
Pagi ini matahari seakan menyungingkan senyum nya terlihat jelas dengan sinar nya yang begitu terik, panas nya seakan menembus ke kulit setiap manusia yang keluar hari ini.
Tsya membuka mata nya dengan pelan, merasakan ada tanggan kekar yang berada di perutnya, tsya melihat kesamping dengan bibir yang tersenyum. Zen yang terlelap di sebelahnya dengan memeluk nya dengan erat tak menyadari bahwa istri nya sudah terbangun.
Tsya mengusap tanggan zen dengan pelan membuat pemilik tanggan nya membuka mata nya dengan segera. “ selamat pagi tuan pemalas..” goda tsya dengan tersenyum begitu tulus.
“ sayang kamu sudah bangun?” zen bertanyak dengan mengerjap mata nya.
“ apa kamu berharap aku tak bangun..” tsya bicara dengan nada ketus dan memajukan bibirnya.
“ jangan bicara omong kosong..” jawab zen lalu mencium pipi istrinya. “ apa ada yang sakit, aku akan memanggil dokter ani dulu..” zen yang baru ingat kalau istrinya harus di periksa oleh dokter.
Tak berselang lama dokter ani memeriksa tubuh tsya dengan teliti. “ apa ada yang sakit nyoya?” tanyak dokter ani.
“ tidak dok..” jawab tsya.
“ apa anda mual, atau pusing?”
“ tidak juga dok.”
“ baik, semua nya normal nyoya, tekanan darah anda juga normal, ini bertanda bagus, jika ada keluhan lagi, anda bisa memanggil saya tuan..” sambungnya lagi.
“ terimah kasih dok..” ucap zen, kalau di ingat ingat zen sekarang sering mengatakan terimah kasih pada siapa pun.
“ dokter kapan saya boleh pulang..” tsya segera bertanyak karna ia merasa tak mau terlalu lama di sini.
“ kita masih memantau nya nyoya, jika besok anda sudah tak ada lagi keluhan maka anda boleh pulang, tapi untuk hari ini saya tak mengijinkan nya.”
“ baik dok..” tsya bicara dengan nada tak suka.
“ kalau begitu saya permisi.” Dan di angguki oleh zen serta tsya.
Setelah kepergian sang dokter, zen merasa gemas karna istrinya cemberut dari tadi karna tak di ijinkan pulang dengan segera oleh sang dokter.
“ jangan cemberut seperti itu sayang, kau mau menyiksa ku hem..” zen dengan gemas menciumi pipi istrinya dengan gemas.
“ aku tak mengoda mu hubby.”
“ kamu harus tahu sayang bahwa aku harus berpuasa satu bulan.”
__ADS_1
“ yang ada di pikiran mu hanya ke mesuman hubby..” kata tsya dengan senyum tipis di bibirnya.
Ceklek
Pintu terbuka dengan menampilkan malik bersama briyan dengan wajah yang sama sama tegang. Zen mengangkat alis nya ketika ia menyadari bahwa malik dari semalam menunggui di rumah sakit karna baju yang ia pakai masih sama seperti semalam.
“ selamat pagi nona, tuan..” sapa briyan dan malik bersamaan.
“ selamat pagi juga..” jawab tsya dengan tersenyum.
“ jangan tersenyum pada laki laki lain itu dilarang sayang..” suara zen seakan dingin ketika melihat istri nya tersenyum kepada orang orang nya sendiri.
“ dasar posesif..” kata tsya dengan mencubit lengan suaminya.
Zen hanya menatap kearah anak buah nya yang berdiri tanpa banyak bicara sama sekali. Zen yakin pasti ada sesuatu yang terjadi.
“ sayang aku ingin bicara dengan malik dan briyan, kamu tak apa jika aku tinggal sebentar..” zen bicara dengan begitu lembut. Dan tsya hanya menganggukan kepalanya. Zen mencium pucuk kepala istrinya dan kemudian pergi keluar dengan di susul malik serta briyan.
“ katakan ada apa, kenapa wajah kalian setengang itu..” zen segera bertanyak dengan kedua orang yang dari tadi wajahnya sudah tak bisa di ajak kompromi.
“ kita keruangan saya tuan..” timpal briyan.
Dan kini mereka bertiga berjalan menujuh ruangan briyan, dengan pemikiran mereka yang masing masing.
“ katakan ada apa sebenarnya..” zen sudah bertanyak lagi dengan rasa penasaran nya ketika mereka tiba di ruangan briyan.
“ narkob* yang kita selundupkan di kapal laut ketahuan tuan, dan semua barang bukti di sita..” kini malik bersuara dengan rasa takut.
“ bagaimana bisa ketahuan ha..” bentak nya zen pada mereka.
“ ada salah satu dari awak kapal yang takut dan melaporkan pihak kita ke pihak polisian setempat tuan..” lagi lagi malik menjawab pertanyakan bos nya dengan rasa takut.
“ lalu apa yang kalian sudah lakukan?”
“ aiden serta beberapah orang berangkat kesana tuan..” kini briyan yang menjawab.
“ aiden?, buat apa mereka kesana?”
__ADS_1
“ untuk mengambil lagi barang kita.”
“ kalian bodo* atau tolo* ha..” bentak nya lagi. “ bagaimana bisa kalian mau ambil barang bukti yang segitu banyak, apa kalian akan merebut paksa dengan kepolisian, berapah nyawa yang harus melayang jika harus ada pertempuran..” sambung zen dengan nada tinggi.
“ aiden kesana karna setelah penelusuran saya yang membuktikan bahwa barang barang kita tak di sita oleh pihak kepolisian maupun pihak kasad narkob* setempat tuan..” perkataan malik membuat zen mengerutkan alis nya.
“ maksud kalian, kita hanya di labui?”
“ iya tuan, ada sekelompok mafia yang telah mengambil barang kita dengan menyamar sebagai polisi, salah satu awak kapal adalah orang nya, jadi setelah mendapatkan kabar itu mereka berpura pura menjadi polisi untuk menyita barang barang kita..” penjelasan malik membuat zen berfikir sebentar.
“ siapa mereka, apa mereka tak tahu barang tersebut milik siapa?”
“ galden rich nama kelompok mafia tersebut tuan..” briyan yang kini menjawab nya.
“ siapa yang memimpin pasukan itu?”
“ seorang anak muda yang umur nya sama dengan nona tsya, bahkan nona tsya mungkin mengenal nya tuan.”
“ maksud mu apa malik.”
“ marcel rich adalah pimpinan dari mafia tersebut tuan, dan dia satu kampus dengan nona tsya, bahkan informasi yang saya dapatkan marcel ini adalah teman dekat dari nona tsya, saya berfikir ia ingin membuat tuan rugi besar..” penjelasan malik membuat zen semakin tersenyum di bibirnya.
“ jadi ini ada cerita dengan istri ku, menarik..” senyum devil zen nampak jelas di wajahnya. “ apa ada kabar dari aiden?” sambung nya lagi.
“ mereka semua masih mengintai pergerakan musuh kita tuan..” briyan bicara dengan tanggan yang mengotak atik ponsel nya.
“ dapatkan kembali barang kita, agar mereka tahu siapa lawan mereka dan satu lagi apa dia tahu bahwa aku suami nya tsya dan menjadi pimpinan kalian?”
“ saya rasa dia tahu tuan, jika dia tak tahu maka dia tak akan berani mengambil barang kita dengan sengaja.”
“ aku menunggu waktu di mana dia sadar bahwa musuh nya bukan lawan nya..” senyum devil seakan nampak jeals di wajah zen.
Mantan oh mantan kenapa harus berkeliaran di sini, mantan buang pada tempat nya, kenapa harus ada balas dendam.
_______
Tinggalkan jempol kalian ya gaes
Like komen vote juga ga pa pa
__ADS_1
Terimah kasih semua nya.