
Satu bulan telah berlalu semenjak hari pertunangan terjadi. Hari ini adalah pernikahan erlan dan nur. Mereka telah menyiapkan diri masing masing.
Nur sedang berada di ruangan dengan bersama beberapah orang yang sengaja merias dirinya. Sedangakan erlan berada di apartemen nya juga tengah bersiap siap.
Prilly dan bean juga tengah bersiap siap menghadiri pernikahan nur dan erlan,, sean dan elmas juga telah bersiap siap. Tak terasa usia kandungan elmas kini menginjak usia 3 bulan. Perut elmas kini semakin telihat sedikit buncit.
“ sayang apa tak terlalu ketat itu baju dalam perut mu “.
“ tidak hubby,, aku masih terasa nyaman dengan gaun ini “.
“ jika kau nyaman maka tak masalah sayang “. Ucap sean dan elmas tersenyum menatap sean.
Sean tak pernah melarang apapun jika masalah pakaian, dari dulu sean sangat tahu betul jika elmas akan marah pada nya jika dia di larang masalah pakaian nya.
Sedangkan prilly memilih pakaian yang tak terlalu menonjol karna bean akan melarang nya keras jika pakaian nya terbuka.
“ honey kau cantik sekali dengan gaun itu “.
“ terimah kasih honey dan kau juga tampan hari ini “.
“ terimah kasih sayang “.
Sedangkan icha juga memakain gaun yang telah di pilihan oleh elmas sang ibu nya.
“ kakak apa aku cantik “.
“ kamu akan terlihat cantik sayang “. Ucap sang kakak pengasuhnya.
“ dan baju ini juga sangat canti untuk ku kak,, mami yang merancang nya untuk ku “.
“ kau sangat beruntung sayang memiliki keluarga yang sangat menyanyangi mu sayang “.
“ apa kakak tahu bahwa mami amanda saja tidak akan menyanyangi ku seperti mami elmas menyanyangi ku “.
Ucap icha dan kakak pengasuhnya hanya bisa tersenyum tanpa melanjutkan obrolan mereka.
Sedangkan richand entah kenapa hari ini terasa seperti melihat sang istri di bayangan cermin nya. Richand sedikit terenyuh jika melihat wajah istri nya di bingkai foto yang berada di dalam.
__ADS_1
“ aku merindungan mu elif “. Ucap richand dan memejamkan mata nya.
Richand seakan melihat sang istri dengan senyum cantik nya yang melihat ke arah. Elif seakan menghampiri nya dengan senyum tak luntur di wajah nya. “ sayang kau berhasil menjaga putra putri kita setelah aku pergi darimu,, jangan tinggalkan mereka terlalu lama paa,, jaga cucu kita seperti kau menjaga anak anak kita “. Ucapan elif seakan menyadar kan nya. Richand segera membuka mata nya dan melihat kesekeliling nya, richand berharap elif ada di sana, tetapi itu semua hanya harapan palsu.
Richand tersenyum ketika menatap foto mending istri nya. “ tanpa kau minta aku akan tetap menjaga mereka elif “. Ucap richand.
Kini semua orang telah selesai dengan persiapan nya. Nur yang memakai gaun putih dan sedikit memakai make up tipis seakan menambah aura canti nya berjalan anggun menuruni anak tangga.
“ kau cantik sekali “. Ucap prilly dan di angguki oleh elmas.
“ para wanita wanita ayo berangkat nanti kita bisa telat “. Ucap bean dan mereka tersenyum tanpa menjawab ucapan dari bean.
Mereka memasuki mobil yang di sediakan. Tak butuh waktu lama mereka tiba di sebuah gedung tempat di mana erlan dan nur menikah hari ini. Tak banyak tamu yang hadir di sana karna nur dan erlan memang tak banyak mengundang tamu.
****
Author aja gak dapat undangan dari erlan dan nur, kata nya rumah ku ke jauhan dari acara nya,, kalau naik pesawat author takut nya mabuk hahaha.
****
Acara inti sumpah pernikahan akan segera di lakukan. Erlan telah siap di sana dengan wayah tampan nya dan gagahnya berdiri menunggu mempelai wanita. Dari arah pintu masuk terdengar suara bunyi dari sepatu menandakan bahwa seseorang telah masuk.
“ aku serahkan putri ku pada mu “. Ucap richand dengan senyum.
“ terimah om, kan ku jaga dia segenap jiwa ku “. Ucap erlan ketika richand menyerahkan tanggan nur kepada erlan.
Erlan dan nur tersenyum ketika mereka tak sengaja saling bertatapan.
“ anda nur alexander bersedia menerimah semua kekurangan pasangan anda erlan, selalu berada di sisi nya suka maupun duka, selalu mendukungnya dalam bentuk apapun, saling mencintai, saling menghormati satu sama lain “.
“ ya saya bersedia “. Ucap nur.
“ dan anda erlan bersedia menerimah kekurangan nur alexander sebagai pasangan anda, selalu berada di sisi nya, suka maupun duka, selalu mendukungnya dalam bentuk apapun, saling mencintai, saling menghormati satu sama lain “.
“ ya saya bersedia “. Ucap erlan dengan lantang.
“ sekarang kalian sudah menjadi suami istri,, silahkan kalian saling berhadapan dan suami bisa mencium istri nya “.
Erlan dan nur saling berhadapan dengan senyum yang mengembang di antara mereka. Nur yang mengisyaratkan agar tak mencium nya tetapi erlan tak mengerti apa arti isyarat nya.
“ jangan cium aku di sini,, aku malu “. Ucap nur setengah berbisik.
__ADS_1
“ kita suami istri sayang “.
“ cium,, cium “. Teriak para tamu tersebut.
“ kau lama sekali mencium nya,, jangan terlalu lama di pandang “. Teriak bean untuk erlan dan nur.
Erlan dan nur hanya saling tersenyum malu malu menanggapi semua para tamu undangan yang berteriak cium.
Erlan akhir nya hanya memeluk nya dan kemudian mencium kening nya nur dengan cukup lama dan membuat semua para tamu bertemu tanggan.
“ nanti kau tak akan bisa lari dari ciuman ku “. Ucap erlan dengan berbisik pelan sedangkan nur hanya bisa tersenym malu.
“ jangan mesum tuan erlan,, kau pikir aku akan lari ke mana hem “. Ucap nur dan erlan hanya tersenyum.
Para tamu menikmati semua hidangan yang di sugukan, sedangkan erlan dan nur juga menyapa satu persatu para tamu. Tamu yang di undang hanya teman teman.
“ selamat atas pernikahan kalian “. Ucap bean.
“ akhirnya kalian menikah juga “. Ucap prilly dengan menyenggol lenggan nur.
“ terimah kasih tuan “. Ucap erlan dan nur hanya tersenyum tak menjawab godaan dari prilly.
“ selamat buat kalian “. Ucap elmas tiba tiba dari arah belakang.
“ selamat erlan “.
“ terimah kasih bos “.
“ terimah kasih el,, dan terimah kasih untuk semua nya “.
“ baiklah dan kalian akan mendapatkan tiket bulan madu dari aku serta prilly sebagai kado pernikahan kalian “. Ucap bean.
“ tak perlu tuan,, kami sungguh tak perlu “.
“ ehh jangan menolak,, kau menikahi adik kami jadi itu sudah kewajiban seorang kakak memberi apa yang bisa kami beri “.
“ jangan menolak erlan tak baik menolak pemberian seorang kakak “. Ucap sean.
“ terimah kasih banyak kak, aku dan erlan tak tahu harus berkata apa lagi selain terimah kasih “. Ucap nur dengan wajah sedihnya.
“ sudah sudah jangan bersedih,, hari ini adalah hari bahagia kalian berdua,, jadi nikmati pesta nya oke “. Ucap bean dan di angguki oleh semua orang dengan senyuman.
Sedangkan sean tak bisa melepaskan pelukan pada pinggang sang istri dari tadi,, sean merasa banyak mata yang menatap istri nya dengan tatapan muja.
__ADS_1