
Tsya dengan kepala sedikit pusing dia terbangun dari tidur panjangnya, tsya yang melihat sekeliling ruangan yang sama sekali tak dia kenal.
“ sial aku di mana..” umpat tsya dengan memengang kepalanya.
“ selamat pagi putri tidur.”
Deg
‘ suara itu.’ Ucap tsya dalam hati.
“ bukannya menjawab sapa ku malah benggong.. kamu berharap bahwa tunanganmu yang ada di sini..” kata zen yang berjalan keluar dari kamar mandi.
“ apa yang lu lakuin di sini?, dimana tunanganku..” suara tsya dengan jutek.
“ tunangan?” ulang kata tsya dengan kemudian tertawa. “ hahahaha tunangan yang brengse*..” tawa zen dengan mengelengar di dalam ruangan kamar hotel vip berbintang.
“ jaga bicaramu zen.”
“ kalau bukan brengse* apa ha.. dia mencoba menidurimu dengan memberimu obat tidur.. kalau bukan karna aku mungkin saat ini kamu sudah menanggis di pojokan kamar mandi..” kata zen dengan menyilangkan tanggannya di dada.
“ brengse* awas saja kamu exel.. kan ku pastikan ayah tahu kelakuan bejatmu..” ucap tsya dengan nada marah.
Tsya dengan segera terbangun dan mengambil tas yang dia lihat di meja dan memakai sepatu yang berserahkan di lantai.
“ ternyata kamu sudah berubah..” ucap zen dengan melihat tsya yang akan pergi dari kamar nya.
“ aku akan berubah ketika di depanmu..” jawab ketus tsya dengan berjalan.
“ kau harus membayar pertolonganku.”
“ akan ku lakukan.. berapah uang yang kamu mau.”
__ADS_1
“ apa aku terlihat sangat butuh uang mu.”
“ lalu.”
“ jadilah teman kencanku besok di acara reuni sekolah kita.”
“ lu gila.. enggak..” tolak tsya dengan lantang.
“ ya sudah.. kau tak akan bisa keluar dari kamar ini.. bahkan aku akan sangat betah meskipun selamanya di sini bersama..” kata zen dengan duduk di kursi sofa yang ada di sana.
“ zen lu bener bener gila.. berapah uang lagi taruhan yang kau pasang untuk mengajak aku datang ke acara reunimu..” kata kata tsya membuat zen menatap kearah tsya dengan tidak percaya bahwa wanita ini tetap akan membahas masa lalu mereka.
“ ana aku minta maaf masalah dulu.. harus berapah kali aku minta maaf masalah itu.. kali ini aku sungguh tulus ingin menjadi teman ataupun sahabat..” kata zen dengan berjalan mendekat kearah tsya yang berdiri di sisi ranjang.
“ aku tak bisa berteman dengan orang yang sudah melukai hatiku.. jadi katakan kamu minta berapah uang membalas pertolonganmu.”
“ sudahlah sana pulang kau tetap keras kepala..” kata zen dengan menatap tsya.
“ terimah kasih dan aku harap kita tak akan pernah bertemu lagi..” kata tsya yang kemudian berjalan membuka pintu dan menghilang dari pintu yang tertutup.
“ aku akan mendapatkanmu lagi ana.. apapun yang terjadi..” kata zen dengan senyum di bibirnya.
Sedangkan axel merasa kesal karna rencananya semalam gagal karna laki laki yang tak di kenal oleh exel. Yang dia tahu bahwa laki laki itu adalah client dari orang yang di kenal oleh wanitanya.
“ sial, aghhhhh..” teriak exel yang berada tetap di dalam kamar hotelnya dengan tanggan terikat dan banyak orang yang berjas hitam yang menunggunya.
“ katakan pada bosmu itu.. dia adalah tunanganku jadi aku berhak dengan wanita itu bukan bosmu..” kata exel dengan berteriak.
“ maaf tuan anda jangan membuat semuanya ribet.. jika anda tetap seperti ini maka saya tidak bisa menolong anda..” suara malik dengan dingin.
“ cih!!! Aku gak takut dengan bosmu.. hee apa bosmu menyukai tunanganku.”
“ tunangan yang mana yang kau maksud tuan..” suara yang dingin dan tegas yang berasal dari arah belakang. “ kau sudah tahu siapa dia malik.. perusahan apa yang dia pimpin..” sambung zen yang bertanyak kepada asistennya.
__ADS_1
“ heii lepaskan aku.. aku bisa menuntut mu karna menyekapku..” teriak exel yang membuat kedua laki laki yang di depannya menatap dengan dingin.
Zen tak menjawab semua kata yang di lontarkan oleh exel, dia hanya menatap kearah exel dengan tatapan yang tak bisa di mengerti sama sekali.
“ maaf tuan dia adalah exel buana dia sebagai wakil CEO di perusahan nona ana.”
“ apa ?, wakil CEO..” zen yang tak yakin dengan apa yang di dengar. “ wakil CEO bertunangan dengan bos nya.. sangat menarik.. aku yakin kamu hanya ingin jabatan yang lebih bukan..” tebak zen.
“ jaga bicara anda tuan.. bahkan aku tak mengenal anda dan aku yakin tunangan ku juga tak kenal dengan anda.”
“ bahkan sebelom berkenalan denganmu dia adalah kekasihku.”
“ kekasih?”
“ kau tak percaya?, aku tak peduli kau percaya atau tidak yang jelas aku akan merebut kembali wanitaku bagaimana pun caranya..” kata zen dengan tegas yang kemudian pergi meninggalkannya.
“ tunggu lepasin aku dulu..” teriak exel dengan keras sedangkan mereka sama sekali tak menghiraukannya.
Sedangkan zen kini berada di dalam mobil yang sedang melaju pelan menujuh ke apartemen nya. zen hanya menatap ponselnya dengan menarik senyum di bibirnya.
“ maaf tuan aku rasa laki laki yang bersama nona ana tadi sedang menyusun rencana..” kata malik ketika zen dan tsya tadi bertemu.
“ apa yang kau maksud?, jelaskan dengan rinci.”
“ aku tadi tak sengaja melihat dia memasukin semua obat kedalam minuman nya tuan.”
“ kurang ajar.. dia mau bermain dengan wanitaku..” kata zen dengan berjalan dan mereka melihat tsya sedang memegang kepalanya dan itungan menit tsya sudah tak sadarkan diri. “ kau benar malik.. lakukan tugasmu dengan benar dan bawah ana kekamar ku.”
“ baik tuan muda..” kata malik yang kemudian meninggalkan tuan muda nya untuk merebut nona yang di maksud tuan muda nya.
Zen yang masih terus memandang foto tsya di dalam ponselnya selalu menarik senyuman di bibirnya. “ kau tetap cantik dari dulu ana..” ucap zen dengan pelan.
Sedangkan malik melihat tuan nya dari kaca di atas nya serasa tak percaya bahwa bos nya akan tersenyum tulus seperti itu kepada wanita yang baru bertemu.
__ADS_1
Zen dan tsya adalah pasangan di masa abg. Pasangan yang cocok ketika berjalan bersama, tapi karna kesalahan bodoh zen yang membuat tsya yang akhirnya meninggalkan zen.