
Kita berhenti di sebuah gedung apartemen yang sederhana. Aku sempat terkejut karna apartemen ini dulu adalah tempat tinggal sean waktu kuliah.
Aku melihat nya dengan heran dan dia menatap ku dengan tersenyum. Kami keluar dari mobil dan masuk ke dalam lift. Kami tiba di depan pintu kamar nya. Dia membuka pintu nya dan kami masuk.
" Tempat ini tetap sama seperti dulu ". Ucap ku ketika melihat sekeliling ku. " Foto ini waktu aku berambut pendek ". Ucap ku menunjuk salah satu foto.
" Tempat ini sama seperti dulu el,, aku tak pernah menjual nya ,, aku slalu datang kemari jika aku merindukan mu ". Ucap nya dengan menatap ku.
" Aku kira kau melupakan kenangan kita ".
" Tentu saja tidak ,, aku tak bisa melupakanmu begitu saja ".
Kami saling berhadapan aku mencari kebohongan di mata nya tapi aku tak menemukan nya. Aku memutus kan tatapan kami. Aku meliriknya dari ekor mata ku. Aku melihat dia tersenyum.
" Duduklah ,, aku akan melepaskan ini ,, tapi kamu janji tidak akan kabur sebelom aku menjelaskan semua nya ".
" Baiklah ". Aku duduk di sofa yang dulu pernah aku pakai jika menotonton bersama.
Dia duduk di sebelah ku setelah dia melepaskan borgol ku. " Wanita tadi adalah elena,, sepupu ku dari ayah ,, aku lama tak berkunjung kerumah nya jadi aku kesana tadi dan aku ke kamar mandi untuk mencuci muka ". Lalu dia terdiam.
" Hanya itu saja yang kau jelaskan ". Ucap ku dengan selidik.
" Belom saat nya el aku menjelaskan semua nya ".
" Lalu kapan kau menjelaskan nya ,, setelah aku per- ". Ucap ku terpotong karna sean menarik lengan ku dan mencium bibirku. Aku melotot dan mendorong nya.
" Sudah aku katakan jangan bicara seperti itu el,, jangan pernah berfikir lagi untuk meninggalkan aku ". Ucap nya dengan menatap ku
" Lalu kapan kau akan menceritakan putri mu dan hubungan mu dengan amanda setelah aku pergi ". Ucap ku sambil berdiri. Di tarik nya tanggan ku dan mau tak mau aku malah duduk di pangkuannya.
" Apa yang kau lakukan ".
" Sudah aku katakan jangan pergi ".
" Aku hanya berdiri dan melihat pemandangan dari jendela ".
__ADS_1
" Kau masih ingat pertama kali aku mengajak mu kesini el ". Tanyak nya.
" Tentu saja aku ingat ,, bahkan aku tak mau duduk di sebelah mu karna takut aku kamu apakan ". Jawab ku dengan senyum . " Dulu aku masih cupu dalam semua hal ".
" Benar kah ,, kalau dulu cupu,, sekarang kau tak cupu lagi ". Senyum licik di bibir nya.
" Kau ini pandai mengoda sekarang ". Ucap ku dengan cemberut.
" Jangan seperti itu ,, kau tau aku ingin sekali mencium mu hingga kau minta ampun ". Goda nya.
" Benar kah ,, aku sungguh tak takut dengan ancaman mu ,, kau dari dulu hingga sekarang pandai mengancam bukan ". Ledek ku.
" Benar kah ,, kau meragukan ku,, jangan lupa nona bahwa aku bisa membuat putri ".
Deg ! Aku baru sadar bahwa menantang seseorang yang akan nenjadi duda. Tanpa waktu lama dia sudah menempelkan bibir kami.
Ciuman kami yang cukup lama akhirnya terlepas dan dia menatap ku dengan mata yang berbeda sekarang jantung ku serasa ingin melompat dan aku sungguh takut dengan tatapan hasrat nya. Dia mencium ku lagi hingga aku tanpa sadar mengalungkan tanggan ku ke lehernya. Seakan sadar dengan posisi ku sekarang ada benda yang tampak mengeras di sela b*k*n*.
" Sean ". Ucap ku setelah ciuman kami terlepas.
" Jangan banyak bergerak sayang ,, kau bisa membangun kan singa dari kandang nya ". Ucap nya serak seakan dia menahan hasrat nya.
" Kau sungguh mesum sean paulo ". Ucap ku dengan membenamkan kepala ku di dada nya . Dan sean memeluk ku dengan erat.
Aku hanya tersenyum dan menganggukan kepala. Rasa takut ku hilang begitu saja. Dia tak akan menyentuh ku lebih jauh dari ini. Itu adalah anugrah. Semua lelaki pasti akan memiliki hasrat ketika dengan wanita apalagi dengan posisi seperti tadi. Akan tetapi tergantung kedua belah pihak.
___________
Cinta dan Hasrat hanya bedah tipis. Tapi jika sang lelaki sungguh mencintaimu dia tidak akan merusak harga dirimu. Ketehui lah melakukan hubungan badan akan terasa indah jika kita sudah menikah.
_______
" Apakah begitu lama menyelesaikan di kamar mandi ". Tanyak ku ketika aku mendengar suara pintu terbuka.
" Kau tau sayang ini menyiksa ,, aku harus menyelesaikan sendiri sedang kan di sini ada wanita cantik ".
" Kau mau aku bantu lain kali ". Ucap ku dengan tersenyum.
" Jangan lakukan hal aneh elmas ,, apalagi dengan lelaki lain ,, aku tak yakin jika lelaki itu akan tahan seperti ku ". Ucap nya sambil memeluk ku dari sebelah.
" Apa sekarang aku bisa bertanya ". ucap ku ragu ragu.
__ADS_1
" Bertanyak lah ".
" Kapan kau akan menceritakan mu semua see , aku sudah cukup mengerti tentang semua nya ".
" Belom saat nya sayang,, jika aku sudah resmi bercerai dengan amanda ,, aku akan menceritakan semuanya ".
" Apakah itu lama ".
" Aku belom tau ,, amanda belom mendatangani surat itu ".
" Benarkah ,, jika dia tak mau tanda tanggan gimana ".
" tenang lah sayang,, aku yakin dia akan segera tanda tanggan,,, akan banyak trik lagi nanti,, biar aku yang mengurusnya,, ". Ucap nya berhenti. '' Yang pasti kita bersama dan kamu menerimah ku saja sudah cukup membuat aku lega ".
" Aku akan sabar menunggu itu ".
Kami saling menyelami pikiran kita masing*. Hingga tak terasa kita sudah hampir petang di sini. Kami pulang dan sean mengantar kan ku terlebih dahulu. Aku juga melihat kak bean turun dari mobil nya dan di belakang ada erlan yang juga turun dari mobil ku dan di samping ada nur.
"Kenapa mereka bertiga bersaman ". ucap ku pelan.
" Kamu mengatakan sesuatu ".
" Tidak ada ".
Kami tiba di belakang mereka dan mereka semua menoleh kearah kami. Kami turun dari mobil dan menghampirinya.
''Kalian datang bersama ada apa " . Tanyak ku pada mereka.
''Tak ada el ". ucap kak bean. '' Dan kau sean kita perlu bicara besok, aku akan mengabari mu dimana kita bicara,, sekarang aku dulu,, aku lelah ". ucap kak bean dengan berjalan meninggalkan kami.
Kami akhir nya berpisah. Sean dan erlan pulang bersama sedangkan aku dan nur masuk kerumah dan segera masuk kamar karna rasa lelah dan segera mungkin terlelap.
Nur
Erlan
__ADS_1
kak bean