Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
CLBK2_Kecemasan


__ADS_3

Malam ini mereka telah menginap dirumah besar zen, hanya untuk berjaga jaga. Pak abraham tentu saja tak bisa meninggalkan putrinya yang sedang tak sehat.


Semua orang tengah gelisah menginggat bahwa nona muda nya tengah mengalami trauma, hal mengerikan telah terjadi pada dirinya. Tapi yang sedang dipikirkan tengah terlelap dalam tidurnya yang damai.


Tak ada guratan di keningnya, tak ada kegelisahan di wajah, seakan ia damai dalam tidurnya. Zen menatap istrinya yang tidur di sebelahnya, mengusap pipinya dengan lembut, mencium keningnya cukup lama, yang lalu tertidur dengan memeluk istrinya dengan erat.


Sedangkan pak abraham tak bisa tidur, ia masih berfikir keras dengan semua yang terjadi. Ia masih tak bisa berfikir jernih tentang semuanya, ia semua mengejutkan hatinya dan pikiran.


Pak abraham berjalan menujuh dapur untuk mengambil segelas air putih untuk sedikit menenangkan pikirannya. Alicia yang juga tak bisa tidur ia juga melangkahan kaki nya menujuh dapur.



“ om abraham..” alicia menyapa dulu ketika ia melihat sosok laki laki paruh bayah tengah duduk di sebuah pantry yang berada di dapur.


Pak abraham yang mendengar suara wanita, ia menoleh kebelakang dengan tetap duduk. “ alicia, kenapa kesini?” pak abrham bicara dengan basa basi.


“ om juga ngapain disini?, apa tidak bisa tidur?”


“ hem, ini semua terlalu mengejutkan om nak.”


“ maafkan kami om, tapi inilah kita.”


Pak abraham melihat sekilas kearah wanita yang umurnya mungkin hampir sama dengan putrinya. “ apa yang kalian sembunyikan lagi dari om nak?”


“ eh..” alicia hanya mengaruk rambutnya yang tak gatal, ia binggung harus menjawabnya seperti apa, kelompok mereka telah membuat janji untuk merahasiakan semuanya meskipun pada keluarga kelompok itu sendiri, kecuali hal penting yang menyangkut nyawa.


Tapi untuk saat ini, musuh mereka yang berkeliaran sudah tak ada lagi, lagian saat ini pelindung mereka lebih kuat. “ tak ada lagi om..” alicia akhirnya tetap memiliki bungkam dari paa membongkar kehebatan mereka.


“ nak, aku hanya orang tua yang setiap saat bisa jantungan ketika mendengar putrinya bahaya. Dimasa lalu tsya begitu banyak misteri yang kalian sembunyikan.”


“ om ini yang terakhir, kami jamin itu. Karna musuh kita sudah tak ada lagi. Kelompok tuan zen juga kuat untuk melindungi kami semua om, jadi om jangan khawatir tentang semua ini.”

__ADS_1


“ entahlah nak.”


Alicia menatap kearah pak abraham, ia sadar bahwa guratan kegelisan itu nampak jelas diwajahnya. “ om jangan berfikir terlalu keras, aku yakin tsya bisa melewati nya, aku tahu tsya seperti apa..” alicia mencoba menyakinkan ayah sahabatnya. “ kalau om sakit tsya akan lebih sedih lagi, jadi aku mohon jangan pikirkan terlalu keras om..” sambungnya lagi. “ kalau begitu aku permisi om, ingin istirahat. Aku harap om juga segera istirahat juga, selamat malam om..” sambungnya lagi lalu meninggalkan pantry tersebut.


“ selama malam nak..” jawab pak abraham tanpa menoleh kearah alicia yang sudah berjalan meninggalkan beliau.



Sedangkan malik mencuci pisau tadi yang ia bahwa, ia membersihkan piasu kecil tersebut yang penuh dengan darah. Aiden memberikan kabar kepihak kepolisian bahwa masalahnya mereka selesai, dan nona muda nya telah ditemukan.


Briyan tentu saja membuat janji temu besok dengan dokter psikolog untuk nona mudanya, briyan yakin saat ini nona mudanya tengah tak bisa tidur karna rasa traumanya.


“ aku harap trauma nona tak parah..” ucap briyan yang didengar oleh aiden dan malik.


“ aku juga berharap seperti itu.”


Ceklek


Perkataan aiden berbarengan dengan alicia yang masuk kedalam ruangan tersebut. Alicia hanya menatap kearah malik yang dari tadi memengang pisau kecil itu dengan teliti.


“ aku hanya heran, pisau kecil ini bisa membunuh orang. Bagaimana cara nona membunuh marcel dengan pisau ini?” malik masih berfikir dengan melihat pisau tersebut dengan teliti.


“ tapi aku juga heran kenapa nona trauma, bukannya kalian sudah biasa melakukan hal ini..” timpal aiden.


Alicia menyandarkan punggungnya di sandaran sofa dengan memejamkan matanya. “ bukan membunuhnya yang membuatnya trauma, ia trauma karna ia hampir diperkosa dengan laki laki yang sama..” jawab alicia dan di dengar oleh ketiga laki laki itu. “ kami dulu dengan susah payah menyembuhkan tsya yang juga trauma, tapi aku harap kali ini semua nya baik baik saja..” sambungnya lagi.


“ aku sudah membuat janji temu dengan dokter psikolog..” briyan juga ikut menimpali nya, alicia yang mendengar hal itu membuka matanya dengan sempurna, menatap kearah briyan dengan tatapan marah. “ apa?” briyan yang sadar bahwa wanita itu tengah melotot kearahnya.


“ kenapa tak kau tanyakan dulu pada ku?”


“ kita memang perlu dokter untuk menyembukan nona..” briyan juga tak mau disalahkan.

__ADS_1


“ astaga briyan, aku tahu. Tapi kau seharusnya bertanyak dulu padaku. Karna tak sembarang dokter bisa memeriksa nya.”


“ semua dokter yang aku saran adalah dokter hebat alicia..” briyan tetap membantahnya.


“ iya aku tahu..” alicia menjawabnya. “ ya sudahlah terserah kalian saja..” sambungnya lagi dengan berdiri meninggalkan ketiga laki laki tersebut.


*****


Penyebab trauma


Ada beberapa kejadian yang mungkin menjadi penyebab Anda mengalami trauma.


Kejadian yang terjadi hanya satu kali


Jangan salah, meski hanya terjadi satu kali seumur hidup, ada kejadian yang bisa menimbulkan trauma mendalam bagi orang yang mengalaminya. Hal ini termasuk kecelakaan, bencana alam, hingga serangan *******.


Kejadian yang terjadi terus-menerus


Selain itu, kejadian yang terjadi terus-menerus juga dapat menimbulkan efek traumatis terhadap orang yang mengalaminya. Ada beberapa hal yang mampu menimbulkan perasaan trauma. Contohnya, tinggal di lingkungan yang penuh dengan tindak kejahatan, hingga memiliki penyakit serius dan mematikan.


Mengalami bullying saat remaja atau kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, hingga ditinggalkan oleh orangtua saat masih kecil juga bisa menjadi penyebab dari trauma.


Hal-hal yang tidak disadari


Kematian orang terdekat, putus cinta, dan menjalani operasi saat masih kecil terutama tiga tahun pertama kehidupan, bisa memicu trauma psikologis.


_____________________


Hai selamat pagi semuanya, itu penjelasan sedikit tentang penyebab nya trauma, nanti aku kasih lagi tentang faktor dan gejala trauma ya, untuk sementara segitu dulu, nanti ketemu lagi di bab satunya.


Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak, like atau komen kasih hadiah atau vote juga boleh kok, dijadikan favorit juga bisa.

__ADS_1


Terimah kasih kasih.


Selamat membaca semuanya.


__ADS_2