
Sudah satu minggu semenjak kejadian di restoran mewah tersebut, hubungan tsya dengan zen kini semakin dekat. Meskipun mereka berdua sama sama sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing, tetapi mereka masih sering bertukar kabar.
Terkadang zen merasa kesal kepada tsya yang sering mengabaikan pesan singkatnya, tsya yang selalu tak menghiraukan pesan singkat ketika sedang berada di depan komputer nya.
“ tuan pimpinan dari devinisi oprasional ingin bertemu..” ucapan malik kepada tuan nya, sedangkan zen hanya menganggkat tanggan nya untuk memberinya masuk.
Malik mengijinkan pimpinan itu masuk kedalam ruangan bos nya, sedangkan malik kembali lagi ke meja nya untuk mengerjakan beberapah pekerjaan nya.
“ selamat pagi tuan zen adtya adam yang terhormat..” ucapan staff itu membuat zen melihat kearahnya.
Zen yang tak terkejut melihat staff nya yang sebagai pimpinan oprasional berdiri di depan nya, wajah yang angkuh serta sombong tetap berada di wajah wanita ini.
Hampir 7 tahun zen tak bertemu dengan wanita yang kini berdiri di depan nya, semenjak pertengkaran mereka di sekolah yang membuat nya menjadi musuh. Padahal dulu wanita ini adalah teman dekat zen yang berada di sekolah.
Zen dengan tatapan bencinya melihat kearahnya dengan mengangkat satu alis nya. “ sejak kapan kau berada di perusahan ku..” kata zen dengan sinis.
“ apakah kau tak bisa menyambut teman lama mu dengan kata yang pantas zen.”
“ itu bukan jawaban atas pertanyakan ku nanda.”
“ bahkan aku sudah berada di perusahan cabang mu 3 tahun, dan aku dapat promosi sebagai pimpina definisi oprasional, dan di tarik di kantor pusat..” nanda menjelaskan semuanya. “ aku merindukanmu beb..” sambungnya lagi dengan berjalan mendekat kearah zen.
“ stop jangan mendekat..” ucap zen dengan dingin membuat nanda seketika berhenti. “ bahkan aku tak ingin melihatmu lama lama disini, katakan apa yang ingin kau katakan dan cepat pergi dari ruangan ku..” sambung zen lagi.
“ apa kau tak merindukan ku zen, kita sudah hampir 7 tahun tak bertemu dan hari ini adalah hari yang aku tunggu, bertemu dengan mu..” kata nanda dengan tetap memandang zen.
“ jaga sikapmu nanda, aku atasanmu sekarang.”
Nanda tersenyum sinis. “ atasan?, bahkan kau tak bersikap ketus kepada wanita yang kau gandeng kemarin, ahh anatsya nugraha, wanita itu selalu merusak jalan ku dari dulu,, bahkan 7 tahun ini dia tetap berdiri di antara kita.”
__ADS_1
“ jaga bicaramu nanda, aku hanya mencintai ana dari dulu sampai sekarang. Kita hanya teman tak lebih dari teman..” bentak zen kepada nanda.
Nanda yang tertawa mendengar perkataan zen. “ hahaha teman?, apa kau pikir seorang teman bisa menjelajahi tubuhku zen, bahkan kau sudah melihat sebagaian tubuhku, dan sekarang kau katakan aku teman?, lalu ana pacarmu sudah berapah kali kau menidurinya..”
Braakkk
Zen yang tersulut emosi nya mengebrak meja hingga terdengar dari luar ruangan yang membuat malik segera masuk kedalam ruangan itu. “ tutup mulut mu, ana tak serendah dirimu dia wanita baik baik..” bentak zen yang membuat malik tak mengerti kenapa bos nya dengan staff wanita ini bertengkar.
“ aku dulu pernah menghancurkan hubungan mu dengan wanita itu dan sekarang aku juga yang akan menghancurkan kalian, dengar zen aku tak akan pernah melepaskanmu begitu saja. Dari dulu hingga sekarang kamu tetap milik ku..” kata nanda dengan tersenyum sinis.
“ sampai kau berulah lagi, ku pastikan kau akan hancur dengan tanggan ku sendiri nan, kau akan mati dengan merasakan kesakitan yang perlahan, camkan itu nanda. Kau lebih mengenal aku siapa, kau yang tahu bahwa aku tak akan pernah main main dengan ucapan ku, apalagi ini menyangkut wanita yang aku cintai dari dulu..” kata zen dengan menatap nanda dengan tatapan tajam.
“ malik bahwa dia pergi..” sambung zen lagi yang membuat malik berjalan mendekat kearah nanda.
“ tak perlu kau mengusir ku, aku akan pergi sendiri dan satu lagi jika kau berani memecat ku, maka hari itu juga aku akan datang kedepan tsya mengatakan bahwa kita pernah melakukan hal gila waktu sma, dan aku pastikan dia akan pergi meninggalkan mu lagi..” ucap nanda yang kemudian meninggalkan ruangan itu, sebelom meninggalkan ruangan nanda sempat meletahkan map yang ingin dia kasih kepada zen.
Zen yang merasa marah.” Argghhhh..” teriak zen yang memberantakan semua berkas yang ada di meja nya, sedangkan malik hanya berdiri di sana dengan diam. “ siapa yang membawah wanita gila itu kesini ha, kenapa aku tak tahu bahwa dia dapat jabatan tinggi di perusahan ku.” kata zen dengan suara yang tinggi.
“ kenapa aku tak tahu ha..” bentak zen yang kemudian duduk di kursi nya.
“ waktu itu saya sudah bertanyak kepada anda tuan, tapi anda berkata percaya pada saya..” jawab malik lagi.
“ lalu kau menyalahkan ku he.”
Sebelom malik menjawab kini suara deringan ponsel dari zen telah bergetar dengan keras.
Drt
Drt
__ADS_1
Drt
Zen yang tak melihat panggilan itu segera menekan tombol hijau nya. “ hallo katakan ada apa kau menghubungiku, apa kau tak tahu bahwa aku sedang marah saat ini ha..” bentak zen kepada seseorang yang menghubunginya.
“ zen..” panggil tsya dengan pelan, hingga membuat zen tersadar bahwa yang menghubungi adalah wanitanya.
Zen melihat ponselnya dan dia mengutuk dirinya sendiri karna terlalu bodoh. “ ana maaf kan aku. Tadi aku kira malik yang menghubungi ku..” suara zen dengan gugup dan melembut.
‘ch si bos tadi marah kayak singga sekarang melunak kayak boneka dasar bucin’ ucap malik di dalam hati.
“ aku kira kau melarang ku menghubungi mu..” kata tsya yang di sebrang sana.
“ aku menunggumu dari kemarin untuk menelfon ku, kenapa kau sulit sekali untuk mengirim kabar atau membalas pesan singkat ku..” ucap zen dengan panjang lebar tapi dengan tetap lembut. Zen yang melihat kearah malik dengan tatapan dingin. “ keluar..” ucap malik dengan pelan kepada malik dan malik hanya menunduk sebelom keluar dari ruangan itu.
“ aku sungguh sibuk beberapah hari ini, kamu tahu sendiri banyak perusahan yang ingin berkerja sama jadi aku harus ada meeting dengan beberapah, zen kita bisa bertemu nanti pulang kantor.”
“ tentu, apa kau merindukan ku..” goda zen yang membuat tsya malu dengan seketika.
“ apa kau tak merindukan ku, apa ada wanita lain hingga kau melupakan ku.”
“ jangan bicara omong kosong ana, kau wanita satu satu nya di hati ku, kau tahu itu.”
“ dasar gombal..” kata tsya, sebelom zen mengatakan sesuatu lagi. “ tsya kita harus rapat sebentar lagi, semua orang sudah menunggu kita di ruang meeting..” kata exel yang tiba tiba masuk kedalam ruangan tsya sedangkan tsya hanya menganggu kan kepalanya.
“ zen aku harus ada meeting, aku tutup. Sampai ketemu nanti ok.”
“ ana tunggu dulu, ingat jangan dekat dekat dengan laki laki itu, aku bisa gila jika kamu berpaling dari ku..” kata zen dengan suara ketakutannya, sedangkan tsya hanya tersenyum tanpa menjawan apapun yang dikatakan zen.
__ADS_1
Tsya yang sudah mengakhiri obrolan mereka dengan segera menujuh ruangan meeting yang kini semua orang sudah menunggu dirinya, sedangkan zen merasa resah karna exel adalah bayangan untuk merebut ana nya.
Di lain pihak ada nanda yang akan siap menghancurkan hubungan nya dengan tsya, sedangkan exel jelas jelas mengibarkan bendera perang untuk merebut hati nya tsya, tak bisa di pungkiri jika zen tengah gelisah, karna yang setiap hari bersama tsya bukan lah dirinya melain kan exel buana, apalagi dengan ayah nya yang seperti nya mendukung kedekatan tsya dengan zen.