
Pagi ini elmas telah terbagun karna suara ponsel yang dari tadi berbunyi. Elmas dengan malas menganggat panggilan itu dan tak melihat siapa yang menghubunginya.
" Elmas bangun lah berapah kali aku harus menghubungi mu ". Ucap nur dengan teriak.
" Astaga nur ini masih pagi. Kenapa kau harus membangun kan ku sepagi ini ".
" Kau harus bersiap siap. 1 jam lagi aku akan menjemput mu dan kita akan feeting baju mu".
" Hem ". Ucap elmas dan kemudian mematikan panggilan telfonnya.
Elmas melihat jam di dinding ternyata masih jam 7 pagi. Elmas segera bersiap siap. Setelah selesai dengan semuannya elmas keluar dan belom ada yang keluar dari kamar nya.
Elmas melihat sang papa tengah terduduk menikmati kopi di pagi hari.
" Pagi papa ". Sapa elmas untuk sang papa.
Richand melihat ke arah suara dan tersenyum kepada elmas. " Pagi sayang. Kau mau kemana kok sudah rapi ".
" Mau feeting baju yang di rekomendasi oleh nur dan itu seperti nya suara nur. Paa el pergi dulu ". Ucap elmas dan kemudian pergi.
" Kau tak sarapan dulu sayang ". Teriak richand pada elmas.
" Nanti sarapan di luar pa ". Jawab elmas dengan pergi.
" Ayo berangkat ". Ucap elmas dan membuat nur menghentikan langkahnya yang akan mau naik ketangga.
" Kau buru buru sekali sayang ". Ucap nur dengan mengoda elmas.
" Ayo lah aku males di rumah ". Ucap elmas dengan menarik tanggan nur.
" Ehh ada apa sih ". Ucap nur dengan kewalahan mengikuti jalannya elmas.
Elmas dan nur kini masuk kedalam mobil dan nur yang mengemudi. " Katakan ada apa di rumah kenapa kau malas ". Ucap nur dengan bertanyak.
" Biasa lah semalam sedikit berdebat dengan sean dan aku rasa sean menginap di rumah karna aku sedikit mendengar dia dengan icha pagi ini ". Jawab elmas dengan malas.
" Berdebat ? Apa yang kalian debatkan ".
" Pernikahan tak lebih dari itu. Dia ingin menikah di gedung mewah sedangkan aku ingin menikah di pinggir pantai sederhana ".
" Lalu gimana ".
" Ya sudah kami berdebat dan aku malas bertemu dengannya ". Ucap elmas dengan menatap lurus ke arah jalan.
" Kita sampai ayo turun ". Ucap nur yang memang bertepatan mereka tiba di depan butik.
" hem. Bagus juga pilihan butik mu ". Ucap elmas.
__ADS_1
" Kita masuk dan kita sudah di tunggu teman ku di dalam ". Ucap nur dan mereka keluar dari mobil.
" Akhir nya datang juga. Mana pengantin perempuannya ". Ucap lelaki yang wajahnya nampak cantik serta tampan.
" Kenalin dulu el. Dia juga yang merancang gaun pernikahan sepupu ku ". Ucap nur mengenalkan kami.
" Hai sayang aku gerry tapi kalian bisa panggil aku sis gina ". Ucap nya dengan tersenyum dengan mengulurkan tanggannya.
" Hai aku elmas ". Ucap ku dengan menyambut uluran tanggannya dan kami melepaskannya.
" baiklah nona elmas mari kita fetting gaunnya sekarang karna waktu nya sangat sempit. Bagaimana bisa kalian menikah dalam waktu satu minggu ". Ucap nya dengan berjalan dan elmas serta nur mengikuti dari belakang.
" Entahlah tapi memang itu keputusan kami. Dan ada banyak masalah yang harus kami hadapi selama ini. Jadi kita tak akan mengulur waktu lagi ". Ucap elmas dengan mengingat memory nya dulu hingga sekarang.
" Tapi untung saja aku baru kemarin merancang gaun pengantinnya kalau tidak bisa bisa aku di depak dari negara ini oleh calon suami mu ataupun ayah mu ". Ucapannya membuat aku menatap nur dan nur hanya bisa cengegesan.
" Maaf kan aku yang telah menjual nama nama orang itu ". Ucap nur pelan dan elmas tau bahwa nur akan memakai nama mereka untuk mencari apa yang dia mau.
" Baiklah ini gaunnya. Kalian lihat dulu nanti jika ada yang cocok aku akan bantu memakainya ". Ucap gina dengan gemulainya.
Ponsel elmas sedari tadi bergetar dan elmas tentu saja tak mengetahui nya karna tas serta ponselnya di atas meja. Sedangkan sean yang dari tadi merasa cemas karna elmas tak kunjung menganggat ponselnya.
" Pagi paa. Apa papa tau elmas kemana ya ?. Aku ketok pintu kamar nya tak ada yang membukakan pintu ". Ucap sean ketika tiba di depan meja makan.
" Elmas keluar feeting baju tadi. Mungkin bersama nur ". Ucap richand dengan mengoles rotinya.
" Apa kalian belom baikan sean". Sean hanya mengelengkan kepalanya menandakan memang dia belom berbaikan.
" elmas sedari tadi tak menganggatnya. Entah sengaja atau tidak yang jelas aku cemas ".
" Tenanglah bro kenapa kau begitu takut. Apa yang kau takutkan sebenarnya. Elmas tak akan kemana mana ". Ucap bean dengan menepuk pundak sean.
Sean tak kehabisan akal dia menghubungi erlan agar mencari tahu beredan nur serta calon istrinya.
Ponsel yang tadi di gengam nur kini berdering dan nur melihat yang menghubungi nya. Senyum di bibir nya tak bisa di sembunyikan mengetahui bahwa erlan lah yang menghubunginya.
" Ya halo er ". Sapa nur dengan pelan agar elmas tak mengetahui siapa yang menghubunginya.
" Bisakah kau kasih tau kau dimana karna bos sean menghubungi nona elmas tak ada jawaban jadi bos erlan ingin menyusul kalian ". Suara erlan dari arah sebrang sana.
" Tak bisa kau basa basi terlebih dahulu pada ku ? , dasar lelaki kaku ". Ucap nur dengan ketus.
" Aku sibuk hari ini nur tak banyak waktu untuk sekedar mengobrol. Hari ini aku harus mengurus semua nya. Maaf kan aku jika harus kaku pada seorang teman ".
" Kami berada di butik di tengah kota. Aku akan mengirim alamatnya ". Ucap nur lalu mematikan ponselnya tanpa harus menunggu jawaban dari erlan.
Sedangkan erlan hanya benggong mendapatkan sikap nur yang ketus dan langsung mematikan panggilan nya. " Dasar wanita aneh. Sedikit baik sedikit ketus ". Ucap erlan dengan nada sedikit kesal.
Tak berselang lama nur mengirimkan alamat dia dan elmas berada. Dan erlan segera mengirim alamat tersebut kepada bos nya. Dan erlan segera melanjutkan apa yang di suruh oleh bos nya. Sedangkan amanda tentu saja tak bisa berkutik karna setiap sudut rumahnya ada penjagaan yang ketat.
" Dia pikir aku tawanan dia memberiku segini banyak penjaga. Dasar bre*gs*k kau sean. Aku bakal melakukan apapun agar kau tak bahagia bersama elmas. Agghhhh ". Ucap amanda dengan keras dan berteriak. Amanda membanting semuaa yang ada di kamar nya. Hingga kamar yang indah seperti kapal pecah.
__ADS_1
Sedangkan sean segera menuju butik yang di maksud oleh erlan. Cukup lama perjalan karna kemacetan yang biasa terjadi di pagi hari. Sean tiba di depan sana dan segera masuk kedalam butik.
" Anda sedang mencari apa tuan ". Ucap gina ketika melihat sean yang clinguk an mencari sesuatu.
" Aku mencari elmas calon istri ku ". Ucap sean dengan masih mencari keberedaan elmas.
" Astaga kau tuan sean. Yaampun mimpi apa aku bertemu orang penting sepertimu ". Teriak gina dengan rasa senang
" Dimana elmas aku ingin bertemu ". Ucap sean
" Mari saya antar nona elmas ada di dalam ". Ucap nur dan melangkah keruangan yang elmas dan nur berada. Dan di ikuti oleh sean dari arah belakang.
" Nur jika ini bagaimana. Aku suka gaun yang ini ". Ucap elmas dan di tamati oleh nur.
" Simple tapi bagus dan pas untuk ukuran tubuh mu ". Ucap nur dengan melihat gaun yang tengah di pakai elmas.
Krekk
" Masuk lah di dalam ada calon istrimu ". Ucap gina dan perkataan gina membuat dua manusia yang berada di dalam melihat siapa yang akan masuk dan sean berdiri di depan pintu
Elmas hanya melihat sebentar dan menatap nur dengan malas. " Maaf kan aku el dia memaksa ingin kesini. Selesaikan dulu aku akan keluar ". Ucap nur dan kemudian meninggalkan elmas dan sean di dalam.
" Sayang ". Sapa erlan ketika ada di depan nya elmas dan elmas langsung membalikan badannya ingin pergi dan di tahan oleh sean.
" Sayang kau masih marah pada ku ". Ucap sean dengan lembut.
" Aku tak marah hanya tak ingin bertemu denganmu dulu ". Ucap elmas dengan ketus.
" Kita sudah berjanji bukan untuk tak merahasiakan apapun. Jadi berkata lah jika memang kau marah pada ku ".
" Aku tak marah sean hanya kesal padamu. Kau slalu memaksa apa yang kau mau. Sedangkan aku hanya ingin menikah di pinggir pantai tak bisa kah kau menuruti satu permintaan ku saja ".
" Bukannya aku tak mau sayang aku tau itu impianmu dari dulu. Tapi memang sangat ribet jika menikah di pinggir pantai. Tapi baiklah aku akan berusaha dulu agar kita bisa menikah di pinggir pantai tapi aku tak bisa berjanji ".
" Sungguh kau mau berusaha ".
" Sungguh sayang tapi kau harus janji jika memang tak bisa kita harus menikah di tempat yang aku mau ".
" Baiklah aku janji asal kau mau berusaha dulu untuk ku ".
Sean dan elmas saling tersenyum. Kebahagian mereka tak bisa di pungkiri lagi. Sean menyatuhkan bibir mereka ciuman yang lembut membuat mereka tersenyum di sela sela ciuman itu.
Mereka melepaskan ciuman itu dan menempelkan kening mereka. " Aku sungguh tak sabar menikah dengan mu elmas ". Ucap sean dan elmas hanya tersenyum.
Sean dan elmas sungguh bahagia. Cinta yang lama hilang kini berlabu kembali. Sebuah perasaan memuja dari mata sean sangat terpancar jelas. Sedangkan elmas tentu saya sangat menerimah ketulusan dari sean.
__ADS_1