Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
CLBK2_ Keahlihan lain


__ADS_3

" sayang apa yang kamu lakukan?" Zen yang langsung bertanya pada istrinya ketika mata nya menangkap sang istri sedang memakai baju panjang serta celana panjang.


" tak ada, aku hanya ingin mencoba semua baju baju ku.." jawab tsya tanpa melihat ke arah suaminya yang sedang mengerutkan keningnya bingung.


" untuk apa kamu mencoba semuanya?, apa kamu ingin pergi?, atau untuk apa."


" tidak ada, hanya ingin mencobanya hubby, dan aku rasa lemari ku sudah penuh karena baju bajuku terlalu banyak.." ara tersenyum ketika berkaca, melihat dirinya dengan baju panjang dan celana panjang, baju yang ia kenakan pantas untuk musim dingin, sedangkan saat ini tengah musim panas.


" lalu kau memakai baju hangat ini untuk apa?"



" tak ada, astaga kenapa kau cerewet sekali hubby.." jawab ara dengan memajukan bibirnya.


" aku merasa beberapa hari ini kamu aneh.." ucapan zen membuat tsya menatap ke arahnya. Tsya baru sadar bahwa suami masih mengenakan setelan jas pulang kerja.


Tsya menatapnya dengan tersenyum, entah apa yang dipikirkan wanita ini. Zen semakin tak mengerti dengan sikap istrinya.


Tsya berjalan mendekati suaminya, melepaskan dasi serta jas yang masih melekat di tubuh kekar suaminya. Zen hanya menatap istrinya dalam kerutan di keningnya.



Tsya membuka semua lain yang menempel di tubuhnya hanya menyisakan dalaman yang berwarna merah. Zen hanya menelan ludah kasar nya ketika ia memandangi lekuk tub*h istrinya yang selalu menjadi candu.


" kenapa malah bengong?, tak berselerah melihat ku.." tsya berucap sinis.


Zen tak banyak bicara, ia menarik tubuh istrinya, menciu*, melum** nya bibir istrinya dengan lembut. Ciuma* itu kini menjadi cumbuan yang membuat api gair** mereka berdua memuncak.


" hubby aku ingin melakukan nya di kamar mandi.." untuk pertama kalinya tsya meminta dan hanya dibalas dengan senyuman bahagia.


Zen menggendong tubuh tsya, berjalan masuk kedalam kamar mandi. Mereka berdua masuk ke dalam bathup kamar mandi. Tsya memutar air nya untuk memenuhinya.


Mereka kembali bercium** dengan saling menikmati, saling mencari kenikmatan, saling mendes** penuh kenikmat**. Kamar mandi itu di penuh dengan suara mereka berdua.


Kini mereka sudah berada di bawah air shower yang membasahi tubuh mereka, memasuki tubuh istrinya dengan posisi dari belakang, memompanya dengan cepat, menggerakan pinggulnya dengan irama.


Tsya melepas paksa ketika ia mencapai kenikmatan, ia mulai berjong*ok menikmati benda yang di bawah menggunakan bi*** nya, hal pertama yang membuat zen sedikit terkejut tak menyangka bahwa istrinya melakukan hal gila seperti itu.

__ADS_1


" fu*k.." umpatan terdengar jelas keluar dari bibi* zen, tak berselang lama gelombang itu mencapainya dengan sensasi yang luar biasa.


Kini mereka berdua mengatur nafas mereka yang memburu, menikmati air shower yang membasahi tubuh mereka berdua.


Ini pertama kalinya tsya menjadi liar, entah apa yang terjadi, hormon tsya semakin meningkat.


***


" shit.." umpat tsya pelan ketika mereka selesai mandi, tsya hanya mengamati suami nya yang sedang duduk santai di atas kasurnya, memandangi wajah suaminya membuat sesuatu yang di bawah sana berdenyut.


" aku harus periksa ke dokter, kenapa hormon ku meningkat seperti orang haus kenikm*tan.." sambungnya dengan menutup wajahnya.


" sayang apa yang kamu lakukan disana, cepat kemari.." panggilan zen membuyarkan lamunan tsya.


Zen tersenyum kepada tsya. " astaga hanya senyumanmu saja bisa membuat aku berpikiran liar seperti ini.." tsya semakin bingung dengan tubuhnya.


Tsya berjalan mendekat ke arah suaminya yang dari tadi menunggu. Tsya duduk berdampingan dengan menyelipkan tangannya ke lengan suaminya.


Zen mencium rambut tsya. " sayang kau belajar dari mana permainan mu tadi.." pertanyaan zen membuat tsya menatap ke arah zen.


" aku.." tsya hanya terdiam, tak bisa menjawabnya, bahkan saat ini dia tengah malu. " entahlah aku tak tau, mungkin insting.." tsya menjawab asal asalan.


" tentu saja tidak.." bantah tsya membuat zen tertawa.


" kau tau aku sangat menyukai nya?" Bisik zen tepat di telinga tsya.


Gair*h tsya seakan meningkat ketika bibir zen berada di dekat telinganya. Mata mereka bertemu, mata ketulusan yang selalu terpancar dari kedua mata mereka.


Entah siapa yang memulai tapi kini mereka tengah memulai dengan cium** yang begitu lembut. Tangan mereka sudah berkeliaran menjelajahi tubuh mereka.


" hubby.." suara serak tsya seakan membuat zen juga kehilangan akal nya.


" apa kamu juga menginginkan nya sayang.." mereka saling berpandangan dengan tubuh tsya di bawah kungkungan zen.


" apa aku orang gila yang akan menolak keni*mat*n yang kita ciptakan.." Zen hanya tersenyum mendengar jawaban dari istrinya.


Zen memulainya dengan kembali menciu* isrti dengan lembut. Saling mencari kenikmat**, saling ingin menggapai kenikmat**. Kamar mereka dipenuhi dengan suara mereka.

__ADS_1


Keringat seakan membasahi mereka, seakan AC di kamar tersebut tak berfungsi karena panas memenuhi ruangan tersebut.


Tak butuh waktu lama mereka telah capai kepuncak cinta mereka, dengan geraman membuat mereka berdua terkapar dengan rasa lelah serta nafas yang masih memburu.


***


" hubby bangun.." tsy mengguncang tubuh suaminya yang tertidur di sebelahnya. " hubby bangun.." rengek tsya.


Zen membuka mata nya dengan setengah mengantuk. " ada apa sayang, ini masih malam.." jawab zen dengan menatap istrinya.


" aku lapar."


" aku akan telpon orang bawah untuk membawakan makanan.." zen mengambil ponselnya.


" jika menelpon aku juga bisa melakukan nya tanpa harus membangunkan mu.." ucap tsya membuat zen tak jadi menghubungi kepala asisten rumahnya.


" lalu kamu mau gimana sayang?"


" aku mau turun, temani aku makan.. " purple easy tsya tentu saja tak bisa ditolak suaminya.


Zen tersenyum melihat istrinya manja pada dirinya. " ayo kita turun.." zen segera turun dari kasur nya dan bergegas berjalan menujuh pintu.


" kamu mau kemana?" Pertanyakan tsya membuat zen tak jadi membuka pintu. Zen membalikan tubuhnya menatap istrinya.


" katanya kamu lapar, ingin makan. Sekarang malah bertanya."


" kau ingin keluar dengan kita telanjang he.." perkataan tsya membuat mata zen menatap ke arah tubuhnya yang masih telanjang tanpa mengenakan apapun. " kamu mau membuat satu rumah heboh hubby.." sambungnya dengan tertawa dan zen hanya menggaruk kepalanya dengan rasa malu.


_________


Selamat pagi semuanya, selamat hari senin, selamat aktifitas. Tapi kayaknya kita gak bisa aktifitas kayak biasa nya ya, kota ku lown down lagi.


Aku harap kalian semua sehat selalu ya amin, jaga kesehatan kalian, banyak banyak minum air putih, minum vitamin kalau yang biasa minum ya.


Yang sudah terlanjur terpapar covid mudah2 cepet sehat agar bisa kumpul bersama keluarga lagi. Yang nggak mudah2 jangan sampai terkena ya gaes, kita harus bener bener harus bisa jaga kesehatan kita.


Terima kasih untuk yang baca. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, like atau komen. Jadikan favorit juga boleh. Kasih vote yuk hari senin. Kasih hadiah juga bisa.

__ADS_1


Jangan lupa mampir juga di wanita nakal nya ya gaes.


Makasih


__ADS_2