Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
CLBK2_ Mengalah


__ADS_3

Zen yang membawah mobil nya dengan kecepatan tinggi dengan cepat tiba di depan perusahan tsya. Zen yang ingin masuk di tahan oleh satpam yang di depan karna melihat banyak nya darah yang menetes dari tanggan nya.


“ maaf tuan anda di larang masuk..” kata satpam itu dan zen tentu saja tak menghiraukan larangan dari satpam tersebut.


Zen yang tetap masuk di cegah oleh kedua satpam itu dengan tetap menghalanginya jalan nya. “ maaf pak biarkan bos saya masuk kedalam, beliau sudah mempunyai janji dengan nona tsya..” ucap malik yang tiba tiba dari belakang.


“ tapi maaf tuan, tanggan bos anda banyak darah..” jawab satpam itu.


“ mereka OB di gaji untuk bersih bersih kan, kenapa kalian yang repot ha..” bentak zen yang membuat kedua satpam itu sedikit takut. “ malik urus mereka..” sambung zen lagi yang sudah masuk kedalam perusahan dan malik mengurus kedua satpam tersebut dan mengatakan siapa laki laki yang telah di cegah.


Zen yang mencari tsya kedalam ruangan nya tak menemukannya, karna memang tsya tak berada di ruangan nya. zen yang membuka satu persatu ruangan yang tertutup dengan sedikit kasar.


Brak



Suara pintu yang di buka paksa oleh zen, dan semua orang yang melihat pintu di buka paksa oleh laki laki yang sebagian orang kenal. “ zen..” kata tsya dengan terkejut. Tsya yang melihat darah yang menetes dari tanggan zen segera bangkit dari duduknya. “ exel lanjutkan meetingnya tanpa aku..” kata tsya dengan tegas dan dia segera menarik zen menujuh ruangan nya.


Kepergian tsya dan zen banyak yang membicarakan mereka. “ tuan exel ada hubungan apa antara ibu tsya dengan tuan zen adtya adam..” salah satu dari mereka bertanyak langsung pada exel yang mereka tahu adalah wakil ceo dari tsya.


“ maaf tuan tuan itu urusan pribadi mereka, jangan di bahas..” jawaban dari exel dan mereka tetap saling berbisik. “ apa meeting kita bisa di lanjutkan..” sambung exel dengan kesal dan semua orang menganggukan kepalanya.



Di ruangan lain tsya dan zen sudah duduk saling berhadapan dengan tsya yang mengobati tanggan zen yang terluka. Tak ada pembicaraan di antara mereka berdua, mereka sibuk dengan pemikiran mereka masing masing. “ sayang katakan sesuatu , ada apa?, jangan membuat ku takut..” kata tsya setelah selesai mengobati tanggan kekasihnya.


“ ana katakan jika kau ingin menikah dengan ku..” jawab zen dengan suara yang begitu dingin.


“ apa kau marah aku mengatakan ingin memikirkan nya dan kau menghukum dirimu sendiri.”


“ aku hanya butuh jawabanmu.”


“ zen.”

__ADS_1


“ katakan ana bahwa kau ingin menikah dengan ku..” bentak zen yang membuat tsya memejamkan matanya.


“ kau kekanak kanakan zen..” jawab tsya setelah dia membuka matanya dan menatap zen dengan dingin juga.


“ aku kekanak kanakan, oke terserah. Aku tak akan memaksamu lagi. Jawabanmu tadi sudah menjelaskan bahwa kau tak ingin menikah dengan ku..” perkataan zen membuat ana tak habis pikir dengan laki laki ini.


“ sayang bukan nya aku tak ingin menikah dengan mu, aku hanya perlu waktu..” suara tsya yang lembut.


“ aku tak butuh jawaban waktu ana, aku hanya butuh jawaban iya atau tidak, kenapa kau susah sekali mengatakan iya. Jika kau memang tak mencintaiku maka aku akan pergi..” kata zen dengan berdiri yang akan meninggalkan tsya.


“ pergilah sejauh mungkin zen, pergilah. Kau laki laki egois yang aku kenal dari dulu. Kau tak mau mendengarkan pasanganmu kau hanya ingin pasangan mu menurutimu tapi kau tak mau mengerti dengan perasanku. Sudah berapah kali aku mengatakan bahwa aku ingin menikah dengan mu tapi beri aku waktu untuk menyakinkan hati ku, apa itu sulit bagi mu zen..” ucap tsya yang tak kalah dingin dan zen tentu saja terdiam dengan menatap wanitanya.


“ pergilah maka aku anggap hubungan kita berakhir..” sambung tsya lagi dengan berjalan menujuh jendela.



Zen yang berjalan menujuh ke arah tsya dan memeluknya dari arah belakang dan menempelkan kepalanya ke pundak sang wanitanya. “ maaf..” kata zen dengan lembut.


“ maaf..” ulang zen.


“ aku hanya butuh waktu zen, bukan berarti aku tak ingin menikah. Aku rasa ini terlalu cepat itu saja..” kata tsya lagi dengan tetap posisi mereka zen yang memeluk tsya dari arah belakang.


“ aku akan menunggu ke siapanmu untuk menikah, tapi jangan katakan hubungan ini berakhir sayang.”


“ kau yang memintaknya.”


Zen memutar badan tsya hingga mereka saling berhadapan saling menatap mata pasangan. Zen menempelkan keningnya dengan saling memejamkan matanya. “ maaf kan aku sayang, aku egois aku salah sudah memaksamu untuk segera menikah.”


“ kasih aku waktu..” kata tsya dan zen hanya menganggukan kepalanya.


Dan hitungan detik mereka saling bercium*an dengan saling mendekap. Decapan demi decapan mereka ciptakan sendiri. Sentuhan demi sentuhan mereka rasakan. Saling membalas saling menelan salvinanya, saling ******* dengan lembut, tentu saja semua orang terlena dengan cium*an lembut dari pasangan nya.


Cukup lama mereka saling bercium*an dengan mesra, hingga mereka saling bernafas dalam cium*n itu. Saling mendekap saling menyesa* hingga mereka saling memperdalam cium*n itu.

__ADS_1


Ciuam*n yang panjang membangkitkan sesuatu yang berada di bawah sana, tentu saja tsya merasakan bahwa ada sesutu yang menyentuh nya dengan sangat menekan nya.


Cium*an itu kini tengah turun ke leher jenjang milik tsya yang begitu mengodanya. “ stop sayang, nanti ad- ada orang..” kata tsya yang suara nya menahan sesuatu.


Perkataan tsya membuat zen menghentikan aktifitas nya yang ingin meninggalkan tanda kepemilikan lagi di sana. “ damn, this is driving me really crazing honey..” umpat zen dan membuat tsya tersenyum.


( sial, ini benar benar membuat ku gila sayang )


“ i’m sorry dear, if we’re married I make sure you get the delayed froom yesterday ..” kata tsya dengan tersenyum lagi.


( maafkan aku sayang, jika kita sudah menikah ku pastikan kau akan mendapatkan yang tertunda dari kemarin )


“ your promised, this time you escaped me, but not with us married honey..” perkataan zen membuat nya tertawa bersama.


( kau sudah berjanji, kali ini kau bisa lolos dari ku, tapi tidak dengan kita sudah menikah sayang )


Dan drama pernikahan itu pun berakhir dengan saling tersenyum lega. Meskipun harus ada korban tapi mereka bisa menyelesaikan nya dengan tenang dan kepala dingin.


________


Setiap masalah harus di bicarakan apalagi dengan pasangan kita jangan ada marah marah gak jelas, kalau gak di bicaran mana ada yang tahu. Kita bukan seseorang ahli pembaca pikiran jadi kita tidak tahu apa yang mereka pikirkan.


Paling sebel gak sih kalau pasangan kita tiba tiba diam gak ingin bicara, kita nya yang gak tahu kalau dia sedang kesal. Kalau di omongin meskipun harus berdebat setidak nya masalah itu selesai dan kita tahu penyebabnya kan.


_________


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya sayangku


Jangan lupa like, coment atau vote atau kasih hadiah juga ga pa pa


Comen kalian tetap jadi semangatku gaes


Salam sayang dari author

__ADS_1


__ADS_2