
“ aku dimana..” kata pertama yang dikatakan tsya ketika ia mencoba membuka mata nya dan memengang tenguh nya yang terasa sangat.
Tsya mengingat kejadian tadi, dan ia baru sadar bahwa dirinya tak lagi berada di dalam kamar nya. “ siapa yang melakukan ini..” tsya mencoba berfikir dengan tengkuh yang begitu sakit.
Ceklek
Sebuah pintu terbuka lebar menampahkan laki laki yang ia benci, laki laki yang ia ingin habisi kini berada di depan nya, dengan membawahkan sebuah nampan makanan, minuman serta buah buahan.
“ hai selamat sore sayang, kau sudah bangun rupa nya..” marcel bicara begitu lembut dengan meletahkan nampan makanan nya di meja sebelah kasur tsya.
“ kau ingin mati di tanggan ku rupa nya cel..” tsya bicara begitu pelan.
“ aku hanya ingin bersama mu, menikahi, membawah mu jauh dari sini, dan kita bisa membuka lembaran baru, sebagai suami istri..” marcel semakin mengacau bicara nya.
“ jangan gila marcel, aku tak menyukai mu, bahkan aku sudah memiliki suami.”
“ aku tak peduli sya, aku tetap mencintai mu dan aku menerimah mu, dan ceraikan suami mu..” kata marcel dengan tenang.
“ kau gila..” jawab tsya dengan sedikit membentak.
“ ya aku memang gila karna mu..” marcel membentak nya balik. “ dari dulu aku memang sudah tergila gila padamu, aku mencintai mu dari dulu, tapi kau hanya menganggap ku sahabat, bahkan karna mu aku harus bersembunyi seperti tikus yang takut pada kucing, dan sekarang kau malah menikah dan kau bahagia tanpa memikirkan perasaan ku pada mu ha..” sambungnya dengan nada tinggi.
Tsya berdiri dari duduknya. “ aku hanya menganggap mu sahabat marcel, bahkan di paksa pun aku tetap tak bisa mencintai mu, kau bukan mencintai ku tapi kau obsesi dengan ku..” tsya mencoba menyadarkan laki laki yang di depan nya yang di penuh amarah.
“ aku tak peduli, cinta atau obsesi. Yang jelas aku ingin menjadikan mu milik ku hanya milik ku tak ada laki laki lain..” marcel bicara dengan mencengkram tanggan tsya begitu kuat, hingga tsya merasakan kesakitan tapi ia mencoba menahan nya.
“ aku tak mungin bersama mu cel, itu gak mungkin, aku memiliki suami, dan aku mencintai nya..” tsya bicara dengan nada tinggi semakin membuat marcel bertambah marah.
Plak
__ADS_1
Satu tamparan yang dilayangkan marcel untuk tsya, membuat tubuh tsya terjatuh di kasur. “ kau berani mengatakan cinta pada laki laki lain ha..” marcel menjabak rambut tsya dengan kuat membuat tsya mendongakan wajahnya dengan menahan rasa sakit.
“ bahkan jika aku mati di sini pun aku akan tetap tak mencintai mu marcel..” perkataan tsya semakin membuat marcel bertambah marah dan semakin menjabak rambut tsya.
“ arghhh..” rintihan kesakitan nampak jelas di bibir tsya.
“ jika aku bisa meniduri mu, maka suami mu akan jijik pada tubuh mu ini..” senyum devil marcel membuat tsya sedikit takut.
“ jangan macam macam kamu marcel, aku bisa membunuh mu..” ancam tsya ketika jambakan dari rambut nya di lepas oleh marcel.
“ aku akan menerimah mu jika suami mu menceraikan mu sayang..” suara marcel kini melembut dengan senyum yang benar benar licik.
“ arghh, jangan lakukan marcel, kau gila..” teriakan tsya ketika kaki nya di tarik oleh marcel hingga ia terlentang di atas kasur.
Srekk
Marcel merobek baju atasan tsya sedikit, tsya mengunakan lutut nya untuk memukul barang marcel. “ arghh sialan kau..” marcel menahan kesakitan pada barangnya, dan tsya dengans segera berlari turun dari ranjangnya.
Tubuh tsya di lempar lagi di sofa panjang, marcel dengan cepat menindih tubuh tsya, merobek baju nya tsya lagi hingga terpampang sebuah bra yang menutupi gunduhakan tersebut.
Mata marcel seakan sudah di penuhi oleh kabut amarah yang sudah tak bisa di cegah lagi, tsya melirik di sebuahnya nampak ada sebuah pisau di sana, marcel mencoba mencumbu tubuh tsya, tsya memberontak sekuat tenaga agar tubuhnya tak merespon apa yang di lakukan laki laki di atas nya.
Tsya dengan segera merabah nampan itu agar mendekat, mengambil pisau, meletahkan pisau di tanggan kiri nya. menancapkan pisau di punggung marcel dengan kuat.
“ mmmpppp, kau..” marcel menghentikan aksinya ketika ia merasakan sakit di punggung nya, tsya mendorong tubuh marcel.
Marcel masih bisa mencengkram kaki tsya meskipun ia sudah terjatuh di lantai, tsya yang di seret kaki nya dengan otomatis terjatuh juga di lantai. Marcel mencoba merebut pisau di tanggan tsya. Tapi saat ini kekuatan tsya masih sempurna di banding dia.
Tsya menendang nya hingga ia berjauhan, tsya menusuk nya tepat di perut marcel, menancap nya lebih dalam, memintirnya, tanggan marcel mencekik leher tsya dengan kuat, melepaskan pisau nya, menusuk nya lagi dengan kuat, marcel menahan kesakitan nya, tanggan marcel sudah lemas karna kesakitan nya.
__ADS_1
Tsya duduk di atas tubuh marcel, menusuk nya berulang kali dengan derai air mata yang membanjiri mata nya.
Jlep
Jlep
Jlep
Darah segar membajiri tanggan tsya dan lantai di sana, tsya turun dari tubuh marcel, mundurkan pantat nya, menatap kearah marcel yang sudah tak ada nyawa nya.
Ia menatap ke arah tanggan nya yang penuh darah segar, dengan gemetar ia menatap tanggan nya, menatap darah yang penuh di celana nya, baju nya serta tanggan nya. tsya tetap memengang pisau nya.
Ini pertama kali nya ia membabi buta membunuh musuh nya dengan sebuah pisau di tanggan nya, hal mengerikan terjadi hari ini membuat tsya menunduhkan kepalanya dengan tatapan kosong.
Ia di culik dan hampir di perkosa, membunuh musuh nya dengan tanggan nya yang penuh darah. Ini bukan hal pertama buat tsya, tapi membunuh menggunakan pisau serta darah segar begitu nyata membuat nya tak bisa berfikir jernih.
Meskipun ia pernah bersumpah membunuh nya tapi ia tak berfikir bahwa ia membunuhnya mengunakan pisau dan membabi buta seperti tadi.
Sumpah nya bisa dia lakukan, sumpah nya terwujud bahwa marcel terbunuh dengan tanggan nya sendiri. Marcel menghembuskan nafas nya dengan menitikan air mata nya, memejamkan mata nya untuk selama nya.
______
Tinggalkan jejak kalian ya gaes
Like atau komen.
vote juga ga pa pa, kasih hadiah juha boleh kok, jadikan favorit juga boleh kok.
Baca juga wanita nakal ya gaes
Makasih.
__ADS_1