Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
ULANG TAHUN 2


__ADS_3

Suara para tamu yang datang jadi riu. Entah siapa yang datang aku tak tahu. Sedangkan aku dan icha masih duduk dan sedikit bercerita.


" Icha sayang ". Suara yang tak asing memanggilnya. Kami berdua menoleh dan aku tak terkejut jika dia amanda.



" Mami akhir nya datang juga ". Ucap icha dengan turun dari duduknya dan berjalan ke arahnya. Mereka saling berpelukan. " Mami harus berkenalan dengan tamu spesial ku hari ini ". Celotehnya.


" Benarkah siapa ". Aku melihat icha mengandeng tanggan amanda menghampiri ku. Kami saling bertatapan aku tau muka nya seakan marah melihat ku.


" Dia tante cantik mii ,  teman icha dan tamu spesial ku hari ini ".


" Haii !! Kenalin aku amanda ibu dari icha alicia paulo dan istri dari sean paulo ". Ucapnya dengan menegaskan siapa dirinya.


" Saya elmas aurora alexander ". Ucap ku dengan menatap icha dengan senyuman.


Kami mendengar bahwa acara akan di mulai. Icha yang sudah lari kedepan hanya menyisahkan aku dan amanda yang melihat icha dari belakang.


" Kau sungguh licik mendekati putri ku agar bisa mengambil dady nya ". Ucap nya pelan.


Aku hanya tersenyum. " Jika aku tau icha putri mu dan sean aku tak akan datang kesini ,, tapi jika pun aku tau dari awal aku akan tetap mendekatinya ". Ucap ku dengan pelan. Kita saling bertatapan,, kebencian terpancar jelas di mata nya untuk ku. Tapi aku tak peduli itu.



Amanda dengan sengaja kedepan. Memamerkan ke mesraan mereka pada publik. Sedangkan aku hanya duduk dan melihat ke arah mereka bertiga. Semua bersorak melihat ke harmonisan mereka bertiga. Tanpa sengaja aku dan sean saling bertatapan tanpa expresi sama sekali.


Acara sudah hampir selesai dan icha masih asik dengan teman sebayaknya. Sean dan amanda masih menyapa tamu undangan yang lain. Dan aku rasa aku cukup di sini dan aku memilih pergi. Tanpa aku berpamitan pada icha hanya menitip salam pada pengasuhnya.


" Kakak tolong sampai kan maaf ku pada icha dan keluarga nya bahwa saya harus pergi ada urusan yang tak bisa aku tunda ". Ucap ku dan langsung pegi tanpa menunggu jawab an nya.


Aku pergi berjalan dengan tergesa gesa. Ada seseorang yang sengaja menarik ku dan aku harus melihat ke arah nya.



" Mau apa ". Ucap ku


" Kita perlu bicara el ". Ucap sean dengan nada lembut.


" Tak perlu ada yang kita bicarakan ,, aku sudah mengerti kondisi mu ,, dan maaf aku lancang dekat dengan putri mu ". Ucap ku dengan berjalan pergi.


Sean mengejar ku dan berjalan di samping ku. " Tunggu el ,, aku tak masalah kamu dekat dengan putri ku tapi aku minta maaf tadi amanda sedekat itu dengan ku "


__ADS_1


Aku berhenti seketika memejamkan mata ku hembus kan nafas ku dan melihat ke arah nya. " Aku tak peduli dia adalah istri mu dia berhak atas dirimu ". Ucap ku dengan menahan emosi.


" Sayang ku mohon jangan salah paham tentang ini semua ,, aku sudah katakan tak ada amanda di hati ku ,, hanya kamu ku mohon percaya lah ".


" Aku percaya tapi bagaimana dengan icha dia mengharapkan sosok ibu kandungan nya yaitu amanda ,, sedangkan aku hanya orang asing di antara kalian ".


Sean mencoba memegang punggung ku. "Jangan berkata seperti itu ku mohon,, kamu bukan orang asing di mata ku ,, kita akan menghadapi sama* dan menjelaskan pada icha pelan* ".



Aku menatap mata nya dan kami saling bertatapan. " Aku menyanyangi icha bahkan sebelom aku tau siapa keluarga nya ". Ucap ku dengan senyum


" Bahkan icha bahagia jika slalu bersama mu ,, kau tau dia ingin menjodohkan kita ". Ucap nya sean yang membuat aku terkejut.


" Jangan gila sean ,, dia anak kecil mana mungkin dia berpikir jauh seperti itu ". Kami tersenyum jika mengingat icha.



Tanpa mereka sadari bahwa ada seseorang yang mendengar kan mereka dan menatap mereka dengan rasa benci. Wajah cantiknya di liputi amarah yang sudah dia pendam sedari tadi.


" Jadi anak kecil itu yang menjodohkan mereka ,, sungguh keterlaluan ,, percuma aku baik pada nya akhir ini ". Ucap nya dalam hati dengan rasa jengkel.


Elmas dan sean akhir nya kembali ke tengah acara dan melihat icha tersenyum pada ku.


" Ini urusan orang dewasa el ,, kau tak perlu ikut campur ". Ucap sean dengan mencubit pipinya.


Icha melihat amanda dari arah belakang juga. " apa yang mami lakukan juga di sana ,, tante dan dady juga dari sana ". Ucapnya membuat aku dan sean melihat ke arah belakang.


" Hanya mencari angin ". Ucap nya sambil jalan melewati kita bertiga. Kami hanya acuh atas sikap nya. Dan dia berbalik menatap kami lagi. " aku perlu bicara dengan mu sean ,, aku tunggu di ruang kerja mu sekarang". Ucap nya dengan pergi.


" Ajak tante cantik mu duduk el agar dia tak kabur lagi ".


" Apa tadi tante kabur dad ".


" Tanyak lah padanya ,, jangan tinggalkan tante cantikmu lagi ok ".


" ok dad ,, ayo tante duduk di sini jangan jauh* dari ku ". Ucap nya membuat kami tertawa.


Setelah sean pergi menemui amanda. Banyak bisikan yang tak terlalu aku dengar. Aku hanya acuh itulah aku. Aku yang slalu dingin atas sikap orang* di sekitar ku.


Acara selesai dan semua para tamu bubar satu satu. Dan tak berselang lama amanda keluar dengan wajah datarnya. Entahlah apa yang mereka bicarakan. Amanda pergi tanpa berpamitan pada putri nya.


__ADS_1


" Dia tak menganggap icha sama sekali ". Ucap ku dengan pelan.


Sean juga keluar dengan senyum di wajahnya.


" Ada apa dengan mereka ,, amanda pergi dengan wajah datar nya ,, sean datang dengan senyum di bibirnya ". Ucap ku dalam hati.


" Maaf menunggu lama ". Ucap nya dengan duduk di sebelahku.


" Tak apa ,, apa yang kalian bicarakan ". Tanyak ku ketika kami saling bertatapan.


" Nanti aku ceritakan ,, sekarang belom tepat ,, ada icha ".


Hari sudah malam tak terasa aku seharian penuh di sini dan aku sudah masuk di dalam rumahnya.


" Tante elmas temani aku tidur,, aku hanya ingin tidur dengan tante ". Rengeknya dengan wajah sendunya.


" Baiklah ayo tante temeni ,, tapi habis icha tidur tante pulang ".


" yes tante ". Aku dan icha masuk ke kamar nya dan aku menidurkannya. Setelah icha tertidur aku segera keluar dan ingin pulang. Sebelom ada tanggan yang menarik ku.



" Sean mau kemana kita ". Ucap ku dan tak ada jawaban dari orangnya. Dia membawah ku masuk ke dalam kamarnya. Dan menutup pintu kamarnya. " Apa yang kau lakukan ". Ucap ku dengan gugup.


Tanpa menjawab pertanyak an ku bibir nya sudah menyatuh dengan bibir ku. Sedikit memanggut dengan pelan. Ciuman yang lama membuat kami susah bernafas. Ciuman itu terlepas dengan nafas yang memburu.


" Ini yang ingin aku lakukan sedari tadi ". Ucap nya ketika kening kami bertemu. Aku hanya tersenyum mendengarkan nya.



" Sean aku harus pulang ini sudah hampir makan malam ,, kak bean pasti sudah tiba ".


" Baiklah ,, aku akan mengantarkanmu".


" Tak perlu ,, ada beberapah penjaga yang sudah di siapkan oleh papa ".


" Ya sudah ,, hati* ". Ucap nya dan aku mencium bibirnya sekilas dan segera keluar dari kamar yang membuat aku takut kehilangan akal sehat ku.


Aku pulang kerumah dengan rasa malu jika mengingat kejadian tadi. Hari ini sungguh melelahkan dan banyak kejutaan. Aku tak tau takdir apa yang sudah tertulis untuk ku dan sean.



__ADS_1


__ADS_2