Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
CLBK2_ Menikmati Waktu


__ADS_3

“ morning sayang..” sapa zen ketika melihat istri nya terbangun.


“ hubby kamu sudah siap dan kamu tak membangunkan ku..” oceh tsya ketika suami nya sudah memakai baju rapi nya. dan tsya terbangun dan bersandar pada kasur.



Zen berjalan mendekat ke sisi ranjang dengan tersenyum. “ kamu terlalu nyeyak untuk di bangunkan jadi aku tak tega membangunkan mu.”


“ tapi aku yang tak enak hati, suami ingin berangkat kerja sang istri masih tidur..” tsya memasang wajah cemberut nya.


“ baiklah besok aku akan menunggu mu bangun dulu, jadi jangan cemberut lagi..” dan tsya menganggukan kepalanya. “ sayang aku harus berangkat, ada meeting pagi ini dengan perusahan dari italia jadi aku harus segera berangkat..” sambungnya lagi.


“ apa aku boleh ke perusahan juga?” tanyak tsya dengan hati hati.


“ istirahat lah dulu jangan membebani dengan pekerjaan.”


“ tapi aku sudah lama tak datang ke perusahan, bukan kah CEO harus bertanggung jawab.”


“ nanti setelah kaki mu benar benar sembuh.”


“ hubby.”


“ jangan membantah sayang..” kata zen dengan lembut dan zen mencium kening tsya sebelom ia benar benar pergi dari kamar nya.


Tsya bosan harus berada di kamar seharian, kemarin harus berada di rumah sakit sekarang ia harus terkurung di dalam kamar rumah nya sendiri, menyebalkan. Tsya dengan segera turun dari ranjangnya dan segera melakukan ritual mandi nya karna merasa risih pada tubuhnya yang sudah sangat lengket karna keringat.


Sedangkan di ruangan lain zen tengah melakukan meeting pagi dengan perusahan italia, pengusaha muda yang sukses di negara nya, laki laki yang begitu tampan, brewok tipis di sekitar wajahnya menambahkan kesempurnan wajahnya yang tampan.


“ parli la nostra lingua signore..” kata zen dengan mengunakan bahasa italia.


( apa anda bisa bahasa kami tuan )


“ of course sir, my little on lives in this country..” jawab nya dengan santai.

__ADS_1


( tentu tuan, kecil ku tinggal di negara ini )


kini zen dan allesandro tengah melakukan meeting membahas beberapah pekerjaan yang akan mereka bangun di negara ini dan negara italia. Laki laki itu biasa di panggil andro dengan sikap ramah nya akan mudah menarik perhatian setiap wanita yang berada di dekat nya.


*****


sedangkan di kamar apartemen yang masih acak acak an karna ritual mereka semalam yang begitu membakar gairah mereka berdua. Kini sang empuh masih terlelap dalam tidurnya yang begitu hangat.


Alicia mengeliat merasakan badan nya begitu sakit, perutnya seakan keroncongan merasakan lapar yang begitu menyerangnya, membuka mata nya dengan sempurna melihat laki laki yang di sebelahnya yang masih terlelap dalam mimpinya. Alicia mencoba bangun dari tidur nya, memakai baju aiden yang besar, memakai celan* dalam* nya dan segera berjalan menujuh dapur untuk mencari sesuatu yang ingin ia makan.



Ia hanya menemukan roti dan shelai, memanggang nya untuk mengisi perutnya yang begitu kelaparan. Grep !! sebuah tanggan kekar yang memeluknya tiba tiba dari belakang membuat nya terkejut.


“ kau masih terkejut dengan pelukan ku dari belakang..” suara aiden yang baru bangun tidur.


“ sudah ku katakan jangan berlaku seperti sepasang kekasih aiden..” jawab alicia dengan sinis.


“ kau kekasih ku sayang, apa kau lupa hal itu?”


“ kau ingin mengulangi hal semalam lagi..” kata aiden dengan segera membalik badan alicia dengan segera, mereka saling berhadapan, aiden dengan segera melahap bibi* alicia yang dari tadi bicara sinis pada nya nya.



Meluma* nya dengan lembut, mengiggit nya membuat sang empuh membuka bibi* nya, aiden segera menerobos masuk, memasukan lida*nya menarik lida* alicia, tanggan aiden dengan sigap meremas benda yang menonjol kebelakang, meremas nya dengan bergantian, dan tanggan yang satu nya sudah meremas benda kenyal yang tak memakai bra dari tadi.


Badan alicia seketika melemas, desahan itu keluar begitu saja pada bibi* nya di sela sela ciuman mereka, aiden semakin memojokan tubuh alicia dan yang bagian bawah sudah menekan hingga membuat alicia benar benar tak bisa untuk tidak menikmati sentuhan aiden pada nya.


“ kau masih tidak ingin mengatakan nya sayang?” suara aiden begitu serak dan mata nya sudah terpancar gairah.


“ aku tidak mau menjadi selir aiden, kau banyak wanita di sekeliling mu.”


“ hanya kau wanita ku, aku dan mereka hanya saling membutuhkan satu sama lain, dan kami saling tak akan mengenal jika kami sudah berada di luar, kami tak memiliki ikatan apapun, hanya sebatas teman ranjang percayalah pada ku, aku begitu tulus menyanyangi mu, aku menyukai mu dari pertama aku melihat mu, lama lama rasa sayang ku tumbuh begitu saja, ya meskipun kau sering berkata kasar pada ku tapi aku tetap menyanyangi mu..” kata nya dengan menatap tepat di mata nya.

__ADS_1


Alicia mencari kebohongan di mata nya tapi ia tak menemukan nya, hanya ketulusan yang nampak di mata nya, entah terbakar gairah atau ia sudah terhipnotis alicia mulai mencium kembali bibi* aiden dan tentu saja aiden tak menyiyiakan nya, saling membalas, saling mendesa* hingga mereka melakukan sarapan pagi nya di atas meja makan dengan sarapan yang begitu menguras tenaga mereka berdua.


Alicia dan aiden begitu lama bergulat, berganti tempat dari meja makan hingga sofa, alicia begitu menikmati setiap sentuhan aiden, sebalik nya dengan aiden yang begitu menikmati permainan yang di berikan alicia, seakan mereka sama sama mengimbangi gairah yang begitu terpendam.



Sedangkan tsya mencoba menghubungi exel menanyakan semua pekerjaan nya yang ia tinggalkan. “ apa saya perlu membawah berkas berkas yang ibu mintak..” kata exel di sebrang telfon.


“ kau bisa memberikan pada supir perusahan saja.”


“ tak apa jika saya yang mengantar kan nya.”


“ kau sangat sibuk exel.”


“ tak apa bu, saya akan mengantarkan nya kerumah ibu..” exel yang mengotot mengantarkan berkas berkas yang ingin di baca oleh tsya, bukan karna alasan apapun, alasan nya adalah laki laki itu merindukan istri orang, siapa lagi kalau bukan tsya, mantan tunangan nya yang sekarang menjadi istri orang.


“ aku akan mengirimkan alamat nya.”


“ saya tunggu..” dan panggilan itu pun berakhir, exel dengan segera membawah berkas berkas itu dan segera membawah kerumah bos nya, ia sungguh tak sabar bertemu dengan wanita yang ia cintai.


Karna semenjak di rumah sakit ia sungguh tak bisa melihat wanita nya dari dekat, karna suami nya yang posesif itu melarang nya, tentu saja melarang nya karna rasa cemberu yang di miliki zen pada exel sangat berlebihan.


Exel dengan senang hati melajukan mobil nya menujuh alamat yang berada di ponselnya, ia akan segera melihat wajah cantik tsya.



_______


Tap jempol kalian dong sayang


Sebenar nya gak up tapi kok gak enak ya, jadi author usahain up meskipun cumak satu bab


Maafin ya sayang, kondisi author lagi drop beberapah hari ini

__ADS_1


Jangan lupa like, komen atau kasih vote atau hadiah juga ga pa pa


Jadikan favorit juga yuk


__ADS_2