Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
Tangguh


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu dengan hari hari yang begitu ramai di rumah tersebut. Suara tangisan bayi seakan menjadi melodi merdu bagi seisi rumah mewah tersebut.


Tsya tak ingin memberikan outrinya oada oengasuhbya, ia mengaduhnya sendiri. Dengan telaten tsay merawat putrinya, meskipun rasa lelah dan begadang di setiap malam nya dia tak pernah mengeluh sedikit pun.


Terkadang dia harus juga memikirkan masalah kantornya tapi dia tetap tersenyum.


Ibu adalah pahlawan tanpa jasa, kata kata itu pas untuk menggambar sosok ibu yang tak pernah lelah mengurus anaknya.


Zen yang menyaksikan secara langsung istrinya melahirkan, dia tak ingin membuat istrinya hamil lagi. Zen trauma bukan karma cengkraman pada pergelangan nya tapi takut melihat istrinya mempertaruhkan nyawanya lagi.


" hubby apa dia menangis?, kenapa kamu menggendongnya.." tsya mengucek matanya dan berdiri di samping suaminya yang menggendong putri kecilnya. " sini biar aku yang mengendongnya.." sambungnya lagi.


" tak usah sayang, biar aku yang berjaga hari ini. Kamu tidurlah aku tau kamu pasti sangat lelah."


" tak apa hubby, kamu besok harus ke bekerja. Sini aku yang gendong."


" kamu pasti sangat lelah sayang sampai lupa besok hari apa?, besok sabtu semua kantor tutup jadi biarkan aku yang begadang.." katanya dengan mencium rambut istrinya.


" baiklah baiklah, aku akan menatap kalian dari atas kasur.." zen melangkah menuju kasurnya, berbaring miring dengan menatap kedua orang yang sangat berarti bagi dirinya setelah kedua orang tuanya.


Tsya menatapnya dengan tatapan cinta, zen begitu merindukan istrinya, bagaimanapun zen lelaki perkasa, jika hanya ditatap seperti itu zen akan tergoda.


" sayang jangan menggodaku.." suar zen yang serak dia menahan hasratnya begitu lama.


" aku tak melakukan apapun hubby."


" jangan menatapku seperti itu sayang, aku yang tergoda.." zen meletakkan putrinya dengan pelan agar dia tak bangun.


Zen mendekati istrinya, menciumi seluruh wajah istrinya dengan hasrat yang tertahan.


"Hubby itu ku masih sakit.." tsya mendorong dada suaminya ketika suaminya menindihnya.


" aku tau, aku tak akan melakukan nya, tapi masih banyak cara untuk menuntaskan nya sayang."


" aku akan membantumu.." zen sudah menyerangnya dengan kerinduan yang menggebu gebu.


Tsya meraba sesuatu yang sudah menega*g dari tadi. Memeg**gnya dengan satu genggam, menaik turunkan nya, membuat suaminya mend**ah menikm*ti sentuhan istrinya yang begitu lama.


Zen kini sudah berbaring di samping tsya dengan menutup matanya, ketika lida* tsya mencoba memai*k*n dibawah, mengulu* nya, menjadikan permen co*lat, memainkan menggunakan lid*hnya dengan pelan.


Zen tentu saja menge*am kenikmatan, mend**ah dengan pelan, sedikit mengangkat rambut istrinya agar ia bisa melihat istrinya melakukan itu di depan matanya. Zen menik*ati semua yang dilakukan istrinya.


Zen tak bisa menahan lebih lama lagi, ketika hisa*an itu semakin kuat, zen menyem**rkan cai**an itu dan tsya tak ingin melepasnya, dia masih bersarang di bibi* istrinya, zen menggapai wajah istrinya, mereka saling berciu*an menikmati sisa caira* itu yang masih ada di mulut istrinya.

__ADS_1


****


Tujuh tahun berlalu, gadis kecil itu kini menjadi gadis yang cantik dan menakutkan. Wajah yang cantik membuat semua orang yang di sana sangat menyukainya, tapi bicaranya yang menakutkan karena setiap apa yang dikatakan selalu ada sindiran pedas di sana.


Gadis cantik itu bernama, aurelia aqila adam yang selalu di panggil aqila oleh semua orang. Kini dia memasuki sekolah, dengan diantar jemput oleh alicia, terkadang oleh sang mama nya.



" kenapa kalian sudah pulang sepagi ini.." tsya yang bertanya ketika melihat putrinya dan alicia masuk ke dalam ruangannya.


Semenjak umur aqila lima tahun, tsya sudah mulai bergelut lagi di dalam dunia bisnisnya tapi juga tidak melupakan kewajibannya sebaik seorang ibu dan seorang istri.


" dia di skors oleh kepala sekolahnya."


" apa?, apa yang kamu lakukan sayang.." tsya menghampiri putrinya dan sahabatnya di sofa itu.


" dia memukul teman laki laki nya hingga giginya terlepas."


" astaga aqilla kamu wanita sayang, jangan seperti preman."


" dia yang memulai ma, dia yang menjambak rambut ku hingga kunciran ku terlepas.." aqila tentu saja membelah dirinya.



" tapi tak seharusnya kau pukul dia sayang, astaga kau perempuan nak."


" astaga sayang, kamu harus angun. Karna kamu wanita nak, wanita gak boleh jadi preman seperti itu.." tsya membelai rambut putrinya dengan lembut.


" aku akan anggun ketika bersama kekasih ku nanti ma, tapi aku akan menjadi kejam ketika bersama musuh ku.." aqila memberikan tangan nya untuk mengajak alicia tos, dan alicia menyambutnya.


" astaga.." tsya hanya menepuk jidatnya.


Ceklek


Suara pintu terbuka menampakkan sosok laki laki yang tampan.


" papa..papa..papa.." aqila berlari menuju sang papa yang telah berdiri disana dengan senyuman.



" hubby apa yang kamu lakukan di sini?" Tsya bertanya dengan menatap suaminya.


" aku mendapat telepon dari sekolah aqila, bahwa putri papa di skors mulai besok."

__ADS_1


" putrimu memukul teman laki laki nya hingga giginya terlepas.." tsya mengatakan.


" benarkah?, apa yang membuatmu memukul teman laki laki mu sayang.." Zen yang sudah duduk dengan memangku putrinya.


" dia menarik rambutku papa hingga kunciran ku terlepas."


" jadi kau memukulnya?" Aqila yang menunduk mengganggu ketakutan. Takut papa nya akan marah.


" bagus, kamu harus menjadi wanita kuat, jangan mau diremehkan oleh orang lain."


" astaga zen.." tsya tak habis pikir semuanya mendukung putrinya yang bersikap keras pada teman nya.


" dengar sayang, jika temanmu mulai dulu kamu berhak membalasnya tapi jika tidak jangan pernah memulai nya.." zen mengelus putrinya, zen selalu memanjakan putrinya.


Putri semata wayang nya akan menjadi wanita tangguh dan kuat, suatu hari nanti jika dia sudah besar, dia harus pandai dengan bela diri dan menembak karma aqila akan dikenalkan dengan sisi gelap nya, bukan hanya sisi terangnya saja.


Kini keluarga itu menjadi keluarga yang sempurna, zen selalu memanjakan putrinya, apapun yang dilakukan putrinya dia akan mencoba menutup matanya, sedangkan tsya akan memarahinya jIka putrinya melakukan kesalahan.


Aqila kini menjadi gadis yang jago beladiri, jago bertengkar, tak ada yang berani menyentuhnya. Aqila selalu mendapatkan skors oleh pihak sekolahnya.


" sayang jangan memarahi terus putri kita."


" kau selalu menutupi kesalahan nya hubby, aku ingin dia menjadi wanita yang anggun."


" sayang dia ada darahnya ada darahku dan darahmu yang tak pernah takut melawan musuh nya, apa kau lupa itu."


" ya tuhan.." tsya hanya menepuk jidatnya tak mengerti kenapa putrinya harus seperti dia dan suaminya yang taka akan pernah takut jika dirinya ditindas.


" aku akan menjadi mafia wanita papa, aku akan memimpin Black Eagle.." timpal aqila dengan senyuman.


" astaga dia ingin jadi mafia.." tsya hanya nis menatap putrinya dan suaminya secara bergantian.


" sayang kenapa tanganmu berdarah?" Zen menatap tangan putrinya yang ada darah di sana.


" aku memukul anak tetangga sebelah hingga ia mimisan."


" aqilaaaa…." Teriak sang mama membuat putrinya dan sang papa nya lari.


__________


Haiiii selamat pagi semuanya, ini part akhirnya. Aku tamatin dulu untuk yang ini. Nanti kita ketemu lagi di musim ketiga nya.


Besok mulai up wanita nakal nya lagi, terima kasih untuk yang sudah mau mampir di sini, sudah mau bagi jempolnya, sudah mau bagi hadiah sudah mau vote juga, terima kasih yang sudah mau komentar.

__ADS_1


Tanpa kalian semua author bukan apa apa.


Terima kasih semuanya.


__ADS_2