Cinta Lama Berlabuh Kembali

Cinta Lama Berlabuh Kembali
CLBK2_ Untuk Pertama Kali


__ADS_3

“ sayang ayah mu sudah mengijinkan kita menikah dengan segera, kenapa aku harus menolaknya.”


“ tapi kita pernah membahasnya kan, aku hanya perlu berfikir sebentar zen.”



“ aku tahu dan aku ingat itu, tapi apa lagi yang kau fikirkan jika ayahmu sendiri yang menyuruh kita untuk segera menikah.”


“ zen kita masih beberapah minggu bersama, aku tak ingin terburu buru dalam masalah mengambil sebuah ikatan pernikahan.”


“ apa kau ingin kita berpacaran bertahun tahun lalu kau ingin menikah?”


“ bukan seperti itu.”


“ lalu kau ingin gimana?”


Tsya hanya bisa menatap kearah zen dengan tak mengerti kenapa laki laki ini ingin sekali segera menikah. “ jawab sayang, kau ingin kita bagaimana.”



“ zen aku hanya perlu waktu beberapah minggu saja untuk memikirkan nya.”


“ sebenarnya apa yang kau pikirkan ana, apa kau tak yakin dengan perasaanmu sendiri atau kau tak yakin bahwa aku bersungguh sungguh mencintaimu.”


“ zen aku hanya ingin ketika kita menikah, luka ini sudah tak ada lagi di hatiku, hanya itu..” kata tsya lagi dengan mereka bertatapan sengit.


“ jadi luka itu lagi yang menjadi alasanmu, baiklah kita tak perlu menikah dan kau ingin kita berpacaran saja bukan, baik kita tak perlu menikah..” kata zen dengan menatap kearah depan dengan rasa marahnya.


Tsya yang tahu kemana arah pembicaraan ini kalau diteruskan, karna zen sendiri mempunyai sifat yang tak bisa di bantah atau pun di cegah. “ sayang lihat aku..” ucap tsya dengan menyentuh lenggan zen agar laki lakinya melihat kearahnya.


“ bukan karna aku tak mencintaimu zen, aku mencintaimu bahkan kau melukai ku pun aku tetap mencintaimu. Tapi untuk urusan pernikahan aku masih harus berfikir jauh, pernikahan sesuatu yang sakral, aku tak ingin kita menyesal ketika kita mengambil sumpah itu di depan tuhan.”


“ ana aku mengajakmu menikah karna aku sudah memikirkan itu semua, apa kamu pikir aku main main dengan hubungan ini. Aku serius aku tak ingin kehilanganmu, aku juga ingin menjagamu dari laki laki yang mempunyai niat jelek padamu.”


“ aku tahu sayang, tapi please aku butuh waktu untuk berfikir, aku janji tak akan lama.”


“ terserahlah, berfikirlah sesuka hatimu, aku tak akan menuntut mu untuk mengajak menikah dengan ku..” jawab zen dengan suara yang dingin.

__ADS_1


Tsya hanya menghela nafas nya karna laki laki di depan nya tak bisa di ajak bicara sama sekali. Tsya hanya terdiam ketika mobil itu berjalan lagi. Dan zen tentu saja dengan wajah dingin nya menatap kearah depan.


“ aku turun dulu..” kata tsya ketika mereka tiba di depan perusahan tsya dan zen tentu saja hanya terdiam. Tsya yang tak mendengar jawaban dari zen, mencium pipi zen sebelom akhirnya dia keluar dari mobil itu. “ nanti aku akan menjemput mu lagi..” suara zen ketika tsya sudah berada di luar mobil dan zen segera melajukan mobil nya tanpa menunggu kata jawaban dari tsya.


Tsya hanya bisa geleng geleng kepalanya ketika melihat zen yang tak akan berubah dengan sifat egoisnya. Zen tak menerimah penolakan apapun karna itu dia akan sedikit marah jika kata kata nya tak di iyakan oleh orang lain.



Perubahan wajah mereka kini terlihat jelas, bahkan para staff mereka kini takut untuk menyapa nya karna wajah garang yang di perlihatkan mereka berdua. Meskipun berberdah perusahan tapi dapat di pastikan bahwa hari ini akan menjadi hari buruk bagi mereka terutama untuk zen.


Zen melihat berita bahwa perusahan XXX kini sudah hampir menjadi tanah, hanya tersenyum sinis yang zen berikan. “ malik aku ingin bertemu dengan kedua sampah itu..” kata zen dengan dingin dan berdiri.


“ baik tuan..” jawab malik yang mengikuti langkah tuan muda nya.


Malik dan zen kini tengah berada di sebuah markas besar tempat orang orang zen menyekap pak ahmed mahardika dan rio mahardika, dan di pastikan wajah dari rio sudah babak belur.


Yang pertama zen lakukan adalah menendang perut dari laki laki muda yang menjebak wanita nya.


Bugh


Zen dengan segera menghampiri rio dengan menodongkan pistol tepat di kepalanya. “ kau tahu hukuman apa yang pantas untuk orang yang sudah berani memengang wanita ku..” suara zen yang dingin.


“ tolong tuan zen ampuni putra saya..”


“ heii..” teriak zen ketika pak ahmed mulai bersuara. “ jangan ikut campur dulu tua bangka, kau akan dapat giliran nya nanti, tapi untuk saat ini aku ingin bermain main dengan putra mu dulu.”


“ ampuni saya tuan, saya tidak tahu bahwa nona tsya milik anda..” suara rio kembali terdengar gugup.


“ hukuman apa yang pantas untuk kalian?, aku sudah merebut semua aset mu, dan menjadikan mu miskin. Tapi aku kasihan pada kalian berdua jika kalian hidup, aku rasa kalian akan lebih menderita bukan?”


“ saya mohon tuan, ijinkan kami hidup. Saya bersumpah akan patuh kepada anda..” suara pak ahmed dengan bergetar memintak ampunan untuk dirinya dan putra nya.


Dor


Dor


Dor

__ADS_1



Suara tembakan yang tiga kali di arahkan kepada jantung rio tepat sasaran hingga membuat dirinya dengan seketika ambruk di lantai yang penuh dengan darah. “ tidakkkkk..” teriakan pak ahmed yang melihat putra satu satu nya mati di depan mata nya.


“ bahwa mayat nya dan bawah tua bangka itu ke lapangan, aku ingin bermain tembak dengan nya..” ucap zen kepada malik.


Malik tahu bahwa bos nya hari ini sedang dalam keadan tidak baik, maka dari itu dia tak berani untuk menolaknya atau pun membantahnya. Meskipun malik sering menyaksikan kemarahan bos nya dan melihat banyak musuh yang mati di tanggan nya tapi aura hari ini lebih kuat untuk membunuh semua orang yang telah menjadi musuh bagi dirinya.


Sedangkan di lapangan tembak pak ahmed telah di ikat di sebuah pohon, dan zen tentu saja siap berdiri dengan pistol laras panjangnya yang mengarah kearahnya.


“ tolong jangan bunuh saya tuan, saya minta maaf. Kasihani saya yang sudah tua ini hiks..” teriak pak ahmed dengan di iringi tanggisan.


“ setiap anak membuat masalah maka orang tua juga yang akan menanggungnya bukan, lagian kita hanya bermain sebentar,Jangan takut. Di pistol ku hanya ada satu peluruh, kita akan bermain main, jika aku menembak maka kau tertembah maafkan aku..” kata zen dengan senyum devil nya.


Zen siap menembak kearah tepat di kepala pak ahmed yang membuat pak ahmed hanya bisa tutup mata.


Teng


“ aahhh anda beruntung karna ternyata bagian yang kosong tapi kita main lagi hanya 3x coba bagaimana?, ini satu kali berarti tinggal 2x coba.”


“ saya mohon tuan maafkan saya.”


Teng


Dan lagi lagi peluruh itu kosong. “ anda masih selamat pak ahmed, tenanglah jangan takut. Aku hanya ingin bermain kenapa kau takut.”


“ maafkan saya tuan zen maafkan saya, saya yakin jika nona tsya tahu anda membunuh kami dia akan marah dan tak ingin menikah dengan and- “


Dor


Pak ahmed tanpa bisa meneruskan ucapan nya sudah di tembak tepat sasaran kepalanya oleh zen. Zen yang seketika marah ketika mendengar ucapan dari pak ahmed yang mengatakan tak ingin menikah.


Brughhh


Zen melempar pistol itu dan berjalan masuk kedalam markas nya dan memukul kaca dengan tanggan nya, darah yang keluar sudah memenuhi tanggan nya. malik yang melihat kemarahan tuan muda nya untuk pertama kalinya.


Sedangkan zen berjalan keluar dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menujuh perusahan tsya. Untuk pertama kalinya dia tak bisa mengontrol amarahnya.

__ADS_1


__ADS_2