
Setelah pertemuan rahasia antara zen dan pak abraham, kini terbongkar sudah jati diri zen yang tak pernah ada yang tahu, zen yang masih binggung dengan terbongkar nya jati diri nya.
“ malik kamu sudah tahu dari mana calon mertua ku tahu siapa aku yang sebenar nya..” tanyak zen yang masih penasaran, padahal sudah terhitung lima hari setelah pertemuan rahasia itu.
“ maaf tuan, saya masih belom mengetahui siapa yang membocorkan nama elang hitam itu..” jawab malik.
“ kau yang bodo* atau calon mertua ku yang lebih kuasa dari ku?” ungkap zen dengan masih penasara. “ cari tahu dia, aku ingin dia di hukum karna sudah membocorkan jati diri ku..” ucap zen dengan tegas. “
“ baik tuan.”
Malik yang masih terus mencari siapa yang membocorkan sisi gelap nya bos nya tak menemukan satu orang pun yang dia curigai selama beberapah hari. Meskipun calon mertua nya tetap merestui nya tapi dia masih takut jika suaty hari beliau akan berubah pikiran.
*******
Sedangkan di perusahan tsya tengah uring uringan karna jadwal nya begitu padat, kesibukan nya dengan prodak terbaru nya hingga membuat nya tak bisa bertemu dengan zen.
“ ibu tsya ini ada kiriman bunga dari seseorang..” ucap bela yang masuk dengan membawah satu buket bungga.
Dan senyum di bibirnya tsya seakan mengembang ketika melihat bungga itu ada di tanggan nya dengan note i love you. Tsya tahu betul siapa yang tengah mengirimkan nya, dan benar saja sang pengirim telah menghubunginya.
📞“ hallo zen..” ucap tsya dengan bahagia.
📞 “ sayang, kamu sudah terimah bunga dari ku?”
📞 “ terimah kasih ini indah sekali.”
📞 “ apa kau menyukai nya?”
__ADS_1
📞 “ wanita mana yang tak menyukai bila laki laki nya mengirimkan bungga hem.”
📞 “ benar kah, maka aku akan mengirim kan bungga yang lebih banyak untuk mu..” ucap zen dan mereka saling tersenyum di sebrang telfon. “ apa sudah tak ada kerjaan lagi, apa kamu sibuk?”
📞 “ hmm hanya beberapah tanda tanggan yang ingin aku urus dan ada satu pertemuan di sebuah restoran makan malam.”
📞 “ makan malam?, apa clien bisnis?”
📞 “ hmm,, dia mengajak dinner hanya untuk sebuah tanda tanggan kontrak..” jawab tsya.
📞 “ kenapa harus makan malam sayang.”
📞 “ entahlah zen, dia yang membuat janji.”
📞 “ aku akan mengawasi mu dari jauh, katakan kau akan makan malam di mana dengan clien mu itu.”
📞 “ hanya sebuah makan malam sayang tak lebih.”
📞 “ astaga! Sifat mu tak berubah, oke kirim alamat nya.”
📞 “ baiklah aku akan mengawasi mu dari jauh dan kabari aku jika kamu sudah berangkat hem.”
📞 “ baiklah..” kata tsya dengan nada frustasi, dan obrolan itu pun berakhir. Tsya tahu betul bahwa zen adalah laki laki yang tak bisa di bantah sama sekali, meskipun dia tak mengatakan tempat nya dapat di pastikan bahwa dia akan tahu di mana tempat nya.
Sepulang kerja tsya tentu saja tak langsung pulang karna dia harus menemui client dulu, bela yang membelikan sebuah gaun cantik berwarna peach dengan panjang selutut serta bagian dada yang tertutup.
Tsya kini memasuki sebuah restoran mewah, di depan loby sudah nampak malik yang memberikan isyarat bahwa tuan nya ada di meja tak jauh dari meja nya. zen sempat tak bisa berbicara apapun karna melihat sosok wanita nya yang anggun malam ini. Tsya datang dengan sendirian. Tak berselang lama seorang laki laki yang umur nya tak jauh dari zen tengah menghampiri tsya yang sedang menunggu.
__ADS_1
“ hallo, nona anatsya..” sapa laki laki itu yang membuat tsya melihat kearahnya.
“ iya saya anatsya, anda siapa?”
“ perkenalkan saya Rio mahardika, putra dari ahmed mahardika..” laki laki itu menjabat tanggan tsya dengan genit. “ maaf kan papa saya tidak bisa datang karna beliau tengah sakit dan seketaris papa saya yang menghubungi anda karna itu permintaan saya yang mengajak anda makan malam..” sambung nya lagi dengan melepas jabatan tanggan mereka.
“ ahh begitu, mari duduk tuan rio..” kata tsya dengan mempersilahkan laki laki yang di depan nya duduk.
“ terimah kasih dan jangan panggil aku dengan tuan, anda bisa memanggil saya rio..”
“ tapi maaf itu tidak sopan tuan..” ucap tsya dengan tersenyum. Laki laki mana yang tak terpesona dengan senyuman tsya yang begitu manis. “ mari tuan rio baca dulu kontrak nya..” sambung nya dengan menyodorkan sebuah map yang berisi kontra kontra mereka.
“ oh ayolah nona anatsya, kita makan dulu atau minum dulu, sayang bukan jika saya sudah memesan makanan dan minuman jika tak kita cicipi..” ujar laki laki itu sedangkan tsya hanya diam.
‘ bahkan aku yang datang dulu tapi dia sudah pesan makanan terlebih dulu’ ucap tsya dalam hati dengan sedikit menaruh curiga.
Tak berselang lama seorang pelayan mengantarkan beberapah menu makanan dan sebuah gelas yang berisi anggur merah. Tsya yang canggung tak biasa minum minuman beralkohol hanya melihat nya dan tak berani menyentuh nya.
“ damn! Dia berani macam macam dengan wanita ku, akan ku buat perusahan nya hancur..” ucap zen dengan pelan di sebrang meja sana.
Sedangkan rio sedikit memaksa tsya untuk meminum nya meskipun hanya sedikit. “ ayolah nona hanya sedikit tak akan membuat mu mabuk..” paksa laki laki itu dengan sebuah tanggan nya yang menganggat gelas nya juga.
Ting
Suara dua gelas yang terangkat dan saling berbenturan yang menandakan bahwa tsya tengah menganggat gelas nya juga tanda dia menyetujuhi meminumnya.
Anggur merah yang di gelas mereka kini telah habis di teguh oleh mereka, sedangkan zen merasa kesal karna melihat tsya berani meminum nya. tsya dan rio kini sedang membicarakan pekerjaan nya. tetapi tsya yang dari tadi tak bisa diam duduk nya.
“ sial ! kenapa dengan ana, kenapa duduknya gelisah seperti itu, apa yang mereka bicarakan..” ucap zen dengan memperhatikan tingkah laku tsya yang gelisah tak menentu.
Sedangkan rio merasa berhasil bahwa rencana nya untuk memberikan obat perangsang di dalam minuman nya tsya telah berhasil hingga membuat tsya gelisah tak menentu.
__ADS_1
Rio dengan berani memengang tanggan tsya dengan sedikit meremas nya. “ nona tak apa?, apa anda sakit, kenapa dari tadi tak tenang seperti ini..” kata rio dengan senyum penuh kemenangan.
Sedangkan tsya tak menjawabnya atau pun tak menepis tanggan laki laki yang mencoba meremas tanggan tsya juga. Tsya semakin tak karuan karna sentuhan tanggan rio. Sedangkan zen semakin tak nyaman dengan apa yang dia lihat.