Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
CLBK2_ Sisi Lain Anatsya Nugroho


__ADS_3

30 menit zen telah tiba di sebuah apartemen mewah milik wanitanya, dan zen tentu datang tidak sendiri, orang orang nya yang berada di belakang nya juga serta khawatir.


“ sayang..” teriak zen ketika masuk kedalam unit wanitanya yang lantainya penuh darah karna tsya yang berjalan kemana mana.


“ aku berada di dapur zen, aku sedang makan..” teriakan tsya membuat zen segera berlari.


Zen dengan cepat memeluk tunangannnya dengan erat. “ aku gak bisa nafas, lepasin aku lapar..” kata tsya dengan wajah cemberutnya.


“ kamu membuat aku jantungan..” balas zen dengan menyentuh pipi wanitanya.


“ aku ga pa pa, mereka bukan tandingan ku..” jawab tsya yang lalu mengunyak makanan.


“ makanlah aku akan bereskan orang orang itu..” kata zen yang kemudian meninggalkan tsya yang sedang makam.


Sedangkan malik, aiden dan brayen hanya melonggo melihat 5 korban yang semuanya adalah laki laki yang berbadan besar mampu di lumpuhkan dengan satu wanita.


“ tunangan bos kita juga tangguh uy..” kata aiden yang melihat kedua orang di sebelahnya juga terdiam.


“ aku tak tahu bahwa nona tsya juga bisa melawan musuhnya dengan tanggannya, bahkan ia membunuhnya tepat di jantungnya..” kata briyan ketika mengecek satu korban. “ dan ia juga mengunakan suntikan..” sambungnya lagi.


“ kalian tak segera membereskan mereka..” kata zen ketika mereka melihat ketiga orangnya hanya saling terdiam.


“ kamu tak membawah dokter sayang..” sebuah suara yang muncul dari arah belakang bosnya membuat ketiga laki laki ini segera menatap kearah tsya.


“ apa mereka menyakitimu..” zen dengan meneliti wajah wanitanya.


“ hanya tamparan yang mengenai ujung bibirku..” jawab tsya dengan menunjuh ujung bibirnya.


“ saya dokter, mari saya obati nona..” timpal brayen yang membuat zen melotot kearahnya. “ tidak jadi nona, saya bisa di bunuh tuan zen..” sambungnya ketika ia tahu maksud tatapan tuan besarnya.


“ ayo obati, jangan hiraukan dia. Dia yang berbuat aku yang kenak..” jawab tsya dengan rasa kesalnya.

__ADS_1


“ maaf..” kata zen dengan memeluk tsya dengan erat.


“ nona maafkan saya, apa anda mengorek informasi dari mereka. Siapa yang mengirim mereka untuk menyerang anda?” tanyak malik.


“ hmm andrew hu..” jawab tsya dengan melepaskan pelukan nya.


“ sialan, bajinga* tengkih itu berani melawan ku..” kata zen dengan dingin.


“ siapa dia, kenapa aku tak pernah mendengar namanya?”


“ kamu tak mengenalnya sayang, dia lawan bisnis ku.”


“ benarkah, dimana dia.”


“ briyan obati luka wanita ku.”


“ baik tuan..” jawan brayen. “ mari nona kita duduk..” ajak brayen.


“ sayang kau berhutang penjelasan padaku..” kata tsya dengan dingin yang kemudian berjalan menujuh sofanya.


“ bagaimana kejutan ku, apa kau menghubungiku untuk memberi kabara kematian bosmu..” perkataan pertama yang andrew hu katakan ketika ia mengeser panggilan dari malik.


“ bahkan orang orang bodohmu tak mampu melawan tunangan ku..” balas zen dengan mengejek.


“ zen..” suara andrew hu dengan gugup mendengar suara dari orang yang ingin ia bunuh.


“ kau mengirim sampah untuk membawah berlian, kau dari dulu bodoh dan tak akan bisa melawan ku..” sambung zen dengan senyum mengejeknya.


“ ternyata mereka gagal hahahaha. Itu hanya permulaan zen..” sombongnya andrew hu meskipun ia bergetar dengan suaranya.


“ permulaan yang memalukan. Kau harus hati hati karna dalam hitungan jam kau akan mati di tanggan ku..” ancam zen dengan tegas dan dingin yang kemudian ia mematikan sambungan telfonnya.

__ADS_1


“ anda tak memiliki luka dan saya mau tahu obat apa yang anda suntikan kepada tubuh mereka hingga mereka langsung mati..” bryan yang bertanyak kepada tsya membuat zen, malik dan aiden menatap kearah wanita yang sedang santai duduk.


“ sebenarnya aku memberikan obat lumpuh dan mereka mati dengan perlahan..” jawab tsya.


“ apa obat itu ada di apotik?”


“ tentu saja tidak, seorang temanku yang mengirimnya pada ku. kalian harus tahu aku membayar sangat mahal obat itu, dan mereka merusaknya..” kata tsya dengan wajah kesalnya, sedangkan briyan terkejut bahwa ini buatan seseorang.


“ sayang kau gunakan untuk apa obat itu he..” tanyak zen yang sudah duduk di sebelah tsya.


“ untuk membunuh mu pelan pelan jika kau berani macam macam dengan ku..” perkataan tsya dengan jujur membuat zen menelan salvinanya dengan kasar, sedang anak buah nya hanya menatap ngeri ke arah tsya.


“ kau ingin aku menjadi bahan percobaan?”


“ tentu saja , jika kau berani macam macam.”


“ aku tak akan macam macam sayang..” jawab zen dengan memengang tanggan tunanggan nya.


‘ ternyata calon istri bos sama sama kejam dan tangguh ‘ batin malik.


‘ singga jantan bisa tunduk pada singga betina ‘ kata aiden.


‘ akhirnya ada yang berani pada bos besar hehe ‘ kini batin briyan yang berbicara.


“ bereskan sampah sampah tak berguna itu, aku ingin mandi. Terlalu banyak darah di tanggan dan kaki ku membuat aku jijik..” kata tsya yang kemudian berjalan menujuh kamar mandi.


Sedankan zen terdiam mendengar ucapan dari calon istrinya. “ kalian harus cari tahu dimana andrew hu, dia berani menyerang wanita ku maka aku akan membalasnya dengan tanggan ku sendiri.”


“ baik bos..” jawab tiga laki laki dengan serentak yang kemudian mereka membersihan semua nya hingga apartemen tersebut bersih sedia kala.


_______

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalian ya gaes


like coment kasih vote ju gapap


__ADS_2