Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
CLBK2_ Rumah Sakit 2


__ADS_3

“ kasihani ayah mu nak, ku mohon bertahan lah untuk kami sayang, jangan tinggalkan kami tsya..” suara pak abraham yang dari kaca ketika melihat detak jantung putrinya telah di pancing dengan kejutan jantung.


“ sayang ku mohon bertahan, jangan pergi sayang, aku bisa gila jika kau pergi dari hidup ku..” suara zen yang putus asa dengan air mata yang menetes di pipinya.


“ tentukan pilihan mu..” suara itu kembali lagi dengan begitu berat.


“ maafkan aku, sekali lagi maafkan aku..” suara tsya dengan lirik yang sangat sedih harus melihat kedua laki laki nya hancur di depan mata nya, laki laki yang kuat kini harus menanggisi kepergian mu.


“ kau tak akan bisa kembali jika kau sudah memilih..” suara datar itu kini seakan mengema di ruangan itu. “ tentukan sekarang..” sambungnya lagi dengan dingin.


*******


Sedangkan sang dokter briyan yang dari tadi tiba tiba panik karna detak jantung tsya tiba tiba hilang, briyan dengan tetap berusaha mendapatkan jantung dari istri bos nya seakan putus asa karna cukup lama nyoya nya tak kembali.


Briyan menatap kearah jendela, laki laki yang berdiri menatap kearah nya dengan tatapan sendu, briyan membisu hanya kepala nya yang mampu mengelengkan kepalanya untuk menyerah mendapatkan jantung nyoya nya.


Zen dan pak abraham hanya mampu tertunduk lemas di lantai dengan isyarat yang di berikan briyan, semua yang meyaksikan adengan itu hanya bisa menatap sedih, laki laki yang tangguh kini hanya terduduk lemas tak berdaya.


“ tuan muda, tuan besar yang sabar..” malik yang berkata dengan hati hati. Malik tak mendapatkan jawaban dari kedua laki laki yang masih bersedih.



“ gak mungkin malik, ana gak mungkin pergi meninggalkan kita, dia wanita kuat bukan..” zen menyakinkan dirinya sendiri.


“ nak yang sabar, ini semua sudah takdir..” pak ahmed menenangkan putra nya yang terpuruk yang baru menjadi duda sehari setelah ia menikah.


“ gak bisa pa, ini gak boleh terjadi..” zen dengan segera bangkit dari duduknya berlari menujuh ruangan nya masih ada dokter dan suster yang di sana.” Selamatkan istriku jika kamu tak bisa selamatkan dia maka ku bunuh kalian semua..” teraiakn zen mengema di ruangan itu.


“ zen yang tenang, mendiang istri mu akan sedih..” sang papa mencoba menyadarkan kembali putra nya.


Zen mencengkram jas dokter yang di pakai briyan. “ selamat kan dia briyan, dia pasti selamat ku mohon..” zen dengan putus asa yang bicara pilu dan briyan hanya menundukan kepalanya tak berani menatap mata bos nya.

__ADS_1


“ tenangkan dirimu bos, nyoya akan sedih melihat nya..” briyan mencoba bicara dengan hati hati takut singga ini akan mengamuk di sini, briyan mencoba melirik kearah suster yang ketakutan.


Suster mencoba menutup tubuh tsya dengan selimut, setelah isyarat briyan yang di berikan, tetapi sesuatu terjadi, tanggan tsya bergerak dan nafas nya seakan terlihat jelas oleh para suster yang di sana.


“ dokter kita mendapatkan nya kembali..” suara suster membuat semua yang berada di sana menatap kearah tsya yang masih menutup mata nya.


Briyan menghempaskan tanggan zen yang masih mencengkram jas nya, briyan memeriksa detak jantung tsya dengan senyum tipis di bibirnya. “ suster pasang oksigen, kita harus mempertahankan nafas nya..” perintah briyan dan segera di lakukan para suster.


Zen hanya menatapnya dengan binggung. “ apa yang terjadi katakan..” suara penuh kebinggungan.


“ istrimu selamat bos, tapi biarkan kami memeriksa nya lagi..” briyan menjawab nya tanpa melihat kearah zen yang senyum di bibirnya.


Tsya membuka pelan mata nya dan itu menambah ke legaan briyan, tsya mengerjap sekelilingnya. “ istrimu sadar bos, istri mu sadar..” teriakan briyan menghentikan langkah zen yang ingin keluar.


Zen dengan segera berlari menujuh sisi ranjang tsya, zen hanya bisa menatapnya dengan air mata yang tergelincir di punggung tanggan istrinya. “ sa..ya..”


“ jangan bicara dulu, aku akan memeriksa nya lagi..” briyan segera memotong tsya yang ingin bicara.


“ tak ada, hanya kaki ku yang kanan merasa kebas..” jawab tsya dan membuat zen semakin tersenyum, sedangkan sang ayah abraham hanya melihat nya dari jendela karna tak boleh masuk terlalu banyak di ruangan ICU.


“ katakan siapa nama mu nyoya.”


“ anatsya nugraha.”


“ kau ingat siapa laki laki di samping mu..” briyan mencoba masih bertanyak dan dapat tatapan dingin dari zen. “ tenang dulu bos, ini sudah menjadi pertanyakan lumrah jika seorang pasien baru sadar dari tidur panjangnya..” penjelasan briyan kepada zen.


“ sayang..” jawaban tsya sudah membuktikan tak terjadi apapun, hanya kaki nya yang terluka karna luka tembak itu.


“ selamat datang sayang, selamat datang kembali..” zen yang bahagia mengatakan tersebut dengan sesekali memcium punggung tanggan istrinya, keningnya serta pipinya.


“ apa yang terjadi dengan ku sayang?”

__ADS_1


“ nyoya sebaiknya jangan berfikir terlalu keras, jangan terlalu capek, anda baru oprasi pengangkatan peluruh dari kaki kanan anda, jadi saya minta tolong jangan biarkan nyoya berjalan terlebih dahulu, jika nyoya sudah tak ada yang sakit, saya akan memindahkan nyoya keruangan lain agar bisa di jenguk yang lain..” briyan menjelaskan.


“ iya dokter briyan terimah kasih..” jawab tsya dengan tersenyum.


“ terimah kasih bro..” zen yang untuk pertama kali nya berterimah kasih pada seseorang, ia tak sadar dengan apa yang ia ucapakan tapi itu tak penting yang terpenting istrinya kini telah kembali bersama mereka semua.


Sang ayah pak abraham menghapus air mata dan menatap kearah putri yang menantu nya dengan bahagia. “ terimah kasih tuhan telah mengembalikan putri ku pada kami..” kata pak abraham dengan pelan.


“ selamat tuan abraham, putri kita selamat dari maut..” pak ahmed yang bicara. Dan mereka saling tersenyum bahagia.


“ syukurlah nyoya selamat, kalau tidak kita dalam masalah baru..” bisik aiden pada malik.


“ bukan hanya masalah baru, tuan muda akan lebih kejam dari yang kemarin..” jawab malik.


“ bagaimana tua bangka yang tadi.”


“ dia ada di markas, lakukan saja tugas kalian nanti pada nya, aku tak fokus tadi, tak enak jika meninggalkan tuan muda terlalu lama.”


‘” maka dengan senang hati kami melakukan nya, aku terlalu lama tak mencoba otot otot ku..” kata aiden dengan menggerahkan otot otot nya.


“ jangan pamer otot di sini..” suara dingin dari seorang wanita yang dari arah belakang membuat kedua laki laki menatap kearah samping.


--------


Tinggalkan jempol kalian dong sayang


Like coment atau jadikan favorit kalian juga


Kasih hadiah atau vote juga ga pa pa


Selamat melakukan aktifitas kalian

__ADS_1


__ADS_2