selamat atifitas
Salam sayang dari athour
__ADS_1